alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Kopi Kini Dilirik Seniman Dibuat Lukisan

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID– Kopi tak Cuma bisa jadi teman nongkrong hingga bekerja, tetapi juga teman melukis. Selain diminum, kopi dapat dijadikan bahan melukis sebagai pengganti cat bahan untuk melukis selama ini.

BACA JUGA : Warga yang Rumahnya Rusak Berat atau Hilang, Dibuatkan Hunian Sementara

Hal Itu seperti dilakukan dalam gathering media di ARTOTEL TS Suites Surabaya, Dipandu seniman Surabaya Gatot Gimen sebagai pemateri, para peserta mulai membuat sketsa sebelum mewarnai menggunakan kopi.

Mobile_AP_Rectangle 2

”Jadi, konsep melukis kita hari ini lebih ke monokrom. Satu warna. Tapi,  memiliki nuansa lebih ke sephia  kecokelatan,” terang Gimen dalam workshop di area artspace itu.Sementara, objek  digambar disepakati dalam bentuk teko.

”Kita ambil objek ini biar lebih dekat juga dengan kopi,” ujar Gimen, lantas tertawa. Dengan begitu, workshop sore itu pun terasa lebih santai seperti sedang ngopi bareng sambil melukis.Gimen menjelaskan, melukis dengan kopi sebenarnya sama dengan konsep melukis menggunakan watercolor.

”Bedanya, daya rekatnya memang lebih rendah. Karena kan memang kalau dengan cat, bahan-bahannya pasti sudah didesain untuk bisa lebih akrab dengan kertas,” jelas pria itu. Baik daya rekatnya maupun kepekatannya.

Untuk melukis dengan kopi, warna di kertas sedikit sulit keluar. Dibutuhkan beberapa kali layer sampai pada warna yang sudah diinginkan. ”Jadi, memang harus sabar,” tutur Gimen.Namun, yang menarik lainnya dari melukis dengan kopi adalah aromanya.

Sambil melukis, aroma-aroma kopi juga ikut tercium.Sementara itu, di tengah prosesnya, pelukis yang tergabung dengan Komunitas Cat Air Indonesia Chapter Surabaya itu juga bercerita bahwa di Jakarta melukis dengan kopi sudah cukup ngetren.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID– Kopi tak Cuma bisa jadi teman nongkrong hingga bekerja, tetapi juga teman melukis. Selain diminum, kopi dapat dijadikan bahan melukis sebagai pengganti cat bahan untuk melukis selama ini.

BACA JUGA : Warga yang Rumahnya Rusak Berat atau Hilang, Dibuatkan Hunian Sementara

Hal Itu seperti dilakukan dalam gathering media di ARTOTEL TS Suites Surabaya, Dipandu seniman Surabaya Gatot Gimen sebagai pemateri, para peserta mulai membuat sketsa sebelum mewarnai menggunakan kopi.

”Jadi, konsep melukis kita hari ini lebih ke monokrom. Satu warna. Tapi,  memiliki nuansa lebih ke sephia  kecokelatan,” terang Gimen dalam workshop di area artspace itu.Sementara, objek  digambar disepakati dalam bentuk teko.

”Kita ambil objek ini biar lebih dekat juga dengan kopi,” ujar Gimen, lantas tertawa. Dengan begitu, workshop sore itu pun terasa lebih santai seperti sedang ngopi bareng sambil melukis.Gimen menjelaskan, melukis dengan kopi sebenarnya sama dengan konsep melukis menggunakan watercolor.

”Bedanya, daya rekatnya memang lebih rendah. Karena kan memang kalau dengan cat, bahan-bahannya pasti sudah didesain untuk bisa lebih akrab dengan kertas,” jelas pria itu. Baik daya rekatnya maupun kepekatannya.

Untuk melukis dengan kopi, warna di kertas sedikit sulit keluar. Dibutuhkan beberapa kali layer sampai pada warna yang sudah diinginkan. ”Jadi, memang harus sabar,” tutur Gimen.Namun, yang menarik lainnya dari melukis dengan kopi adalah aromanya.

Sambil melukis, aroma-aroma kopi juga ikut tercium.Sementara itu, di tengah prosesnya, pelukis yang tergabung dengan Komunitas Cat Air Indonesia Chapter Surabaya itu juga bercerita bahwa di Jakarta melukis dengan kopi sudah cukup ngetren.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID– Kopi tak Cuma bisa jadi teman nongkrong hingga bekerja, tetapi juga teman melukis. Selain diminum, kopi dapat dijadikan bahan melukis sebagai pengganti cat bahan untuk melukis selama ini.

BACA JUGA : Warga yang Rumahnya Rusak Berat atau Hilang, Dibuatkan Hunian Sementara

Hal Itu seperti dilakukan dalam gathering media di ARTOTEL TS Suites Surabaya, Dipandu seniman Surabaya Gatot Gimen sebagai pemateri, para peserta mulai membuat sketsa sebelum mewarnai menggunakan kopi.

”Jadi, konsep melukis kita hari ini lebih ke monokrom. Satu warna. Tapi,  memiliki nuansa lebih ke sephia  kecokelatan,” terang Gimen dalam workshop di area artspace itu.Sementara, objek  digambar disepakati dalam bentuk teko.

”Kita ambil objek ini biar lebih dekat juga dengan kopi,” ujar Gimen, lantas tertawa. Dengan begitu, workshop sore itu pun terasa lebih santai seperti sedang ngopi bareng sambil melukis.Gimen menjelaskan, melukis dengan kopi sebenarnya sama dengan konsep melukis menggunakan watercolor.

”Bedanya, daya rekatnya memang lebih rendah. Karena kan memang kalau dengan cat, bahan-bahannya pasti sudah didesain untuk bisa lebih akrab dengan kertas,” jelas pria itu. Baik daya rekatnya maupun kepekatannya.

Untuk melukis dengan kopi, warna di kertas sedikit sulit keluar. Dibutuhkan beberapa kali layer sampai pada warna yang sudah diinginkan. ”Jadi, memang harus sabar,” tutur Gimen.Namun, yang menarik lainnya dari melukis dengan kopi adalah aromanya.

Sambil melukis, aroma-aroma kopi juga ikut tercium.Sementara itu, di tengah prosesnya, pelukis yang tergabung dengan Komunitas Cat Air Indonesia Chapter Surabaya itu juga bercerita bahwa di Jakarta melukis dengan kopi sudah cukup ngetren.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/