23.3 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Mantan Pemain Timnas Brazil Pele, Tanggapi Tragedi Kanjuruhan

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia, tak hanya menjadi perhatian nasional, tapi juga dunia.

BACA JUGA : Respons Suporter terhadap Tragedi Kanjuruhan

Salah satunya mantan pemain tim nasional Brazil Pele yang menanggapi tragedi yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan Malang. Dia menyebut bahwa kekerasan tak mempunyai tempat dalam olahraga.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pekan ini, kita menyaksikan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepak bola. Ada 32 anak-anak dari 125 orang yang meninggal dunia,” kata Pele dalam sebuah unggahan melalui media sosialnya, Selasa.

“Kekerasan tak punya tempat dalam olahraga. Tidak ada kekecewaan dari kekalahan yang dapat membenarkan kita kehilangan cinta kasih kepada sesama manusia. Olahraga seharusnya menjadi wujud cinta,” ungkapnya.

Tragedi Kanjuruhan yang membuat sedikitnya 125 orang meninggal dunia itu saat ini sedang dalam investigasi oleh tim pencari fakta yang dibentuk pemerintah dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Mahfud MD.

Presiden Joko Widodo meminta tim pencari fakta dapat menuntaskan tugasnya dalam kurun waktu satu bulan.

PSSI telah memutuskan memberhentikan sementara seluruh kompetisi Liga 1 musim 2022/2023 hingga waktu yang tidak dapat ditentukan sembari menunggu hasil investigasi insiden di Stadion Kanjuruhan. Sedangkan Liga 2 Indonesia ditangguhkan selama dua pekan dimulai Senin (3/10).

Selain itu, Komite Disiplin PSSI juga telah menjatuhkan sanksi terhadap Arema FC sebagai tim tuan rumah berupa larangan menyelenggarakan pertandingan di Malang. Arema FC juga diberikan sanksi denda sebesar Rp 250 juta akibat tragedi tersebut. (*)

Foto : ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF

Sumber Berita : Antara

- Advertisement -

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia, tak hanya menjadi perhatian nasional, tapi juga dunia.

BACA JUGA : Respons Suporter terhadap Tragedi Kanjuruhan

Salah satunya mantan pemain tim nasional Brazil Pele yang menanggapi tragedi yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan Malang. Dia menyebut bahwa kekerasan tak mempunyai tempat dalam olahraga.

“Pekan ini, kita menyaksikan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepak bola. Ada 32 anak-anak dari 125 orang yang meninggal dunia,” kata Pele dalam sebuah unggahan melalui media sosialnya, Selasa.

“Kekerasan tak punya tempat dalam olahraga. Tidak ada kekecewaan dari kekalahan yang dapat membenarkan kita kehilangan cinta kasih kepada sesama manusia. Olahraga seharusnya menjadi wujud cinta,” ungkapnya.

Tragedi Kanjuruhan yang membuat sedikitnya 125 orang meninggal dunia itu saat ini sedang dalam investigasi oleh tim pencari fakta yang dibentuk pemerintah dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Mahfud MD.

Presiden Joko Widodo meminta tim pencari fakta dapat menuntaskan tugasnya dalam kurun waktu satu bulan.

PSSI telah memutuskan memberhentikan sementara seluruh kompetisi Liga 1 musim 2022/2023 hingga waktu yang tidak dapat ditentukan sembari menunggu hasil investigasi insiden di Stadion Kanjuruhan. Sedangkan Liga 2 Indonesia ditangguhkan selama dua pekan dimulai Senin (3/10).

Selain itu, Komite Disiplin PSSI juga telah menjatuhkan sanksi terhadap Arema FC sebagai tim tuan rumah berupa larangan menyelenggarakan pertandingan di Malang. Arema FC juga diberikan sanksi denda sebesar Rp 250 juta akibat tragedi tersebut. (*)

Foto : ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF

Sumber Berita : Antara

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia, tak hanya menjadi perhatian nasional, tapi juga dunia.

BACA JUGA : Respons Suporter terhadap Tragedi Kanjuruhan

Salah satunya mantan pemain tim nasional Brazil Pele yang menanggapi tragedi yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan Malang. Dia menyebut bahwa kekerasan tak mempunyai tempat dalam olahraga.

“Pekan ini, kita menyaksikan salah satu bencana terbesar dalam sejarah sepak bola. Ada 32 anak-anak dari 125 orang yang meninggal dunia,” kata Pele dalam sebuah unggahan melalui media sosialnya, Selasa.

“Kekerasan tak punya tempat dalam olahraga. Tidak ada kekecewaan dari kekalahan yang dapat membenarkan kita kehilangan cinta kasih kepada sesama manusia. Olahraga seharusnya menjadi wujud cinta,” ungkapnya.

Tragedi Kanjuruhan yang membuat sedikitnya 125 orang meninggal dunia itu saat ini sedang dalam investigasi oleh tim pencari fakta yang dibentuk pemerintah dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Mahfud MD.

Presiden Joko Widodo meminta tim pencari fakta dapat menuntaskan tugasnya dalam kurun waktu satu bulan.

PSSI telah memutuskan memberhentikan sementara seluruh kompetisi Liga 1 musim 2022/2023 hingga waktu yang tidak dapat ditentukan sembari menunggu hasil investigasi insiden di Stadion Kanjuruhan. Sedangkan Liga 2 Indonesia ditangguhkan selama dua pekan dimulai Senin (3/10).

Selain itu, Komite Disiplin PSSI juga telah menjatuhkan sanksi terhadap Arema FC sebagai tim tuan rumah berupa larangan menyelenggarakan pertandingan di Malang. Arema FC juga diberikan sanksi denda sebesar Rp 250 juta akibat tragedi tersebut. (*)

Foto : ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF

Sumber Berita : Antara

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca