alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Jro Mangku Sudarmi Akui Harus Pakai Pakain Laki Saat Ngayah

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – “Sudah lama, sejak tahun 2002. Waktu itu ada dua orang karauhan, salah satunya saya. Namun yang tedun ke saya adalah lanang (laki-laki),” ujar Jro Mangku Sudarmi, belum lama ini. Hanya saja, Jro Mangku Sudarmi ngayah atau muput suatu upacara di merajan pasemetonan saja.

Namun sebelum itu, ia sempat bermimpi aneh yang ia pun tak paham maksudnya. Sebulan menjelang karya di merajan, Jro Mangku Sudarmi bermimpi menaiki meru sampai di ujung. Hal ini kemudian diceritakan kepada mendiang suaminya yang juga seorang pamangku.

“Kata suami saya ia tidak tahu artinya. Saya biarkan saja entah apa yang akan datang. Tahu-tahu sebulan setelahnya saya diharuskan harus ngayah di merajan,” tegas dia. Ia memang sempat menolak, mengingat karena kodratnya sebagai seorang perempuan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun harus mengambil peran sebagai jro mangku lanang. “Kalau orang lain yang baru melihat saya, sekilas saya dikira laki-laki. Ini pengalaman beberapa orang yang pernah bertemu dengan saya,” terang Jro.

Yang tak kalah unik, Mangku Sudarmi tanpa belajar sama sekali atau mendapat panduan justru bisa berpakaian seperti layaknya laki-laki saat ngayah atau ke pura/merajan. Bahkan, memakai udeng pun bisa sendiri.

Namun itu saat ngaturang ayah saja, sehari-harinya Jro Mangku Sudarmi tetaplah seorang perempuan dan ibu-ibu pada umumnya. Ia  berprofesi sebagai pedagang ayam hidup di Pasar Kumbasari tak perlu harus memakai udeng ataupun kemeja saat berjualan.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – “Sudah lama, sejak tahun 2002. Waktu itu ada dua orang karauhan, salah satunya saya. Namun yang tedun ke saya adalah lanang (laki-laki),” ujar Jro Mangku Sudarmi, belum lama ini. Hanya saja, Jro Mangku Sudarmi ngayah atau muput suatu upacara di merajan pasemetonan saja.

Namun sebelum itu, ia sempat bermimpi aneh yang ia pun tak paham maksudnya. Sebulan menjelang karya di merajan, Jro Mangku Sudarmi bermimpi menaiki meru sampai di ujung. Hal ini kemudian diceritakan kepada mendiang suaminya yang juga seorang pamangku.

“Kata suami saya ia tidak tahu artinya. Saya biarkan saja entah apa yang akan datang. Tahu-tahu sebulan setelahnya saya diharuskan harus ngayah di merajan,” tegas dia. Ia memang sempat menolak, mengingat karena kodratnya sebagai seorang perempuan.

Namun harus mengambil peran sebagai jro mangku lanang. “Kalau orang lain yang baru melihat saya, sekilas saya dikira laki-laki. Ini pengalaman beberapa orang yang pernah bertemu dengan saya,” terang Jro.

Yang tak kalah unik, Mangku Sudarmi tanpa belajar sama sekali atau mendapat panduan justru bisa berpakaian seperti layaknya laki-laki saat ngayah atau ke pura/merajan. Bahkan, memakai udeng pun bisa sendiri.

Namun itu saat ngaturang ayah saja, sehari-harinya Jro Mangku Sudarmi tetaplah seorang perempuan dan ibu-ibu pada umumnya. Ia  berprofesi sebagai pedagang ayam hidup di Pasar Kumbasari tak perlu harus memakai udeng ataupun kemeja saat berjualan.

RADARJEMBER.ID – “Sudah lama, sejak tahun 2002. Waktu itu ada dua orang karauhan, salah satunya saya. Namun yang tedun ke saya adalah lanang (laki-laki),” ujar Jro Mangku Sudarmi, belum lama ini. Hanya saja, Jro Mangku Sudarmi ngayah atau muput suatu upacara di merajan pasemetonan saja.

Namun sebelum itu, ia sempat bermimpi aneh yang ia pun tak paham maksudnya. Sebulan menjelang karya di merajan, Jro Mangku Sudarmi bermimpi menaiki meru sampai di ujung. Hal ini kemudian diceritakan kepada mendiang suaminya yang juga seorang pamangku.

“Kata suami saya ia tidak tahu artinya. Saya biarkan saja entah apa yang akan datang. Tahu-tahu sebulan setelahnya saya diharuskan harus ngayah di merajan,” tegas dia. Ia memang sempat menolak, mengingat karena kodratnya sebagai seorang perempuan.

Namun harus mengambil peran sebagai jro mangku lanang. “Kalau orang lain yang baru melihat saya, sekilas saya dikira laki-laki. Ini pengalaman beberapa orang yang pernah bertemu dengan saya,” terang Jro.

Yang tak kalah unik, Mangku Sudarmi tanpa belajar sama sekali atau mendapat panduan justru bisa berpakaian seperti layaknya laki-laki saat ngayah atau ke pura/merajan. Bahkan, memakai udeng pun bisa sendiri.

Namun itu saat ngaturang ayah saja, sehari-harinya Jro Mangku Sudarmi tetaplah seorang perempuan dan ibu-ibu pada umumnya. Ia  berprofesi sebagai pedagang ayam hidup di Pasar Kumbasari tak perlu harus memakai udeng ataupun kemeja saat berjualan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/