alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Tiga Komunitas Layang-Layang Bertemu Gelar Latihan Bersama

Mobile_AP_Rectangle 1

PONOROGO, RADARJEMBER.ID – Langit Kelurahan Paju berhias layang-layang berukuran raksasa beberapa waktu lalu, selain itu uga ada layang-layang kantong berbagai bentuk. Mulai layangan Ponoragan berbentuk reog, bendera merah putih, hingga berwujud naga dan gurita.

BACA JUGA : Truk Proyek Terguling di Longsor Gumitir, Satu Pekerja Tertimpa Muatan

Memang tidak gampang untuk menerbangkan layangan tersebut, karena itu harus dibantu orang lain. Seperti satu layang-layang naga harus diterbangkan minimal tujuh sampai 10 orang. Tiga orang memegang kepingan atau bagian badan ular memiliki panjang mencapai 125 meter.

Mobile_AP_Rectangle 2

Satu orang memegangi kepala berukuran 35-60 sentimeter.Tiga hingga lima orang lainnya menarik dan menerbangkannya menggunakan tali climbing yang tak gampang putus.Sedikitnya ada empat layang-layang naga berbagai ukuran.

Layang-layang kantong rata-rata memiliki ukuran 4×6 meter. Sayangnya, layang-layang cantik lagi menawan itu tak betah lama mengudara. Angin di sekitar persawahan selatan RSUD dr Harjono Ponorogo kurang bersahabat.

‘’Anginnya kurang kencang. Pekan depan insya Allah kami latihan lagi,’’ kata Nur Hadi Setiono, ketua Komunitas Pelangi.Para pencinta layang-layang hias menggelar ngundho bareng atau menerbangkan bersama.

Mereka dari Komunitas Pelangi, Omah Layangan, dan Gumelang. Latihan ini perdana setelah pandemi Covid-19. ‘’Kami seperti menghirup udara segar kembali setelah dua tahun vakum total,’’ ujar Nur.

Hadi Setiono, mengatakan, penerbangan layang-layang ini sekaligus menandai datangnya kemarau. Musim baru itu dimaknai sebagai harapan baru. Mereka bebas menggelar latihan bareng untuk menyambut berbagai event ke depan tanpa ada rasa waswas terhadap korona.

‘’Selama korona kami dibuat tak berdaya. Nggak bisa latihan, orderan juga sepi,’’ ungkap langganan juara layang-layang di berbagai kota besar itu.Sebagai produsen, Pete sapaan akrab Hadi memiliki pandangan tersendiri terhadap layang-layang.

Menurutnya, layang-layang merupakan simbol kehidupan. Karenanya, butuh ketelitian dan kecermatan sejak dalam proses pembuatan. Satu layang-layang naga berukuran standar dengan diameter 50 sentimeter dan panjang 125 meter butuh waktu pembuatan minimal 1,5 bulan.

- Advertisement -

PONOROGO, RADARJEMBER.ID – Langit Kelurahan Paju berhias layang-layang berukuran raksasa beberapa waktu lalu, selain itu uga ada layang-layang kantong berbagai bentuk. Mulai layangan Ponoragan berbentuk reog, bendera merah putih, hingga berwujud naga dan gurita.

BACA JUGA : Truk Proyek Terguling di Longsor Gumitir, Satu Pekerja Tertimpa Muatan

Memang tidak gampang untuk menerbangkan layangan tersebut, karena itu harus dibantu orang lain. Seperti satu layang-layang naga harus diterbangkan minimal tujuh sampai 10 orang. Tiga orang memegang kepingan atau bagian badan ular memiliki panjang mencapai 125 meter.

Satu orang memegangi kepala berukuran 35-60 sentimeter.Tiga hingga lima orang lainnya menarik dan menerbangkannya menggunakan tali climbing yang tak gampang putus.Sedikitnya ada empat layang-layang naga berbagai ukuran.

Layang-layang kantong rata-rata memiliki ukuran 4×6 meter. Sayangnya, layang-layang cantik lagi menawan itu tak betah lama mengudara. Angin di sekitar persawahan selatan RSUD dr Harjono Ponorogo kurang bersahabat.

