alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Pagawak Diduga Larikan Diri ke Papua Nugini saat Akan Dijemput Paksa KPK

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Dugaan mengondisikan para pemenang proyek di Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua, ditujukan KPK kepada Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RHP).

BACA JUGA : Hati-hati Garam Bisa Percepat Kematian

Hal tersebut dikonfirmasi KPK kepada Wakil Bupati Mamberamo Tengah Yonas Kenelak, yang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Pagawak di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/8) dalam penyidikan kasus dugaan suap serta gratifikasi terkait pelaksanaan berbagai proyek di Pemkab Mamberamo Tengah.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Dikonfirmasi antara lain terkait dengan beberapa pengerjaan proyek di Pemkab Mamberamo Tengah dan diduga para pemenang proyek dikondisikan untuk dimenangkan oleh tersangka RHP,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, di Jakarta.

Kalenak enggan menjelaskan soal pemeriksaannya usai diperiksa. KPK juga memanggil seorang saksi lainnya untuk Pagawak, yakni PNS Mamberamo Tengah bernama Slamet, yang tidak menghadiri panggilan. “Tidak hadir namun konfirmasi untuk penjadwalan ulang,” katanya.

KPK belum mengumumkan secara resmi soal status Pagawak. KPK akan menyampaikan saat penyidikan dirasa cukup dan telah dilakukan upaya tangkap paksa maupun penahanan.

KPK telah memasukkan dia ke dalam daftar pencarian orang sejak 15 Juli 2022, yang diduga melarikan diri ke Papua Nugini ketika hendak dijemput paksa tim penyidik KPK.

- Advertisement -

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Dugaan mengondisikan para pemenang proyek di Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua, ditujukan KPK kepada Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RHP).

BACA JUGA : Hati-hati Garam Bisa Percepat Kematian

Hal tersebut dikonfirmasi KPK kepada Wakil Bupati Mamberamo Tengah Yonas Kenelak, yang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Pagawak di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/8) dalam penyidikan kasus dugaan suap serta gratifikasi terkait pelaksanaan berbagai proyek di Pemkab Mamberamo Tengah.

“Dikonfirmasi antara lain terkait dengan beberapa pengerjaan proyek di Pemkab Mamberamo Tengah dan diduga para pemenang proyek dikondisikan untuk dimenangkan oleh tersangka RHP,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, di Jakarta.

Kalenak enggan menjelaskan soal pemeriksaannya usai diperiksa. KPK juga memanggil seorang saksi lainnya untuk Pagawak, yakni PNS Mamberamo Tengah bernama Slamet, yang tidak menghadiri panggilan. “Tidak hadir namun konfirmasi untuk penjadwalan ulang,” katanya.

KPK belum mengumumkan secara resmi soal status Pagawak. KPK akan menyampaikan saat penyidikan dirasa cukup dan telah dilakukan upaya tangkap paksa maupun penahanan.

KPK telah memasukkan dia ke dalam daftar pencarian orang sejak 15 Juli 2022, yang diduga melarikan diri ke Papua Nugini ketika hendak dijemput paksa tim penyidik KPK.

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Dugaan mengondisikan para pemenang proyek di Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua, ditujukan KPK kepada Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RHP).

BACA JUGA : Hati-hati Garam Bisa Percepat Kematian

Hal tersebut dikonfirmasi KPK kepada Wakil Bupati Mamberamo Tengah Yonas Kenelak, yang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Pagawak di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/8) dalam penyidikan kasus dugaan suap serta gratifikasi terkait pelaksanaan berbagai proyek di Pemkab Mamberamo Tengah.

“Dikonfirmasi antara lain terkait dengan beberapa pengerjaan proyek di Pemkab Mamberamo Tengah dan diduga para pemenang proyek dikondisikan untuk dimenangkan oleh tersangka RHP,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, di Jakarta.

Kalenak enggan menjelaskan soal pemeriksaannya usai diperiksa. KPK juga memanggil seorang saksi lainnya untuk Pagawak, yakni PNS Mamberamo Tengah bernama Slamet, yang tidak menghadiri panggilan. “Tidak hadir namun konfirmasi untuk penjadwalan ulang,” katanya.

KPK belum mengumumkan secara resmi soal status Pagawak. KPK akan menyampaikan saat penyidikan dirasa cukup dan telah dilakukan upaya tangkap paksa maupun penahanan.

KPK telah memasukkan dia ke dalam daftar pencarian orang sejak 15 Juli 2022, yang diduga melarikan diri ke Papua Nugini ketika hendak dijemput paksa tim penyidik KPK.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/