alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Keuntungan Pengrajin Bendera Merah Putih Tembus Rp100 Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

KOTA MOJOKERTO, RADARJEMBER.IDHari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77 tahun tak lama lagi bakal diperingati, perajin bendera merah putih dan umbul-umbul kebanjiran pesanan.

BACA JUGA : Ajukan Praperadilan, Mantan Kepala BPBD Jember “Lawan Balik” Penyidik

Omzet mereka meningkat hingga di atas 50 persen lebih dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, pendapatan hingga saat ini telah menembus angka di atas Rp 100 juta lebih. Berkah di bulan kemerdekaan ini sepertidirasakan Suboko.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pengrajin bendera dan umbul-umbul beralamat di Lingkungan Balongsari Gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. ”Dibanding tahun-tahun sebelumnya omzet kita naik di atas 50 persen,” ungkap Suboko, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Dia menceritakan, pesanana bendera yang dibuatnya datang sejak memasuki akhir bulan Juli kemarin. Dari mulai perorangan hingga instansi pemerintahan dan swasta. ”Lebih didominasi perseorangan, seperti pedagang bendera,” imbuh pria tersebut

Profesi tersebut telah dijalani Seboko sejak 17 tahun silam, Bendera buatan pria ini memang tidak asing di mata warga Kota Mojokerto. Terlebih, sejak tahun 2008 lalu, dia telah merintis usaha itu  hingga terdengar sampai luar kota.

”Pesanan juga datang dari berbagai kota. Seperti Jombang, Sidoarjo, Surabaya, bahkan Malang,” tambah Suboko. Harga bahan baku kain bendera dan umbul-umbul belakangan ini naik, Suboko mengaku memilih tidak menaikkan harga jual bendera dan umbul-umbul.

Kepada konsumen atau pelanggan, dia menawarkan pilihan harga. Untuk bendera termurah, Suboko menawarkan Rp 2 ribu per lembar. Sedangkan, bendera merah putih termahal ditawarkan Rp 250 ribu per lembar.

- Advertisement -

KOTA MOJOKERTO, RADARJEMBER.IDHari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77 tahun tak lama lagi bakal diperingati, perajin bendera merah putih dan umbul-umbul kebanjiran pesanan.

BACA JUGA : Ajukan Praperadilan, Mantan Kepala BPBD Jember “Lawan Balik” Penyidik

Omzet mereka meningkat hingga di atas 50 persen lebih dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, pendapatan hingga saat ini telah menembus angka di atas Rp 100 juta lebih. Berkah di bulan kemerdekaan ini sepertidirasakan Suboko.

Pengrajin bendera dan umbul-umbul beralamat di Lingkungan Balongsari Gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. ”Dibanding tahun-tahun sebelumnya omzet kita naik di atas 50 persen,” ungkap Suboko, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Dia menceritakan, pesanana bendera yang dibuatnya datang sejak memasuki akhir bulan Juli kemarin. Dari mulai perorangan hingga instansi pemerintahan dan swasta. ”Lebih didominasi perseorangan, seperti pedagang bendera,” imbuh pria tersebut

Profesi tersebut telah dijalani Seboko sejak 17 tahun silam, Bendera buatan pria ini memang tidak asing di mata warga Kota Mojokerto. Terlebih, sejak tahun 2008 lalu, dia telah merintis usaha itu  hingga terdengar sampai luar kota.

”Pesanan juga datang dari berbagai kota. Seperti Jombang, Sidoarjo, Surabaya, bahkan Malang,” tambah Suboko. Harga bahan baku kain bendera dan umbul-umbul belakangan ini naik, Suboko mengaku memilih tidak menaikkan harga jual bendera dan umbul-umbul.

Kepada konsumen atau pelanggan, dia menawarkan pilihan harga. Untuk bendera termurah, Suboko menawarkan Rp 2 ribu per lembar. Sedangkan, bendera merah putih termahal ditawarkan Rp 250 ribu per lembar.

KOTA MOJOKERTO, RADARJEMBER.IDHari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77 tahun tak lama lagi bakal diperingati, perajin bendera merah putih dan umbul-umbul kebanjiran pesanan.

BACA JUGA : Ajukan Praperadilan, Mantan Kepala BPBD Jember “Lawan Balik” Penyidik

Omzet mereka meningkat hingga di atas 50 persen lebih dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, pendapatan hingga saat ini telah menembus angka di atas Rp 100 juta lebih. Berkah di bulan kemerdekaan ini sepertidirasakan Suboko.

Pengrajin bendera dan umbul-umbul beralamat di Lingkungan Balongsari Gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. ”Dibanding tahun-tahun sebelumnya omzet kita naik di atas 50 persen,” ungkap Suboko, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Dia menceritakan, pesanana bendera yang dibuatnya datang sejak memasuki akhir bulan Juli kemarin. Dari mulai perorangan hingga instansi pemerintahan dan swasta. ”Lebih didominasi perseorangan, seperti pedagang bendera,” imbuh pria tersebut

Profesi tersebut telah dijalani Seboko sejak 17 tahun silam, Bendera buatan pria ini memang tidak asing di mata warga Kota Mojokerto. Terlebih, sejak tahun 2008 lalu, dia telah merintis usaha itu  hingga terdengar sampai luar kota.

”Pesanan juga datang dari berbagai kota. Seperti Jombang, Sidoarjo, Surabaya, bahkan Malang,” tambah Suboko. Harga bahan baku kain bendera dan umbul-umbul belakangan ini naik, Suboko mengaku memilih tidak menaikkan harga jual bendera dan umbul-umbul.

Kepada konsumen atau pelanggan, dia menawarkan pilihan harga. Untuk bendera termurah, Suboko menawarkan Rp 2 ribu per lembar. Sedangkan, bendera merah putih termahal ditawarkan Rp 250 ribu per lembar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/