alexametrics
30.2 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Gede Darma Tak Lagi PNS Kini Jadi Bos Babi Guling

Mobile_AP_Rectangle 1

JOGJAKARTA, RADARJEMBER.ID – Gede Dharma sudah 27 tahun tinggal di Jogyakarta. Ia menetap bersama sang istri Prihatin Nur Setiowati di kawasan Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Jogjakarta.

BACA JUGA : Jemaah Umrah Wajib Booster, Travel Umrah Ketar-ketir

Kini ia sibuk mengelola usaha kuliner dan ia rintis sejak tahun 2000 silam. Usaha kuliner Nasi Babi Guling itu disambut baik di lingkungan Banguntapan. Lokasi tak jauh dari Pura Jagatnatha Banguntapan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Warga di sekitar juga lebih banyak umat hindu dan nasrani, sehingga sangat mendukung usaha yang dilakoninya. Dahulu, usaha itu dirintis bersama tiga orang lainnya, seorang teman dari Seririt, Bukit Pecatu, dan adiknya. Mereka berempat lantas dengan serius menggarap usaha itu.

Waktu, usahanya berkembang. Namun kini usaha itu telah dijalankannya secara mandiri, sementara rekan lainnya memutuskan untuk beralih.Sebelum membuka usaha, Gede Dharma merantau ke Yogyakarta untuk kuliah di jurusan Teknik Komputer.

Untuk menambah penghasilan, ia pun membuka kursus komputer. Pendapatan dari kursus itu dirasa tidak cukup. Terlebih ia telah berkeluarga. “Dahulu awalnya hanya nasi campur biasa untuk menambah penghasilan. Saya kelola bersama istri,” kata dia.

Perlahan usahanya berkembang pesat. Kemudian ia menambah menu Nasi Babi Guling. Tak disangka menu baru itu direspon baik konsumen. Tak tangung-tanggung dalam seminggu ia menghabiskan 200 kilogram daging babi dan 3 ekor babi untuk babi guling.

Kini ia mempekerjakan 15 orang karyawan. “Kalau dahulu seminggu sampai 4 babi guling,” singkatnya.Setelah usahanya berjalan mulus, Alumni SMA Negeri 2 Singaraja ini lantas lolos sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Ia kemudian mengajar pelajaran TIK di SMPN 1 Piyungan, Bantul pada tahun 2009. Namun, pada tahun 2016 lalu, ia memilih mengundurkan diri menjadi PNS. Keputusan besar itu ia pilih demi bisa fokus pada usahanya.

“Setelah buka usaha itu saya keterima jadi PNS. Saya coba jalani dua-duanya ternyata saya tidak bisa. Saya tidak bisa fokus jadi guru, usaha saya juga tidak fokus saya jalani. Akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan usaha saja,” terangnya.

Pria asal Banjar Dinas Tabang, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan itu pun dengan jujur mempromosikan usaha kuliner B2 tersebut. Dengan lantang ia suarakan usahanya bukan untuk umum.

- Advertisement -

JOGJAKARTA, RADARJEMBER.ID – Gede Dharma sudah 27 tahun tinggal di Jogyakarta. Ia menetap bersama sang istri Prihatin Nur Setiowati di kawasan Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Jogjakarta.

BACA JUGA : Jemaah Umrah Wajib Booster, Travel Umrah Ketar-ketir

Kini ia sibuk mengelola usaha kuliner dan ia rintis sejak tahun 2000 silam. Usaha kuliner Nasi Babi Guling itu disambut baik di lingkungan Banguntapan. Lokasi tak jauh dari Pura Jagatnatha Banguntapan.

Warga di sekitar juga lebih banyak umat hindu dan nasrani, sehingga sangat mendukung usaha yang dilakoninya. Dahulu, usaha itu dirintis bersama tiga orang lainnya, seorang teman dari Seririt, Bukit Pecatu, dan adiknya. Mereka berempat lantas dengan serius menggarap usaha itu.

Waktu, usahanya berkembang. Namun kini usaha itu telah dijalankannya secara mandiri, sementara rekan lainnya memutuskan untuk beralih.Sebelum membuka usaha, Gede Dharma merantau ke Yogyakarta untuk kuliah di jurusan Teknik Komputer.

