alexametrics
26.7 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Kasus Covid 2,28jt, 46 TKA Asal Tiongkok Masuk Indonesia

Mobile_AP_Rectangle 1

BANTAENG,RADARJEMBER.ID- Sebanyak 20 pekerja asing asal Tiongkok tiba di bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makasar pada sabtu (3/7) pukul 20.10 WITA. Mereka menumpangi pesawat Citlink QG-426 dari Jakarta.

Mereka merupakan pekerja proyek yang bekerja di PT Huadi Nikel untuk membangun smelter di kabupaten Bantaeng.

Sebelum tiba di Sulsel mereka terlebih dahulu menjalani karantina dan pemeriksaan swab atau usap PCR di Jakarta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut informasi sejauh ini sudah ada 46 TKA asal Tiongkok yang masuk di Indonesia. Sebelumnya ada 9 TKA pada 29 juni dan 17 orang pada 1 juli kemudian 20 orang yang baru masuk pada sabtu (3/7).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel andi Darmawan Bintang membenarkan tentang kedatangan TKA asal Tiongkok tersebut.

”Dua puluh orang pekerja asing yang datang itu rombongan ketiga, totalnya sudah 46 orang,” sebut Andi Darmawan Bintang melansir dari Jawapos.com.

Meskipun sudah melalukan karantina dan dites usap PCR namun ternyata ke 20 TKA tersebut belum mengantongi izin memperkerjakan tenaga asing (IMTA) dari pemerintah pusat melalui kementrian terkait. Walaupun masih dugaan awal namun pihak Disnaker tetap akan melakukan pemeriksaan kelanjutan bersama imigrasi berkaitan dengan izin bekerja PT Huadi NIkel.

“Tetap kita lakukan pengawasan, karena itu bagian dari UPT Disnaker di Bulukumba. koordinasi dengan pihak perusahaan maupun pemerintah Kabupaten Bantaeng sedang dilakukan guna memastikan tidak ada pelanggaran maupun penyebaran virus Covid-19 dibawa oleh mereka,” ujar Andi Darmawan Bintang.(Va)

 

- Advertisement -

BANTAENG,RADARJEMBER.ID- Sebanyak 20 pekerja asing asal Tiongkok tiba di bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makasar pada sabtu (3/7) pukul 20.10 WITA. Mereka menumpangi pesawat Citlink QG-426 dari Jakarta.

Mereka merupakan pekerja proyek yang bekerja di PT Huadi Nikel untuk membangun smelter di kabupaten Bantaeng.

Sebelum tiba di Sulsel mereka terlebih dahulu menjalani karantina dan pemeriksaan swab atau usap PCR di Jakarta.

Menurut informasi sejauh ini sudah ada 46 TKA asal Tiongkok yang masuk di Indonesia. Sebelumnya ada 9 TKA pada 29 juni dan 17 orang pada 1 juli kemudian 20 orang yang baru masuk pada sabtu (3/7).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel andi Darmawan Bintang membenarkan tentang kedatangan TKA asal Tiongkok tersebut.

”Dua puluh orang pekerja asing yang datang itu rombongan ketiga, totalnya sudah 46 orang,” sebut Andi Darmawan Bintang melansir dari Jawapos.com.

Meskipun sudah melalukan karantina dan dites usap PCR namun ternyata ke 20 TKA tersebut belum mengantongi izin memperkerjakan tenaga asing (IMTA) dari pemerintah pusat melalui kementrian terkait. Walaupun masih dugaan awal namun pihak Disnaker tetap akan melakukan pemeriksaan kelanjutan bersama imigrasi berkaitan dengan izin bekerja PT Huadi NIkel.

“Tetap kita lakukan pengawasan, karena itu bagian dari UPT Disnaker di Bulukumba. koordinasi dengan pihak perusahaan maupun pemerintah Kabupaten Bantaeng sedang dilakukan guna memastikan tidak ada pelanggaran maupun penyebaran virus Covid-19 dibawa oleh mereka,” ujar Andi Darmawan Bintang.(Va)

 

BANTAENG,RADARJEMBER.ID- Sebanyak 20 pekerja asing asal Tiongkok tiba di bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makasar pada sabtu (3/7) pukul 20.10 WITA. Mereka menumpangi pesawat Citlink QG-426 dari Jakarta.

Mereka merupakan pekerja proyek yang bekerja di PT Huadi Nikel untuk membangun smelter di kabupaten Bantaeng.

Sebelum tiba di Sulsel mereka terlebih dahulu menjalani karantina dan pemeriksaan swab atau usap PCR di Jakarta.

Menurut informasi sejauh ini sudah ada 46 TKA asal Tiongkok yang masuk di Indonesia. Sebelumnya ada 9 TKA pada 29 juni dan 17 orang pada 1 juli kemudian 20 orang yang baru masuk pada sabtu (3/7).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel andi Darmawan Bintang membenarkan tentang kedatangan TKA asal Tiongkok tersebut.

”Dua puluh orang pekerja asing yang datang itu rombongan ketiga, totalnya sudah 46 orang,” sebut Andi Darmawan Bintang melansir dari Jawapos.com.

Meskipun sudah melalukan karantina dan dites usap PCR namun ternyata ke 20 TKA tersebut belum mengantongi izin memperkerjakan tenaga asing (IMTA) dari pemerintah pusat melalui kementrian terkait. Walaupun masih dugaan awal namun pihak Disnaker tetap akan melakukan pemeriksaan kelanjutan bersama imigrasi berkaitan dengan izin bekerja PT Huadi NIkel.

“Tetap kita lakukan pengawasan, karena itu bagian dari UPT Disnaker di Bulukumba. koordinasi dengan pihak perusahaan maupun pemerintah Kabupaten Bantaeng sedang dilakukan guna memastikan tidak ada pelanggaran maupun penyebaran virus Covid-19 dibawa oleh mereka,” ujar Andi Darmawan Bintang.(Va)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/