alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Serahkan Kembali Kepada Satgas Penghentian PTM

Mobile_AP_Rectangle 1

JOGJAKARTA,RADARJEMBER.ID-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Jogjakarta ( DIJ) tidak mau gegabah untuk mengambil keputusan menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) saat kasus Covid-19 masih tinggi.

BACA JUGA : Desa Penari Sukoharjo Dulu Gelap Gulita Rawan Kejahatan

Utamanya jika ada Covid-19 di sekolah. Kebijakan menghentikan PTM, tergantung keputusan satuan tugas di sekolah masing-masing. Kadarmanta Baskara aji, Sekretaris Provinsi DIJ mengatakan, sejatinya ketika muncul Covid-19, pihak sekolah paling dahulu tahu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bagaimana kondisi persebarannya. Maka, PTM tak serta merta langsung dihentikan. Karena yang paling tahu kasususnya adalah sekolah.” Apakah harus dihentikan semua atau tidak,” kata Aji kepada wartawan.

Ia menjelaskan ketika ada siswa terpapar di sekolah, pengambilan kebijakan untuk menutup tidaknya belajar tatap muka sepenuhnya di tangan satgas sekolah. Apakah PTM harus dihentikan semua, atau hanya mereka yang positif serta pada level kelas saja yang dihentikan.

“Itu biar saja yang memutuskan satgas sekolah,” uja Aji.Satgas sekolah diyakini akan mengetahui dampak-dampak tertentu dari skenario yang ditegakkan jika muncul kasus Covid-19. Pun tidak harus menunggu 5 persen yang terpapar untuk upaya pemutusan rantai penularan.

Satgas sekolah di seluruh wilayah DIJ cukup pengalaman untuk mengambil keputusan, terlebih kala terjadi penularan Covid-19 di sekolah. “Jadi apakah hanya sebagian yang kena saja yang kemudian harus istirahat. Atau semuanya diberhentikan dulu,” jelas dia.

- Advertisement -

JOGJAKARTA,RADARJEMBER.ID-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Jogjakarta ( DIJ) tidak mau gegabah untuk mengambil keputusan menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) saat kasus Covid-19 masih tinggi.

BACA JUGA : Desa Penari Sukoharjo Dulu Gelap Gulita Rawan Kejahatan

Utamanya jika ada Covid-19 di sekolah. Kebijakan menghentikan PTM, tergantung keputusan satuan tugas di sekolah masing-masing. Kadarmanta Baskara aji, Sekretaris Provinsi DIJ mengatakan, sejatinya ketika muncul Covid-19, pihak sekolah paling dahulu tahu.

Bagaimana kondisi persebarannya. Maka, PTM tak serta merta langsung dihentikan. Karena yang paling tahu kasususnya adalah sekolah.” Apakah harus dihentikan semua atau tidak,” kata Aji kepada wartawan.

Ia menjelaskan ketika ada siswa terpapar di sekolah, pengambilan kebijakan untuk menutup tidaknya belajar tatap muka sepenuhnya di tangan satgas sekolah. Apakah PTM harus dihentikan semua, atau hanya mereka yang positif serta pada level kelas saja yang dihentikan.

“Itu biar saja yang memutuskan satgas sekolah,” uja Aji.Satgas sekolah diyakini akan mengetahui dampak-dampak tertentu dari skenario yang ditegakkan jika muncul kasus Covid-19. Pun tidak harus menunggu 5 persen yang terpapar untuk upaya pemutusan rantai penularan.

Satgas sekolah di seluruh wilayah DIJ cukup pengalaman untuk mengambil keputusan, terlebih kala terjadi penularan Covid-19 di sekolah. “Jadi apakah hanya sebagian yang kena saja yang kemudian harus istirahat. Atau semuanya diberhentikan dulu,” jelas dia.

JOGJAKARTA,RADARJEMBER.ID-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Jogjakarta ( DIJ) tidak mau gegabah untuk mengambil keputusan menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) saat kasus Covid-19 masih tinggi.

BACA JUGA : Desa Penari Sukoharjo Dulu Gelap Gulita Rawan Kejahatan

Utamanya jika ada Covid-19 di sekolah. Kebijakan menghentikan PTM, tergantung keputusan satuan tugas di sekolah masing-masing. Kadarmanta Baskara aji, Sekretaris Provinsi DIJ mengatakan, sejatinya ketika muncul Covid-19, pihak sekolah paling dahulu tahu.

Bagaimana kondisi persebarannya. Maka, PTM tak serta merta langsung dihentikan. Karena yang paling tahu kasususnya adalah sekolah.” Apakah harus dihentikan semua atau tidak,” kata Aji kepada wartawan.

Ia menjelaskan ketika ada siswa terpapar di sekolah, pengambilan kebijakan untuk menutup tidaknya belajar tatap muka sepenuhnya di tangan satgas sekolah. Apakah PTM harus dihentikan semua, atau hanya mereka yang positif serta pada level kelas saja yang dihentikan.

“Itu biar saja yang memutuskan satgas sekolah,” uja Aji.Satgas sekolah diyakini akan mengetahui dampak-dampak tertentu dari skenario yang ditegakkan jika muncul kasus Covid-19. Pun tidak harus menunggu 5 persen yang terpapar untuk upaya pemutusan rantai penularan.

Satgas sekolah di seluruh wilayah DIJ cukup pengalaman untuk mengambil keputusan, terlebih kala terjadi penularan Covid-19 di sekolah. “Jadi apakah hanya sebagian yang kena saja yang kemudian harus istirahat. Atau semuanya diberhentikan dulu,” jelas dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/