alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Pihak JNE Jelaskan 3,5 Ton Beras Terpaksa Dimusnahkan Akibat Kehujanan

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Mabes Polri dan Kementerian Sosial (Kemensos) mulai mengusut temuan sembako yang dikubur di Lapangan Serab, Kelurahan Tirtajaya, Kota Depok. Temuan sementara, sembako tersebut dikubur oleh perusahaan pengirim sembako pada 5 November 2021.

BACA JUGA : Di Desa Jember Ini, Jika Membuang Sampah Sembarangan KK-nya Bakal Dicoret

Total beras dikubur sebesar 3.675 kilogram atau 289 karung.Temuan itu disampaikan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta dihadapan wartawan  kemarin (2/8).

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kita akan membuat administrasi penyelidikan, kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut atas dugaan penyalahgunaan distribusi beras, bantuan sosial sembako,” kata Ramadhan. Penyidik akan memeriksa dokumen pengadaan bantuan Covid-19 tahap II dan IV serta dokumen pemusnahan sembako yang tidak disalurkan.

Ramadhan menuturkan, kasus itu bermula saat pemilik lahan berinisial RS mendapat informasi pemendaman bansos di lahan miliknya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Metro Kota Depok. Lalu, dilakukan penggalian dan ditemukan 510,2 kilogram beras dalam puluhan karung. Ada juga beberapa karung beras yang sudah berhamburan di tanah. ’’Beras-beras tersebut sudah diamankan dan dipasangi police line oleh Polres Depok,” imbuhnya.

Berdasar hasil penelusuran, perusahaan yang mengirim bansos tersebut adalah PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Ramadhan menjelaskan, berdasar informasi dari SJ selaku VP quality and facility JNE, bansos yang ditimbun itu merupakan perjanjian kerja sama kantor cabang utama JNE dengan PT Indah Berkah Bersaudara. Sedangkan yang melakukan pemendaman adalah PT Indah Berkah Bersaudara.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Mabes Polri dan Kementerian Sosial (Kemensos) mulai mengusut temuan sembako yang dikubur di Lapangan Serab, Kelurahan Tirtajaya, Kota Depok. Temuan sementara, sembako tersebut dikubur oleh perusahaan pengirim sembako pada 5 November 2021.

BACA JUGA : Di Desa Jember Ini, Jika Membuang Sampah Sembarangan KK-nya Bakal Dicoret

Total beras dikubur sebesar 3.675 kilogram atau 289 karung.Temuan itu disampaikan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta dihadapan wartawan  kemarin (2/8).

“Kita akan membuat administrasi penyelidikan, kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut atas dugaan penyalahgunaan distribusi beras, bantuan sosial sembako,” kata Ramadhan. Penyidik akan memeriksa dokumen pengadaan bantuan Covid-19 tahap II dan IV serta dokumen pemusnahan sembako yang tidak disalurkan.

Ramadhan menuturkan, kasus itu bermula saat pemilik lahan berinisial RS mendapat informasi pemendaman bansos di lahan miliknya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Metro Kota Depok. Lalu, dilakukan penggalian dan ditemukan 510,2 kilogram beras dalam puluhan karung. Ada juga beberapa karung beras yang sudah berhamburan di tanah. ’’Beras-beras tersebut sudah diamankan dan dipasangi police line oleh Polres Depok,” imbuhnya.

Berdasar hasil penelusuran, perusahaan yang mengirim bansos tersebut adalah PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Ramadhan menjelaskan, berdasar informasi dari SJ selaku VP quality and facility JNE, bansos yang ditimbun itu merupakan perjanjian kerja sama kantor cabang utama JNE dengan PT Indah Berkah Bersaudara. Sedangkan yang melakukan pemendaman adalah PT Indah Berkah Bersaudara.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Mabes Polri dan Kementerian Sosial (Kemensos) mulai mengusut temuan sembako yang dikubur di Lapangan Serab, Kelurahan Tirtajaya, Kota Depok. Temuan sementara, sembako tersebut dikubur oleh perusahaan pengirim sembako pada 5 November 2021.

BACA JUGA : Di Desa Jember Ini, Jika Membuang Sampah Sembarangan KK-nya Bakal Dicoret

Total beras dikubur sebesar 3.675 kilogram atau 289 karung.Temuan itu disampaikan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta dihadapan wartawan  kemarin (2/8).

“Kita akan membuat administrasi penyelidikan, kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut atas dugaan penyalahgunaan distribusi beras, bantuan sosial sembako,” kata Ramadhan. Penyidik akan memeriksa dokumen pengadaan bantuan Covid-19 tahap II dan IV serta dokumen pemusnahan sembako yang tidak disalurkan.

Ramadhan menuturkan, kasus itu bermula saat pemilik lahan berinisial RS mendapat informasi pemendaman bansos di lahan miliknya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Metro Kota Depok. Lalu, dilakukan penggalian dan ditemukan 510,2 kilogram beras dalam puluhan karung. Ada juga beberapa karung beras yang sudah berhamburan di tanah. ’’Beras-beras tersebut sudah diamankan dan dipasangi police line oleh Polres Depok,” imbuhnya.

Berdasar hasil penelusuran, perusahaan yang mengirim bansos tersebut adalah PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Ramadhan menjelaskan, berdasar informasi dari SJ selaku VP quality and facility JNE, bansos yang ditimbun itu merupakan perjanjian kerja sama kantor cabang utama JNE dengan PT Indah Berkah Bersaudara. Sedangkan yang melakukan pemendaman adalah PT Indah Berkah Bersaudara.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/