Untuk menambah penghasilan, ia pun membuka kursus komputer. Pendapatan dari kursus itu dirasa tidak cukup. Terlebih ia telah berkeluarga. “Dahulu awalnya hanya nasi campur biasa untuk menambah penghasilan. Saya kelola bersama istri,” kata dia.

Perlahan usahanya berkembang pesat. Kemudian ia menambah menu Nasi Babi Guling. Tak disangka menu baru itu direspon baik konsumen. Tak tangung-tanggung dalam seminggu ia menghabiskan 200 kilogram daging babi dan 3 ekor babi untuk babi guling.

Kini ia mempekerjakan 15 orang karyawan. “Kalau dahulu seminggu sampai 4 babi guling,” singkatnya.Setelah usahanya berjalan mulus, Alumni SMA Negeri 2 Singaraja ini lantas lolos sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Ia kemudian mengajar pelajaran TIK di SMPN 1 Piyungan, Bantul pada tahun 2009. Namun, pada tahun 2016 lalu, ia memilih mengundurkan diri menjadi PNS. Keputusan besar itu ia pilih demi bisa fokus pada usahanya.

“Setelah buka usaha itu saya keterima jadi PNS. Saya coba jalani dua-duanya ternyata saya tidak bisa. Saya tidak bisa fokus jadi guru, usaha saya juga tidak fokus saya jalani. Akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan usaha saja,” terangnya.

Pria asal Banjar Dinas Tabang, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan itu pun dengan jujur mempromosikan usaha kuliner B2 tersebut. Dengan lantang ia suarakan usahanya bukan untuk umum.

JOGJAKARTA, RADARJEMBER.ID – Gede Dharma sudah 27 tahun tinggal di Jogyakarta. Ia menetap bersama sang istri Prihatin Nur Setiowati di kawasan Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Jogjakarta.

BACA JUGA : Jemaah Umrah Wajib Booster, Travel Umrah Ketar-ketir

Kini ia sibuk mengelola usaha kuliner dan ia rintis sejak tahun 2000 silam. Usaha kuliner Nasi Babi Guling itu disambut baik di lingkungan Banguntapan. Lokasi tak jauh dari Pura Jagatnatha Banguntapan.

Warga di sekitar juga lebih banyak umat hindu dan nasrani, sehingga sangat mendukung usaha yang dilakoninya. Dahulu, usaha itu dirintis bersama tiga orang lainnya, seorang teman dari Seririt, Bukit Pecatu, dan adiknya. Mereka berempat lantas dengan serius menggarap usaha itu.

Waktu, usahanya berkembang. Namun kini usaha itu telah dijalankannya secara mandiri, sementara rekan lainnya memutuskan untuk beralih.Sebelum membuka usaha, Gede Dharma merantau ke Yogyakarta untuk kuliah di jurusan Teknik Komputer.

Untuk menambah penghasilan, ia pun membuka kursus komputer. Pendapatan dari kursus itu dirasa tidak cukup. Terlebih ia telah berkeluarga. “Dahulu awalnya hanya nasi campur biasa untuk menambah penghasilan. Saya kelola bersama istri,” kata dia.

Perlahan usahanya berkembang pesat. Kemudian ia menambah menu Nasi Babi Guling. Tak disangka menu baru itu direspon baik konsumen. Tak tangung-tanggung dalam seminggu ia menghabiskan 200 kilogram daging babi dan 3 ekor babi untuk babi guling.

Kini ia mempekerjakan 15 orang karyawan. “Kalau dahulu seminggu sampai 4 babi guling,” singkatnya.Setelah usahanya berjalan mulus, Alumni SMA Negeri 2 Singaraja ini lantas lolos sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Ia kemudian mengajar pelajaran TIK di SMPN 1 Piyungan, Bantul pada tahun 2009. Namun, pada tahun 2016 lalu, ia memilih mengundurkan diri menjadi PNS. Keputusan besar itu ia pilih demi bisa fokus pada usahanya.

“Setelah buka usaha itu saya keterima jadi PNS. Saya coba jalani dua-duanya ternyata saya tidak bisa. Saya tidak bisa fokus jadi guru, usaha saya juga tidak fokus saya jalani. Akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan usaha saja,” terangnya.

Pria asal Banjar Dinas Tabang, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan itu pun dengan jujur mempromosikan usaha kuliner B2 tersebut. Dengan lantang ia suarakan usahanya bukan untuk umum.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/