alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Kembali Daring Pasca Lima Siswa Serta Guru Terpapar Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID- Lima siswa, seorang guru dan tenaga kependidikan di SMA Taruna Nusa Harapan (TNH) Mojokerto, terpapar Covid-19. Dengan temuan kasus ini, membuat proses belajar semula dilakukan secara tatap muka, kini kembali daring.

BACA JUGA :  Warga Sleman Belum Semua Daftar Aplikasi Pertamina

Heri Sumarsa, Kepala SMA TNH mengatakan, pembelajaran daring sudah dilakukan mulai kemarin. Pasalnya, awal Agustus lalu tterdapat lima siswa dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Lalu, dari hasil tracing oleh Dinkes kota kemarin, ada tiga orang yang terpapar Covid-19. Jadi, total ada 7 orang yang positif. Dua di antaranya merupakan guru dan tenaga kependidikan,” ujar Heri kepada wartawan.

Ia menambahkan, empat siswa terpapar lebih dulu merupakan siswa berdomisili di Jombang. Sehingga, pulang perginya menggunakan jasa travel. ”Siswanya banyak yang dari luar kota, domisilinya dari jombang.

Kalau pulang pergi sekolah naik travel. Jadi, bisa memungkinkan sumber penularannya dari mana saja. Untungnya, semua yang tertular ini gejala ringan,” ujarnya. Adapun, siswa yang terpapar merupakan murid kelas X dan XI.

Heri melanjutkan, akibat penularan tersebut, pihaknya memutuskan untuk kembali menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama lima hari. Keputusan ini juga sudah mendapat izin dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik).

- Advertisement -

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID- Lima siswa, seorang guru dan tenaga kependidikan di SMA Taruna Nusa Harapan (TNH) Mojokerto, terpapar Covid-19. Dengan temuan kasus ini, membuat proses belajar semula dilakukan secara tatap muka, kini kembali daring.

BACA JUGA :  Warga Sleman Belum Semua Daftar Aplikasi Pertamina

Heri Sumarsa, Kepala SMA TNH mengatakan, pembelajaran daring sudah dilakukan mulai kemarin. Pasalnya, awal Agustus lalu tterdapat lima siswa dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Lalu, dari hasil tracing oleh Dinkes kota kemarin, ada tiga orang yang terpapar Covid-19. Jadi, total ada 7 orang yang positif. Dua di antaranya merupakan guru dan tenaga kependidikan,” ujar Heri kepada wartawan.

Ia menambahkan, empat siswa terpapar lebih dulu merupakan siswa berdomisili di Jombang. Sehingga, pulang perginya menggunakan jasa travel. ”Siswanya banyak yang dari luar kota, domisilinya dari jombang.

Kalau pulang pergi sekolah naik travel. Jadi, bisa memungkinkan sumber penularannya dari mana saja. Untungnya, semua yang tertular ini gejala ringan,” ujarnya. Adapun, siswa yang terpapar merupakan murid kelas X dan XI.

Heri melanjutkan, akibat penularan tersebut, pihaknya memutuskan untuk kembali menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama lima hari. Keputusan ini juga sudah mendapat izin dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik).

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID- Lima siswa, seorang guru dan tenaga kependidikan di SMA Taruna Nusa Harapan (TNH) Mojokerto, terpapar Covid-19. Dengan temuan kasus ini, membuat proses belajar semula dilakukan secara tatap muka, kini kembali daring.

BACA JUGA :  Warga Sleman Belum Semua Daftar Aplikasi Pertamina

Heri Sumarsa, Kepala SMA TNH mengatakan, pembelajaran daring sudah dilakukan mulai kemarin. Pasalnya, awal Agustus lalu tterdapat lima siswa dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Lalu, dari hasil tracing oleh Dinkes kota kemarin, ada tiga orang yang terpapar Covid-19. Jadi, total ada 7 orang yang positif. Dua di antaranya merupakan guru dan tenaga kependidikan,” ujar Heri kepada wartawan.

Ia menambahkan, empat siswa terpapar lebih dulu merupakan siswa berdomisili di Jombang. Sehingga, pulang perginya menggunakan jasa travel. ”Siswanya banyak yang dari luar kota, domisilinya dari jombang.

Kalau pulang pergi sekolah naik travel. Jadi, bisa memungkinkan sumber penularannya dari mana saja. Untungnya, semua yang tertular ini gejala ringan,” ujarnya. Adapun, siswa yang terpapar merupakan murid kelas X dan XI.

Heri melanjutkan, akibat penularan tersebut, pihaknya memutuskan untuk kembali menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama lima hari. Keputusan ini juga sudah mendapat izin dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/