‘’Anginnya kurang kencang. Pekan depan insya Allah kami latihan lagi,’’ kata Nur Hadi Setiono, ketua Komunitas Pelangi.Para pencinta layang-layang hias menggelar ngundho bareng atau menerbangkan bersama.

Mereka dari Komunitas Pelangi, Omah Layangan, dan Gumelang. Latihan ini perdana setelah pandemi Covid-19. ‘’Kami seperti menghirup udara segar kembali setelah dua tahun vakum total,’’ ujar Nur.

Hadi Setiono, mengatakan, penerbangan layang-layang ini sekaligus menandai datangnya kemarau. Musim baru itu dimaknai sebagai harapan baru. Mereka bebas menggelar latihan bareng untuk menyambut berbagai event ke depan tanpa ada rasa waswas terhadap korona.

‘’Selama korona kami dibuat tak berdaya. Nggak bisa latihan, orderan juga sepi,’’ ungkap langganan juara layang-layang di berbagai kota besar itu.Sebagai produsen, Pete sapaan akrab Hadi memiliki pandangan tersendiri terhadap layang-layang.

Menurutnya, layang-layang merupakan simbol kehidupan. Karenanya, butuh ketelitian dan kecermatan sejak dalam proses pembuatan. Satu layang-layang naga berukuran standar dengan diameter 50 sentimeter dan panjang 125 meter butuh waktu pembuatan minimal 1,5 bulan.

PONOROGO, RADARJEMBER.ID – Langit Kelurahan Paju berhias layang-layang berukuran raksasa beberapa waktu lalu, selain itu uga ada layang-layang kantong berbagai bentuk. Mulai layangan Ponoragan berbentuk reog, bendera merah putih, hingga berwujud naga dan gurita.

BACA JUGA : Truk Proyek Terguling di Longsor Gumitir, Satu Pekerja Tertimpa Muatan

Memang tidak gampang untuk menerbangkan layangan tersebut, karena itu harus dibantu orang lain. Seperti satu layang-layang naga harus diterbangkan minimal tujuh sampai 10 orang. Tiga orang memegang kepingan atau bagian badan ular memiliki panjang mencapai 125 meter.

Satu orang memegangi kepala berukuran 35-60 sentimeter.Tiga hingga lima orang lainnya menarik dan menerbangkannya menggunakan tali climbing yang tak gampang putus.Sedikitnya ada empat layang-layang naga berbagai ukuran.

Layang-layang kantong rata-rata memiliki ukuran 4×6 meter. Sayangnya, layang-layang cantik lagi menawan itu tak betah lama mengudara. Angin di sekitar persawahan selatan RSUD dr Harjono Ponorogo kurang bersahabat.

‘’Anginnya kurang kencang. Pekan depan insya Allah kami latihan lagi,’’ kata Nur Hadi Setiono, ketua Komunitas Pelangi.Para pencinta layang-layang hias menggelar ngundho bareng atau menerbangkan bersama.

Mereka dari Komunitas Pelangi, Omah Layangan, dan Gumelang. Latihan ini perdana setelah pandemi Covid-19. ‘’Kami seperti menghirup udara segar kembali setelah dua tahun vakum total,’’ ujar Nur.

Hadi Setiono, mengatakan, penerbangan layang-layang ini sekaligus menandai datangnya kemarau. Musim baru itu dimaknai sebagai harapan baru. Mereka bebas menggelar latihan bareng untuk menyambut berbagai event ke depan tanpa ada rasa waswas terhadap korona.

‘’Selama korona kami dibuat tak berdaya. Nggak bisa latihan, orderan juga sepi,’’ ungkap langganan juara layang-layang di berbagai kota besar itu.Sebagai produsen, Pete sapaan akrab Hadi memiliki pandangan tersendiri terhadap layang-layang.

Menurutnya, layang-layang merupakan simbol kehidupan. Karenanya, butuh ketelitian dan kecermatan sejak dalam proses pembuatan. Satu layang-layang naga berukuran standar dengan diameter 50 sentimeter dan panjang 125 meter butuh waktu pembuatan minimal 1,5 bulan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/