alexametrics
23.4 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Jokowi Bilang Capaian Vaksinasi Booster Minim

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA RADARJEMBER.ID-Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya kemarin (4/7) menggelar rapat terkait kondisi Covid-19 saat ini. Kepala negara menyayangkan angka vaksinasi ketiga atau booster yang masih minim. Di sisi lain, kasus positif terus melonjak.

BACA JUGA: DPR Sebut Ada Permainan Cukai rokok

Jokowi terus mendorong agar vaksinasi booster digalakkan kembali. Hingga kemarin baru 24,5 persen atau 51.112.102 orang dan telah mendapatkan vaksin ketiga Covid-19. ”Ia meminta panglima TNI, Kapolri, Kemenkes, dan BNPB untuk mendorong vaksinasi booster ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat memimpin rapat. Presiden meminta daerah dengan interaksi penduduk tinggi mendapat perhatian lebih.Untuk menerjemahkan imbauan presiden tersebut, pemerintah akan mulai menerapkan kebijakan wajib vaksin booster

Hal itu dikatakan oleh Jokowi, sebagai syarat masuk ke ruang publik dan perjalanan jarak jauh paling lambat dua minggu lagi.Seperti disampaikan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kemarin.

Dengan kata lain, itulah sisa waktu yang dimiliki masyarakat untuk segera mengambil dosis ketiga jika ingin tetap mengakses tempat-tempat keramaian dan melakukan perjalanan jauh antardaerah.

Kebijakan baru tersebut akan diatur melalui peraturan satgas dan turunan lainnya. Luhut, yang juga menjabat koordinator pelaksanaan PPKM Jawa-Bali, menyebutkan, berdasar data dari berbagai sumber, telah ditemukan peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara.

Seperti di Prancis, Italia, dan Jerman. Kenaikan signifikan juga terjadi di negara tetangga Singapura. Kabar baiknya, kata Luhut, Indonesia menempati posisi terendah pada kasus harian terhadap populasi jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga lainnya.

Untuk mendorong cakupan vaksinasi booster, syarat perjalanan dan masuk tempat umum seperti mal dan perkantoran akan diubah jadi vaksinasi booster. Untuk mendukung hal itu, sudah disiapkan sentra-sentra vaksinasi di berbagai tempat.

Seperti bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan yang juga akan diaktifkan kembali untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi.Seusai rapat, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan masyarakat bahwa pandemi belum berakhir.

- Advertisement -

JAKARTA RADARJEMBER.ID-Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya kemarin (4/7) menggelar rapat terkait kondisi Covid-19 saat ini. Kepala negara menyayangkan angka vaksinasi ketiga atau booster yang masih minim. Di sisi lain, kasus positif terus melonjak.

BACA JUGA: DPR Sebut Ada Permainan Cukai rokok

Jokowi terus mendorong agar vaksinasi booster digalakkan kembali. Hingga kemarin baru 24,5 persen atau 51.112.102 orang dan telah mendapatkan vaksin ketiga Covid-19. ”Ia meminta panglima TNI, Kapolri, Kemenkes, dan BNPB untuk mendorong vaksinasi booster ini.

Saat memimpin rapat. Presiden meminta daerah dengan interaksi penduduk tinggi mendapat perhatian lebih.Untuk menerjemahkan imbauan presiden tersebut, pemerintah akan mulai menerapkan kebijakan wajib vaksin booster

Hal itu dikatakan oleh Jokowi, sebagai syarat masuk ke ruang publik dan perjalanan jarak jauh paling lambat dua minggu lagi.Seperti disampaikan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kemarin.

Dengan kata lain, itulah sisa waktu yang dimiliki masyarakat untuk segera mengambil dosis ketiga jika ingin tetap mengakses tempat-tempat keramaian dan melakukan perjalanan jauh antardaerah.

Kebijakan baru tersebut akan diatur melalui peraturan satgas dan turunan lainnya. Luhut, yang juga menjabat koordinator pelaksanaan PPKM Jawa-Bali, menyebutkan, berdasar data dari berbagai sumber, telah ditemukan peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara.

Seperti di Prancis, Italia, dan Jerman. Kenaikan signifikan juga terjadi di negara tetangga Singapura. Kabar baiknya, kata Luhut, Indonesia menempati posisi terendah pada kasus harian terhadap populasi jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga lainnya.

Untuk mendorong cakupan vaksinasi booster, syarat perjalanan dan masuk tempat umum seperti mal dan perkantoran akan diubah jadi vaksinasi booster. Untuk mendukung hal itu, sudah disiapkan sentra-sentra vaksinasi di berbagai tempat.

Seperti bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan yang juga akan diaktifkan kembali untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi.Seusai rapat, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan masyarakat bahwa pandemi belum berakhir.

JAKARTA RADARJEMBER.ID-Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya kemarin (4/7) menggelar rapat terkait kondisi Covid-19 saat ini. Kepala negara menyayangkan angka vaksinasi ketiga atau booster yang masih minim. Di sisi lain, kasus positif terus melonjak.

BACA JUGA: DPR Sebut Ada Permainan Cukai rokok

Jokowi terus mendorong agar vaksinasi booster digalakkan kembali. Hingga kemarin baru 24,5 persen atau 51.112.102 orang dan telah mendapatkan vaksin ketiga Covid-19. ”Ia meminta panglima TNI, Kapolri, Kemenkes, dan BNPB untuk mendorong vaksinasi booster ini.

Saat memimpin rapat. Presiden meminta daerah dengan interaksi penduduk tinggi mendapat perhatian lebih.Untuk menerjemahkan imbauan presiden tersebut, pemerintah akan mulai menerapkan kebijakan wajib vaksin booster

Hal itu dikatakan oleh Jokowi, sebagai syarat masuk ke ruang publik dan perjalanan jarak jauh paling lambat dua minggu lagi.Seperti disampaikan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kemarin.

Dengan kata lain, itulah sisa waktu yang dimiliki masyarakat untuk segera mengambil dosis ketiga jika ingin tetap mengakses tempat-tempat keramaian dan melakukan perjalanan jauh antardaerah.

Kebijakan baru tersebut akan diatur melalui peraturan satgas dan turunan lainnya. Luhut, yang juga menjabat koordinator pelaksanaan PPKM Jawa-Bali, menyebutkan, berdasar data dari berbagai sumber, telah ditemukan peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara.

Seperti di Prancis, Italia, dan Jerman. Kenaikan signifikan juga terjadi di negara tetangga Singapura. Kabar baiknya, kata Luhut, Indonesia menempati posisi terendah pada kasus harian terhadap populasi jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga lainnya.

Untuk mendorong cakupan vaksinasi booster, syarat perjalanan dan masuk tempat umum seperti mal dan perkantoran akan diubah jadi vaksinasi booster. Untuk mendukung hal itu, sudah disiapkan sentra-sentra vaksinasi di berbagai tempat.

Seperti bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan yang juga akan diaktifkan kembali untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi.Seusai rapat, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan masyarakat bahwa pandemi belum berakhir.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/