alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Tetap Kokoh Berdiri Meski Dibombardir Belanda

Mobile_AP_Rectangle 1

SOLO, RADARJEMBER.ID- Masjid tertua di Kabupaten Sukoharjo adalah Masjid Darussalam, terletak di Kampung Kedunggudel, Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo, berdiri di abad ke-14 dan awal pendirian masjid ini menjadi lokasi peradaban dan penyebaran agama Islam di Jawa.

Ketika penjajahan Belanda berlangsung, Raja Keraton Solo, Paku Buwono (PB) VI, menjadikan masjid itu sebagai tempat untuk bertemu Pangeran Diponegoro.Namun hal itu tercium oleh Belanda, tentara kolonial itu marah dan Desa Kedunggudel itu dibombardir termasuk masjid itu.

Namun masjid itu tetap kokoh berdiri dan ini merupakan mukjizat dari Allah, karena itu masjid unik unik dikarenakan memiliki kubah masjid berbentuk bunga Wijaya Kusuma.Saat ini masjid tersebut banyak dikunjungi orang, tidak saja dari Kabupaten Sukoharjo, tetap dari luar kota juga.(*)

- Advertisement -

SOLO, RADARJEMBER.ID- Masjid tertua di Kabupaten Sukoharjo adalah Masjid Darussalam, terletak di Kampung Kedunggudel, Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo, berdiri di abad ke-14 dan awal pendirian masjid ini menjadi lokasi peradaban dan penyebaran agama Islam di Jawa.

Ketika penjajahan Belanda berlangsung, Raja Keraton Solo, Paku Buwono (PB) VI, menjadikan masjid itu sebagai tempat untuk bertemu Pangeran Diponegoro.Namun hal itu tercium oleh Belanda, tentara kolonial itu marah dan Desa Kedunggudel itu dibombardir termasuk masjid itu.

Namun masjid itu tetap kokoh berdiri dan ini merupakan mukjizat dari Allah, karena itu masjid unik unik dikarenakan memiliki kubah masjid berbentuk bunga Wijaya Kusuma.Saat ini masjid tersebut banyak dikunjungi orang, tidak saja dari Kabupaten Sukoharjo, tetap dari luar kota juga.(*)

SOLO, RADARJEMBER.ID- Masjid tertua di Kabupaten Sukoharjo adalah Masjid Darussalam, terletak di Kampung Kedunggudel, Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo, berdiri di abad ke-14 dan awal pendirian masjid ini menjadi lokasi peradaban dan penyebaran agama Islam di Jawa.

Ketika penjajahan Belanda berlangsung, Raja Keraton Solo, Paku Buwono (PB) VI, menjadikan masjid itu sebagai tempat untuk bertemu Pangeran Diponegoro.Namun hal itu tercium oleh Belanda, tentara kolonial itu marah dan Desa Kedunggudel itu dibombardir termasuk masjid itu.

Namun masjid itu tetap kokoh berdiri dan ini merupakan mukjizat dari Allah, karena itu masjid unik unik dikarenakan memiliki kubah masjid berbentuk bunga Wijaya Kusuma.Saat ini masjid tersebut banyak dikunjungi orang, tidak saja dari Kabupaten Sukoharjo, tetap dari luar kota juga.(*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/