alexametrics
31.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Dampak PMK Terhadap Sektor Pariwisata

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Wabah penyakit kuku dan mulut (PMK), menurut Wakakordalops Satgas PMK Brigjen Pol Ary Laksmana Widjaja, tak hanya berdampak pada segi ketahanan pangan, juga potensi permasalahan dari sektor pariwisata.

BACA JUGA : Kop Surat Pakai Nama Ijen

Dalam gelar wicara daring diikuti di Jakarta, Rabu (3/8) malam, Ary Laksmana Widjaja mengatakan dari segi ketahanan pangan akan ada rantai pasokan yang terputus jika hewan ternak sakit maupun mati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, jika ditinjau lebih jauh pada sektor pariwisata, hal ini akan menimbulkan kekhawatiran bagi turis dari negara penghasil produk hewani atau memiliki hewan ternak cukup banyak.

“Kepada sektor-sektor yang lebih jauh, misalkan dengan meningkatnya angka kasus konfirmasi PMK di Indonesia, juga mempengaruhi sektor pariwisata,” katanya.

Ary mencontohkan, dari sektor pariwisata dapat mempengaruhi turis yang berasal dari Australia. Virus PMK di Indonesia memang tidak membuat manusia lantas sakit, namun dapat terbawa di tubuh manusia melalui barang-barang bawaan.

- Advertisement -

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Wabah penyakit kuku dan mulut (PMK), menurut Wakakordalops Satgas PMK Brigjen Pol Ary Laksmana Widjaja, tak hanya berdampak pada segi ketahanan pangan, juga potensi permasalahan dari sektor pariwisata.

BACA JUGA : Kop Surat Pakai Nama Ijen

Dalam gelar wicara daring diikuti di Jakarta, Rabu (3/8) malam, Ary Laksmana Widjaja mengatakan dari segi ketahanan pangan akan ada rantai pasokan yang terputus jika hewan ternak sakit maupun mati.

Namun, jika ditinjau lebih jauh pada sektor pariwisata, hal ini akan menimbulkan kekhawatiran bagi turis dari negara penghasil produk hewani atau memiliki hewan ternak cukup banyak.

“Kepada sektor-sektor yang lebih jauh, misalkan dengan meningkatnya angka kasus konfirmasi PMK di Indonesia, juga mempengaruhi sektor pariwisata,” katanya.

Ary mencontohkan, dari sektor pariwisata dapat mempengaruhi turis yang berasal dari Australia. Virus PMK di Indonesia memang tidak membuat manusia lantas sakit, namun dapat terbawa di tubuh manusia melalui barang-barang bawaan.

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Wabah penyakit kuku dan mulut (PMK), menurut Wakakordalops Satgas PMK Brigjen Pol Ary Laksmana Widjaja, tak hanya berdampak pada segi ketahanan pangan, juga potensi permasalahan dari sektor pariwisata.

BACA JUGA : Kop Surat Pakai Nama Ijen

Dalam gelar wicara daring diikuti di Jakarta, Rabu (3/8) malam, Ary Laksmana Widjaja mengatakan dari segi ketahanan pangan akan ada rantai pasokan yang terputus jika hewan ternak sakit maupun mati.

Namun, jika ditinjau lebih jauh pada sektor pariwisata, hal ini akan menimbulkan kekhawatiran bagi turis dari negara penghasil produk hewani atau memiliki hewan ternak cukup banyak.

“Kepada sektor-sektor yang lebih jauh, misalkan dengan meningkatnya angka kasus konfirmasi PMK di Indonesia, juga mempengaruhi sektor pariwisata,” katanya.

Ary mencontohkan, dari sektor pariwisata dapat mempengaruhi turis yang berasal dari Australia. Virus PMK di Indonesia memang tidak membuat manusia lantas sakit, namun dapat terbawa di tubuh manusia melalui barang-barang bawaan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/