alexametrics
21.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Tak Lagi Bergantung Orangtua Berkat Menabung

Mobile_AP_Rectangle 1

PONOROGO, RADARJEMBER.ID- Di desa inilah kali pertama gerakan menabung bagi anak-anak dimulai. Semula, gerakan positif itu muncul di Desa Bringinan, Jambon, 2016 silam. Kala itu diikuti segelintir anak.

BACA JUGA : Wisatawan Diminta Hati-Hati Ombak Tinggi Pantai Pacitan

Kini, setelah lima tahun berlalu, kegiatan tersebut diikuti oleh anak-anak dari 17 desa di 9 kecamatan.Niken Zahratul Jannah konsisten menabung sejak kelas I hingga kini naik kelas V SD. Tiap tahun, pada momentum pecah celengan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hasil tabungan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah. Sisa uang ditabung kembali. Ia mengaku, sekitar Rp 900-an ribu sekali pecah celengan.Nabila Wulan Aprilia, teman Niken juga rajin menabung setiap hari hingga terkumpul Rp 1 juta setiap tahun.

Gerakan menabung ini kali pertama digagas Kades Bringinan Barno. Ide itu tercetus dari pengalaman pribadi kala harus menabung untuk melunasi uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) ketika duduk di bangku madrasah aliyah (MA).

Lewat gerakan menabung, Barno ingin menularkan bagaimana hidup sederhana. Menjunjung tinggi filosofi hemat pangkal kaya. Semula, hanya 35 anak yang bergabung. Sebagian besar orang tua belum percaya sepenuhnya.

Barno ingat betul pecah celengan pertama terkumpul Rp 16 juta. Justru dari hasil itulah orang tua berbondong-bondong mengikutkan anak mereka dalam gerakan ini. Bahkan merambah hingga luar desa.

- Advertisement -

PONOROGO, RADARJEMBER.ID- Di desa inilah kali pertama gerakan menabung bagi anak-anak dimulai. Semula, gerakan positif itu muncul di Desa Bringinan, Jambon, 2016 silam. Kala itu diikuti segelintir anak.

BACA JUGA : Wisatawan Diminta Hati-Hati Ombak Tinggi Pantai Pacitan

Kini, setelah lima tahun berlalu, kegiatan tersebut diikuti oleh anak-anak dari 17 desa di 9 kecamatan.Niken Zahratul Jannah konsisten menabung sejak kelas I hingga kini naik kelas V SD. Tiap tahun, pada momentum pecah celengan.

Hasil tabungan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah. Sisa uang ditabung kembali. Ia mengaku, sekitar Rp 900-an ribu sekali pecah celengan.Nabila Wulan Aprilia, teman Niken juga rajin menabung setiap hari hingga terkumpul Rp 1 juta setiap tahun.

Gerakan menabung ini kali pertama digagas Kades Bringinan Barno. Ide itu tercetus dari pengalaman pribadi kala harus menabung untuk melunasi uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) ketika duduk di bangku madrasah aliyah (MA).

Lewat gerakan menabung, Barno ingin menularkan bagaimana hidup sederhana. Menjunjung tinggi filosofi hemat pangkal kaya. Semula, hanya 35 anak yang bergabung. Sebagian besar orang tua belum percaya sepenuhnya.

Barno ingat betul pecah celengan pertama terkumpul Rp 16 juta. Justru dari hasil itulah orang tua berbondong-bondong mengikutkan anak mereka dalam gerakan ini. Bahkan merambah hingga luar desa.

PONOROGO, RADARJEMBER.ID- Di desa inilah kali pertama gerakan menabung bagi anak-anak dimulai. Semula, gerakan positif itu muncul di Desa Bringinan, Jambon, 2016 silam. Kala itu diikuti segelintir anak.

BACA JUGA : Wisatawan Diminta Hati-Hati Ombak Tinggi Pantai Pacitan

Kini, setelah lima tahun berlalu, kegiatan tersebut diikuti oleh anak-anak dari 17 desa di 9 kecamatan.Niken Zahratul Jannah konsisten menabung sejak kelas I hingga kini naik kelas V SD. Tiap tahun, pada momentum pecah celengan.

Hasil tabungan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah. Sisa uang ditabung kembali. Ia mengaku, sekitar Rp 900-an ribu sekali pecah celengan.Nabila Wulan Aprilia, teman Niken juga rajin menabung setiap hari hingga terkumpul Rp 1 juta setiap tahun.

Gerakan menabung ini kali pertama digagas Kades Bringinan Barno. Ide itu tercetus dari pengalaman pribadi kala harus menabung untuk melunasi uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) ketika duduk di bangku madrasah aliyah (MA).

Lewat gerakan menabung, Barno ingin menularkan bagaimana hidup sederhana. Menjunjung tinggi filosofi hemat pangkal kaya. Semula, hanya 35 anak yang bergabung. Sebagian besar orang tua belum percaya sepenuhnya.

Barno ingat betul pecah celengan pertama terkumpul Rp 16 juta. Justru dari hasil itulah orang tua berbondong-bondong mengikutkan anak mereka dalam gerakan ini. Bahkan merambah hingga luar desa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/