alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Jalanan Mojokerto Dipenuhi Parkir Liar

Mobile_AP_Rectangle 1

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID- Tercatat  99 tempat parkir di Kota Mojokerto tak terdaftar di dishub. Tempat-tempat parkir liar itu kerap memicu persoalan. Selain menimbulkan kemacetan, tak sedikit di antaranya parkir liar tersebut  mematok tarif tinggi ke pelanggan.

BACA JUGA : Regulasi Program Berobat Gratis di Jember Dinilai Ringkih

Fenomena  parkir liar menjamur ini menjadi atensi Dishub Kota Mojokerto. Beberapa waktu lalu, pihak dishub bahkan melakukan monitoring dan pendataan langsung ke lapangan. Alhasil, terdapat 99 titik diketahui tidak resmi alias liar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Puluhan lokasi parkir itu tersebar di sejumlah jalan protokol dan kawasan keramaian”Dari 99 tempat parkir liar ini ada 128 orang jukir (juru parkir) liar,” terang Kabid Pengendalian dan Operasi (Dalops) dan Perparkiran Dishub Kota Mojokerto Imam Safii.

Menurut dia, data tersebut menjadi acuan pemetaan lahan parkir di kota dan langkah penataan ke depan. Saat ini, lahan parkir resmi dan telah terdaftar di dishub ada 144 titik dan jumlah jukir 154 orang. Tempat parkir itu berlangganan dan dijaga oleh jukir serta digaji dishub.

Di samping parkir berlangganan, juga menjamur parkir liar. Puluhan lokasi parkir tak resmi itu, lanjut Imam, tersebar di puluhan jalan protokol. Kawasan paling marak seperti berada di Jalan Residen Pamuji. Bahu jalan sisi utara kerap menjadi tempat parkir dadakan.

Kemunculan spot-spot parkir liar tersebut memicu kemacetan lalu lintas. Terlebih Jalan Residen Pamuji merupakan akses utama dan salah satu pusat kesibukan Pasar Tanjung Anyar. Kawasan Alun-alun dan Jalan Benteng Pancasila (Benpas) juga menjamur parkir liar.

- Advertisement -

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID- Tercatat  99 tempat parkir di Kota Mojokerto tak terdaftar di dishub. Tempat-tempat parkir liar itu kerap memicu persoalan. Selain menimbulkan kemacetan, tak sedikit di antaranya parkir liar tersebut  mematok tarif tinggi ke pelanggan.

BACA JUGA : Regulasi Program Berobat Gratis di Jember Dinilai Ringkih

Fenomena  parkir liar menjamur ini menjadi atensi Dishub Kota Mojokerto. Beberapa waktu lalu, pihak dishub bahkan melakukan monitoring dan pendataan langsung ke lapangan. Alhasil, terdapat 99 titik diketahui tidak resmi alias liar.

Puluhan lokasi parkir itu tersebar di sejumlah jalan protokol dan kawasan keramaian”Dari 99 tempat parkir liar ini ada 128 orang jukir (juru parkir) liar,” terang Kabid Pengendalian dan Operasi (Dalops) dan Perparkiran Dishub Kota Mojokerto Imam Safii.

Menurut dia, data tersebut menjadi acuan pemetaan lahan parkir di kota dan langkah penataan ke depan. Saat ini, lahan parkir resmi dan telah terdaftar di dishub ada 144 titik dan jumlah jukir 154 orang. Tempat parkir itu berlangganan dan dijaga oleh jukir serta digaji dishub.

Di samping parkir berlangganan, juga menjamur parkir liar. Puluhan lokasi parkir tak resmi itu, lanjut Imam, tersebar di puluhan jalan protokol. Kawasan paling marak seperti berada di Jalan Residen Pamuji. Bahu jalan sisi utara kerap menjadi tempat parkir dadakan.

Kemunculan spot-spot parkir liar tersebut memicu kemacetan lalu lintas. Terlebih Jalan Residen Pamuji merupakan akses utama dan salah satu pusat kesibukan Pasar Tanjung Anyar. Kawasan Alun-alun dan Jalan Benteng Pancasila (Benpas) juga menjamur parkir liar.

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID- Tercatat  99 tempat parkir di Kota Mojokerto tak terdaftar di dishub. Tempat-tempat parkir liar itu kerap memicu persoalan. Selain menimbulkan kemacetan, tak sedikit di antaranya parkir liar tersebut  mematok tarif tinggi ke pelanggan.

BACA JUGA : Regulasi Program Berobat Gratis di Jember Dinilai Ringkih

Fenomena  parkir liar menjamur ini menjadi atensi Dishub Kota Mojokerto. Beberapa waktu lalu, pihak dishub bahkan melakukan monitoring dan pendataan langsung ke lapangan. Alhasil, terdapat 99 titik diketahui tidak resmi alias liar.

Puluhan lokasi parkir itu tersebar di sejumlah jalan protokol dan kawasan keramaian”Dari 99 tempat parkir liar ini ada 128 orang jukir (juru parkir) liar,” terang Kabid Pengendalian dan Operasi (Dalops) dan Perparkiran Dishub Kota Mojokerto Imam Safii.

Menurut dia, data tersebut menjadi acuan pemetaan lahan parkir di kota dan langkah penataan ke depan. Saat ini, lahan parkir resmi dan telah terdaftar di dishub ada 144 titik dan jumlah jukir 154 orang. Tempat parkir itu berlangganan dan dijaga oleh jukir serta digaji dishub.

Di samping parkir berlangganan, juga menjamur parkir liar. Puluhan lokasi parkir tak resmi itu, lanjut Imam, tersebar di puluhan jalan protokol. Kawasan paling marak seperti berada di Jalan Residen Pamuji. Bahu jalan sisi utara kerap menjadi tempat parkir dadakan.

Kemunculan spot-spot parkir liar tersebut memicu kemacetan lalu lintas. Terlebih Jalan Residen Pamuji merupakan akses utama dan salah satu pusat kesibukan Pasar Tanjung Anyar. Kawasan Alun-alun dan Jalan Benteng Pancasila (Benpas) juga menjamur parkir liar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/