alexametrics
20.8 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Kenakan Seragam Polisi, Ferdy Sambo Diperiksa Bareskrim Polri

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri memeriksa Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo sebagai saksi terkait kasus terbunuhnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua oleh Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Mengenakan seragam polisi, Sambo tiba di lobi Gedung Bareskrim sekitar pukul 10.14 WIB, dengan pengawalan ketat dari para ajudan dan beberapa polisi lain. Dia telah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Indonesia.

Sambo mengatakan bahwa dia telah empat kali diperiksa terkait kasus baku-tembak di rumahnya, yang menewaskan satu ajudannya itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya hadir memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Pemeriksaan hari ini adalah pemeriksaan yang keempat. Saya sudah memberikan keterangan kepada penyidik Polres Jaksel, Polda Metro Jaya, sekarang yang keempat di Bareskrim Polri,” jelas Sambo kepada wartawan yang telah menunggu kedatangannya.

Untuk pertama kalinya jenderal bintang dua polisi alumnus Akademi Kepolisian 1994 itu muncul di hadapan media sejak peristiwa tembak-menembak di rumahnya terjadi Jumat lalu (8/7). Dia salah satu jenderal bintang dua polisi yang paling muda usianya dan menjabat kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Indonesia pada usia 47 tahun.

“Selanjutnya saya juga intinya menyampaikan permohonan maaf kepada institusi terkait peristiwa yang terjadi di rumah dinas saya di Duren Tiga,” terang Sambo yang juga menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Brigadir Yosua.

- Advertisement -

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri memeriksa Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo sebagai saksi terkait kasus terbunuhnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua oleh Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Mengenakan seragam polisi, Sambo tiba di lobi Gedung Bareskrim sekitar pukul 10.14 WIB, dengan pengawalan ketat dari para ajudan dan beberapa polisi lain. Dia telah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Indonesia.

Sambo mengatakan bahwa dia telah empat kali diperiksa terkait kasus baku-tembak di rumahnya, yang menewaskan satu ajudannya itu.

“Saya hadir memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Pemeriksaan hari ini adalah pemeriksaan yang keempat. Saya sudah memberikan keterangan kepada penyidik Polres Jaksel, Polda Metro Jaya, sekarang yang keempat di Bareskrim Polri,” jelas Sambo kepada wartawan yang telah menunggu kedatangannya.

Untuk pertama kalinya jenderal bintang dua polisi alumnus Akademi Kepolisian 1994 itu muncul di hadapan media sejak peristiwa tembak-menembak di rumahnya terjadi Jumat lalu (8/7). Dia salah satu jenderal bintang dua polisi yang paling muda usianya dan menjabat kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Indonesia pada usia 47 tahun.

“Selanjutnya saya juga intinya menyampaikan permohonan maaf kepada institusi terkait peristiwa yang terjadi di rumah dinas saya di Duren Tiga,” terang Sambo yang juga menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Brigadir Yosua.

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri memeriksa Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo sebagai saksi terkait kasus terbunuhnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua oleh Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Mengenakan seragam polisi, Sambo tiba di lobi Gedung Bareskrim sekitar pukul 10.14 WIB, dengan pengawalan ketat dari para ajudan dan beberapa polisi lain. Dia telah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Indonesia.

Sambo mengatakan bahwa dia telah empat kali diperiksa terkait kasus baku-tembak di rumahnya, yang menewaskan satu ajudannya itu.

“Saya hadir memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Pemeriksaan hari ini adalah pemeriksaan yang keempat. Saya sudah memberikan keterangan kepada penyidik Polres Jaksel, Polda Metro Jaya, sekarang yang keempat di Bareskrim Polri,” jelas Sambo kepada wartawan yang telah menunggu kedatangannya.

Untuk pertama kalinya jenderal bintang dua polisi alumnus Akademi Kepolisian 1994 itu muncul di hadapan media sejak peristiwa tembak-menembak di rumahnya terjadi Jumat lalu (8/7). Dia salah satu jenderal bintang dua polisi yang paling muda usianya dan menjabat kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Indonesia pada usia 47 tahun.

“Selanjutnya saya juga intinya menyampaikan permohonan maaf kepada institusi terkait peristiwa yang terjadi di rumah dinas saya di Duren Tiga,” terang Sambo yang juga menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Brigadir Yosua.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/