alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Mensos Risma Banjir Kritikan Paksa Anak Tuli Bicara

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Menteri Sosial Tri Rismaharini menuai kritikan usai memaksa anak penyandang Tuli Wicara untuk berbicara didepan umum dalam acara Peringatan Hari DIsabilitas Internasional 2021. 

Tindakan Risma viral di media sosial dan mendapatkan banyak reaksi kekecewaan khususnya dari para penyandang disabilitas. salah satu perwakilan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), Stefanus, menjelaskan bahwa anak tersebut memang tidak dapat berbicara meski dipaksa. 

“Saya ingin menyampaikan bahwasanya bahasa isyarat itu penting bagi kami,  bahasa isyarat itu adalah seperti mata bagi kamu, mungkin seperti alat bantu dengar. kalau alat bantu dengar itu bisa mendengarkan suara, tapi kalau suaranya tidak jelas itu tidak akan bisa terdengar juga,” ujar Stefanus. 

Mobile_AP_Rectangle 2

Risma menanggapi bahwa dirinya hanya ingin mereka mencoba mengoptimalkan mulut sebagai pemberian Tuhan. 

“Ibu paksa memang, supaya kita bisa memaksimalkan pemberian Tuhan kepada kita, mulut, mata, telinga. Jadi ibu tidak melarang menggunakan bahasa isyarat tapi kalau kamu bisa bicara maka itu akan lebih baik lagi,” ujar Risma dalam potongan video yang beredar di media  sosial.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Menteri Sosial Tri Rismaharini menuai kritikan usai memaksa anak penyandang Tuli Wicara untuk berbicara didepan umum dalam acara Peringatan Hari DIsabilitas Internasional 2021. 

Tindakan Risma viral di media sosial dan mendapatkan banyak reaksi kekecewaan khususnya dari para penyandang disabilitas. salah satu perwakilan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), Stefanus, menjelaskan bahwa anak tersebut memang tidak dapat berbicara meski dipaksa. 

“Saya ingin menyampaikan bahwasanya bahasa isyarat itu penting bagi kami,  bahasa isyarat itu adalah seperti mata bagi kamu, mungkin seperti alat bantu dengar. kalau alat bantu dengar itu bisa mendengarkan suara, tapi kalau suaranya tidak jelas itu tidak akan bisa terdengar juga,” ujar Stefanus. 

Risma menanggapi bahwa dirinya hanya ingin mereka mencoba mengoptimalkan mulut sebagai pemberian Tuhan. 

“Ibu paksa memang, supaya kita bisa memaksimalkan pemberian Tuhan kepada kita, mulut, mata, telinga. Jadi ibu tidak melarang menggunakan bahasa isyarat tapi kalau kamu bisa bicara maka itu akan lebih baik lagi,” ujar Risma dalam potongan video yang beredar di media  sosial.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Menteri Sosial Tri Rismaharini menuai kritikan usai memaksa anak penyandang Tuli Wicara untuk berbicara didepan umum dalam acara Peringatan Hari DIsabilitas Internasional 2021. 

Tindakan Risma viral di media sosial dan mendapatkan banyak reaksi kekecewaan khususnya dari para penyandang disabilitas. salah satu perwakilan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), Stefanus, menjelaskan bahwa anak tersebut memang tidak dapat berbicara meski dipaksa. 

“Saya ingin menyampaikan bahwasanya bahasa isyarat itu penting bagi kami,  bahasa isyarat itu adalah seperti mata bagi kamu, mungkin seperti alat bantu dengar. kalau alat bantu dengar itu bisa mendengarkan suara, tapi kalau suaranya tidak jelas itu tidak akan bisa terdengar juga,” ujar Stefanus. 

Risma menanggapi bahwa dirinya hanya ingin mereka mencoba mengoptimalkan mulut sebagai pemberian Tuhan. 

“Ibu paksa memang, supaya kita bisa memaksimalkan pemberian Tuhan kepada kita, mulut, mata, telinga. Jadi ibu tidak melarang menggunakan bahasa isyarat tapi kalau kamu bisa bicara maka itu akan lebih baik lagi,” ujar Risma dalam potongan video yang beredar di media  sosial.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/