alexametrics
23.4 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Sapi Bunting Jadi Prioritas Tidak Divaksin PMK

Mobile_AP_Rectangle 1

MAGETAN, RADARJEMBER.ID – Peternak di Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, selektif dalam memilih sapi yang akan disuntik vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK). Nardi, misalnya. Kendati punya 13 ekor sapi, hanya delapan ekor yang divaksinasi. ‘’Ada yang depresi sehingga belum bisa disuntik,’’ kata peternak 43 tahun itu, Selasa (28/6).

BACA JUGA: Truk Proyek Terguling di Longsor Gumitir, Satu Pekerja Tertimpa Muatan

Selain itu, ada empat ekor sapi lain di peternakan Nardi tidak disuntik vaksin karena tengah hamil tua. Menurutnya, terlalu riskan jika keempat sapi itu diimunisasi. ‘’Usia kehamilannya rata-rata sekitar delapan bulan,’’ terang Nardi.Sebelum disuntik vaksin, belasan sapi perah milik Nardi diberi jamu herbal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahannya dari empon-empon seperti kunyit dan temu lawak. Juga jeruk nipis, kecap, dan vitamin B kompleks. ‘’Saya bersyukur pemerintah memprioritaskan vaksin untuk sapi perah,’’ tuturnya.Mono juga enggan menyuntikkan vaksin kepada sapinya yang bunting. Dari tiga sapi miliknya, dua ekor dalam kondisi hamil.

Satu ekor lainnya sehat. Namun, pada akhirnya Mono memilih menunda vaksinasi untuk ketiga ternaknya itu, karena diantara sapi milik pria tersebut ada yang lagi bunting. Dabn tidak lama lagi bakal melahirkan.‘’Menunggu sapi yang hamil melahirkan dulu, baru semua divaksin bersamaan,’’ ujar peternak 60 tahun tersebut. (*)

- Advertisement -

MAGETAN, RADARJEMBER.ID – Peternak di Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, selektif dalam memilih sapi yang akan disuntik vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK). Nardi, misalnya. Kendati punya 13 ekor sapi, hanya delapan ekor yang divaksinasi. ‘’Ada yang depresi sehingga belum bisa disuntik,’’ kata peternak 43 tahun itu, Selasa (28/6).

BACA JUGA: Truk Proyek Terguling di Longsor Gumitir, Satu Pekerja Tertimpa Muatan

Selain itu, ada empat ekor sapi lain di peternakan Nardi tidak disuntik vaksin karena tengah hamil tua. Menurutnya, terlalu riskan jika keempat sapi itu diimunisasi. ‘’Usia kehamilannya rata-rata sekitar delapan bulan,’’ terang Nardi.Sebelum disuntik vaksin, belasan sapi perah milik Nardi diberi jamu herbal.

Bahannya dari empon-empon seperti kunyit dan temu lawak. Juga jeruk nipis, kecap, dan vitamin B kompleks. ‘’Saya bersyukur pemerintah memprioritaskan vaksin untuk sapi perah,’’ tuturnya.Mono juga enggan menyuntikkan vaksin kepada sapinya yang bunting. Dari tiga sapi miliknya, dua ekor dalam kondisi hamil.

Satu ekor lainnya sehat. Namun, pada akhirnya Mono memilih menunda vaksinasi untuk ketiga ternaknya itu, karena diantara sapi milik pria tersebut ada yang lagi bunting. Dabn tidak lama lagi bakal melahirkan.‘’Menunggu sapi yang hamil melahirkan dulu, baru semua divaksin bersamaan,’’ ujar peternak 60 tahun tersebut. (*)

MAGETAN, RADARJEMBER.ID – Peternak di Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, selektif dalam memilih sapi yang akan disuntik vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK). Nardi, misalnya. Kendati punya 13 ekor sapi, hanya delapan ekor yang divaksinasi. ‘’Ada yang depresi sehingga belum bisa disuntik,’’ kata peternak 43 tahun itu, Selasa (28/6).

BACA JUGA: Truk Proyek Terguling di Longsor Gumitir, Satu Pekerja Tertimpa Muatan

Selain itu, ada empat ekor sapi lain di peternakan Nardi tidak disuntik vaksin karena tengah hamil tua. Menurutnya, terlalu riskan jika keempat sapi itu diimunisasi. ‘’Usia kehamilannya rata-rata sekitar delapan bulan,’’ terang Nardi.Sebelum disuntik vaksin, belasan sapi perah milik Nardi diberi jamu herbal.

Bahannya dari empon-empon seperti kunyit dan temu lawak. Juga jeruk nipis, kecap, dan vitamin B kompleks. ‘’Saya bersyukur pemerintah memprioritaskan vaksin untuk sapi perah,’’ tuturnya.Mono juga enggan menyuntikkan vaksin kepada sapinya yang bunting. Dari tiga sapi miliknya, dua ekor dalam kondisi hamil.

Satu ekor lainnya sehat. Namun, pada akhirnya Mono memilih menunda vaksinasi untuk ketiga ternaknya itu, karena diantara sapi milik pria tersebut ada yang lagi bunting. Dabn tidak lama lagi bakal melahirkan.‘’Menunggu sapi yang hamil melahirkan dulu, baru semua divaksin bersamaan,’’ ujar peternak 60 tahun tersebut. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/