alexametrics
23.3 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Tak Profesional Tangani TKP Brigadir J, Komnas HAM Akan Periksa 25 Polisi

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Terbukanya peluang untuk memeriksa ke-25 polisi yang telah diperiksa oleh Inspektorat Khusus Tim Khusus Polri terkait tidak profesional dalam menangani tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Irjen Polisi Ferdy Sambo, dinyatakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI.

BACA JUGA : Banyak Pelajar Belum Punya SIM di Jember, Harus Jadi Perhatian Khusus

“Belum, kami belum mengagendakan tetapi tidak tertutup kemungkinan,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Jakarta, Jumat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sejauh ini, kata Beka, Komnas HAM akan bekerja berdasarkan tahapan yang ada. Khusus hari ini, lembaga HAM tersebut menjadwalkan pemeriksaan uji balistik. Namun, jika Tim Siber datang, Komnas HAM langsung melakukan pemeriksaan atau meminta keterangan. “Tapi kalau ditanya soal 25 anggota polisi tersebut, belum kami putuskan,” katanya.

Terkait pemeriksaan uji balistik, Komnas HAM akan mendalami beberapa hal misalnya penggunaan peluru, register senjata atas nama siapa, kemudian apakah ada peluru yang pecah atau tidak.

Beka mengatakan apabila ada peluru yang pecah, apakah polisi menemukan pecahannya atau tidak, termasuk mengonfirmasi temuan-temuan lain dari tim khusus kepolisian dalam kasus kematian Brigadir J.

- Advertisement -

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Terbukanya peluang untuk memeriksa ke-25 polisi yang telah diperiksa oleh Inspektorat Khusus Tim Khusus Polri terkait tidak profesional dalam menangani tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Irjen Polisi Ferdy Sambo, dinyatakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI.

BACA JUGA : Banyak Pelajar Belum Punya SIM di Jember, Harus Jadi Perhatian Khusus

“Belum, kami belum mengagendakan tetapi tidak tertutup kemungkinan,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Jakarta, Jumat.

Sejauh ini, kata Beka, Komnas HAM akan bekerja berdasarkan tahapan yang ada. Khusus hari ini, lembaga HAM tersebut menjadwalkan pemeriksaan uji balistik. Namun, jika Tim Siber datang, Komnas HAM langsung melakukan pemeriksaan atau meminta keterangan. “Tapi kalau ditanya soal 25 anggota polisi tersebut, belum kami putuskan,” katanya.

Terkait pemeriksaan uji balistik, Komnas HAM akan mendalami beberapa hal misalnya penggunaan peluru, register senjata atas nama siapa, kemudian apakah ada peluru yang pecah atau tidak.

Beka mengatakan apabila ada peluru yang pecah, apakah polisi menemukan pecahannya atau tidak, termasuk mengonfirmasi temuan-temuan lain dari tim khusus kepolisian dalam kasus kematian Brigadir J.

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Terbukanya peluang untuk memeriksa ke-25 polisi yang telah diperiksa oleh Inspektorat Khusus Tim Khusus Polri terkait tidak profesional dalam menangani tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Irjen Polisi Ferdy Sambo, dinyatakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI.

BACA JUGA : Banyak Pelajar Belum Punya SIM di Jember, Harus Jadi Perhatian Khusus

“Belum, kami belum mengagendakan tetapi tidak tertutup kemungkinan,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Jakarta, Jumat.

Sejauh ini, kata Beka, Komnas HAM akan bekerja berdasarkan tahapan yang ada. Khusus hari ini, lembaga HAM tersebut menjadwalkan pemeriksaan uji balistik. Namun, jika Tim Siber datang, Komnas HAM langsung melakukan pemeriksaan atau meminta keterangan. “Tapi kalau ditanya soal 25 anggota polisi tersebut, belum kami putuskan,” katanya.

Terkait pemeriksaan uji balistik, Komnas HAM akan mendalami beberapa hal misalnya penggunaan peluru, register senjata atas nama siapa, kemudian apakah ada peluru yang pecah atau tidak.

Beka mengatakan apabila ada peluru yang pecah, apakah polisi menemukan pecahannya atau tidak, termasuk mengonfirmasi temuan-temuan lain dari tim khusus kepolisian dalam kasus kematian Brigadir J.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/