alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Punya Saldo 0, Condro Bisa Transfer Rp 1,7 M

Mobile_AP_Rectangle 1

JawaPos.com – Tiga bulan lalu Condro Prayitno mengaku mentransfer Rp 300 ribu. Eh, setelah mengirim uang, saldonya justru bertambah jadi Rp 600 ribu.

Kemudian, dia menjajal transfer lagi. Hal serupa kembali terjadi. Jumlah uang di rekening pria 45 tahun itu bertambah gendut. Jadi Rp 1,2 juta.

”Itu hanya kebetulan,” ujar Condro, tersangka kasus akses ilegal, saat ditemui Jawa Pos di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, kemarin (2/8).

Mobile_AP_Rectangle 2

Pemilik usaha pembersih lantai itu ditangkap polisi di Majalengka, Jawa Barat, 25 Juni lalu, dalam kasus akses ilegal. Itu terjadi setelah polisi menerima laporan dari salah satu bank BUMN.

Menurut Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim Kombespol Dani Kustoni, secara sederhana, kejahatan yang disangkakan kepada Condro adalah mengakali sistem bank untuk mengirim uang ke rekening tertentu. Jumlah rekening penampung itu mencapai 16 rekening.

Dan, semua dilakukan dengan modal rekening tanpa saldo. Hingga akhirnya ditangkap, jumlah uang yang berhasil dia sebar ke 16 rekening tersebut mencapai total Rp 1,7 miliar.

Bareskrim baru kali pertama ini menemukan kejahatan dengan modus semacam itu. ”Saat ini teknologinya sedang diidentifikasi, dari laptop dan handphone pelaku. Semua sedang diuji laboratorium forensik,” terangnya.

- Advertisement -

JawaPos.com – Tiga bulan lalu Condro Prayitno mengaku mentransfer Rp 300 ribu. Eh, setelah mengirim uang, saldonya justru bertambah jadi Rp 600 ribu.

Kemudian, dia menjajal transfer lagi. Hal serupa kembali terjadi. Jumlah uang di rekening pria 45 tahun itu bertambah gendut. Jadi Rp 1,2 juta.

”Itu hanya kebetulan,” ujar Condro, tersangka kasus akses ilegal, saat ditemui Jawa Pos di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, kemarin (2/8).

Pemilik usaha pembersih lantai itu ditangkap polisi di Majalengka, Jawa Barat, 25 Juni lalu, dalam kasus akses ilegal. Itu terjadi setelah polisi menerima laporan dari salah satu bank BUMN.

Menurut Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim Kombespol Dani Kustoni, secara sederhana, kejahatan yang disangkakan kepada Condro adalah mengakali sistem bank untuk mengirim uang ke rekening tertentu. Jumlah rekening penampung itu mencapai 16 rekening.

Dan, semua dilakukan dengan modal rekening tanpa saldo. Hingga akhirnya ditangkap, jumlah uang yang berhasil dia sebar ke 16 rekening tersebut mencapai total Rp 1,7 miliar.

Bareskrim baru kali pertama ini menemukan kejahatan dengan modus semacam itu. ”Saat ini teknologinya sedang diidentifikasi, dari laptop dan handphone pelaku. Semua sedang diuji laboratorium forensik,” terangnya.

JawaPos.com – Tiga bulan lalu Condro Prayitno mengaku mentransfer Rp 300 ribu. Eh, setelah mengirim uang, saldonya justru bertambah jadi Rp 600 ribu.

Kemudian, dia menjajal transfer lagi. Hal serupa kembali terjadi. Jumlah uang di rekening pria 45 tahun itu bertambah gendut. Jadi Rp 1,2 juta.

”Itu hanya kebetulan,” ujar Condro, tersangka kasus akses ilegal, saat ditemui Jawa Pos di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, kemarin (2/8).

Pemilik usaha pembersih lantai itu ditangkap polisi di Majalengka, Jawa Barat, 25 Juni lalu, dalam kasus akses ilegal. Itu terjadi setelah polisi menerima laporan dari salah satu bank BUMN.

Menurut Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim Kombespol Dani Kustoni, secara sederhana, kejahatan yang disangkakan kepada Condro adalah mengakali sistem bank untuk mengirim uang ke rekening tertentu. Jumlah rekening penampung itu mencapai 16 rekening.

Dan, semua dilakukan dengan modal rekening tanpa saldo. Hingga akhirnya ditangkap, jumlah uang yang berhasil dia sebar ke 16 rekening tersebut mencapai total Rp 1,7 miliar.

Bareskrim baru kali pertama ini menemukan kejahatan dengan modus semacam itu. ”Saat ini teknologinya sedang diidentifikasi, dari laptop dan handphone pelaku. Semua sedang diuji laboratorium forensik,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/