alexametrics
30.2 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Ikuti Sidang Paripurna Lewat Daring Disindir PDIP

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID-Rasyidi Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, menyinggung anggota DPRD yang masih menghadiri rapat paripurna secara daring, Rabu (3/8). Ia mengusulkan agar kebijakan anggota DPRD DKI boleh menghadiri kehadiran rapat paripurna secara daring melalui aplikasi Zoom untuk ditarik saja.

BACA JUGA : Rachmat Gobel Pimpin Delegasi DPR RI Bahas Ekspor Impor Indonesia-Jepang

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan beriringan dengan normalnya berbagai kegiatan pascapandemi.“Kebijakan menggunakan Zoom di DPRD DKI Jakarta ini seyogyanya ditarik,” ujarnya saat rapat paripurna berlangsung, Rabu (3/8).Politikus PDIP itu menyoroti bahwa saat ini sekolah dan fasilitas umum sudah mulai melakukan kegiatannya dengan tatap muka

Mobile_AP_Rectangle 2

“Cucu saya taman kanak-kanak, kelas 4 SD, kelas 6 SD, semua mereka masuk sekolah pakai masker. Tidak pakai Zoom,” protesnya saat rapat paripurna berlangsung.Jika sekolah dan fasilitas publik lainnya sudah dapat diakses secara langsung, menurut Rasyidi seharusnya rapatrapat yang dilangsungkan DPRD DKI pun dapat dilakukan secara luring.

“Zoom itu jadi dimanfaatkan untuk tidak menghadiri paripurna,” ujarnya.Lebih lanjut, politikus PDIP itu menyoroti kegiatan-kegiatan keramaian yang sudah berlangsung di banyak tempat, termasuk salah satunya adalah ketika pesta pernikahan anak dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Jumat lalu.

“Itu ramenya bukan main. Anggota DPRD DKI Jakarta kalau rapat kita duduk berdua nggak usah dijadikan satu,” pungkasnya. Pantauan JawaPos.com di Gedung Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta terlihat jumlah kursi yang terisi untuk anggota DPRD hanya 18 orang. Sementara itu, anggota DPRD DKI yang hadir dalam aplikasi Zoom mencapai 30 orang.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID-Rasyidi Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, menyinggung anggota DPRD yang masih menghadiri rapat paripurna secara daring, Rabu (3/8). Ia mengusulkan agar kebijakan anggota DPRD DKI boleh menghadiri kehadiran rapat paripurna secara daring melalui aplikasi Zoom untuk ditarik saja.

BACA JUGA : Rachmat Gobel Pimpin Delegasi DPR RI Bahas Ekspor Impor Indonesia-Jepang

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan beriringan dengan normalnya berbagai kegiatan pascapandemi.“Kebijakan menggunakan Zoom di DPRD DKI Jakarta ini seyogyanya ditarik,” ujarnya saat rapat paripurna berlangsung, Rabu (3/8).Politikus PDIP itu menyoroti bahwa saat ini sekolah dan fasilitas umum sudah mulai melakukan kegiatannya dengan tatap muka

“Cucu saya taman kanak-kanak, kelas 4 SD, kelas 6 SD, semua mereka masuk sekolah pakai masker. Tidak pakai Zoom,” protesnya saat rapat paripurna berlangsung.Jika sekolah dan fasilitas publik lainnya sudah dapat diakses secara langsung, menurut Rasyidi seharusnya rapatrapat yang dilangsungkan DPRD DKI pun dapat dilakukan secara luring.

“Zoom itu jadi dimanfaatkan untuk tidak menghadiri paripurna,” ujarnya.Lebih lanjut, politikus PDIP itu menyoroti kegiatan-kegiatan keramaian yang sudah berlangsung di banyak tempat, termasuk salah satunya adalah ketika pesta pernikahan anak dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Jumat lalu.

“Itu ramenya bukan main. Anggota DPRD DKI Jakarta kalau rapat kita duduk berdua nggak usah dijadikan satu,” pungkasnya. Pantauan JawaPos.com di Gedung Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta terlihat jumlah kursi yang terisi untuk anggota DPRD hanya 18 orang. Sementara itu, anggota DPRD DKI yang hadir dalam aplikasi Zoom mencapai 30 orang.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID-Rasyidi Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, menyinggung anggota DPRD yang masih menghadiri rapat paripurna secara daring, Rabu (3/8). Ia mengusulkan agar kebijakan anggota DPRD DKI boleh menghadiri kehadiran rapat paripurna secara daring melalui aplikasi Zoom untuk ditarik saja.

BACA JUGA : Rachmat Gobel Pimpin Delegasi DPR RI Bahas Ekspor Impor Indonesia-Jepang

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan beriringan dengan normalnya berbagai kegiatan pascapandemi.“Kebijakan menggunakan Zoom di DPRD DKI Jakarta ini seyogyanya ditarik,” ujarnya saat rapat paripurna berlangsung, Rabu (3/8).Politikus PDIP itu menyoroti bahwa saat ini sekolah dan fasilitas umum sudah mulai melakukan kegiatannya dengan tatap muka

“Cucu saya taman kanak-kanak, kelas 4 SD, kelas 6 SD, semua mereka masuk sekolah pakai masker. Tidak pakai Zoom,” protesnya saat rapat paripurna berlangsung.Jika sekolah dan fasilitas publik lainnya sudah dapat diakses secara langsung, menurut Rasyidi seharusnya rapatrapat yang dilangsungkan DPRD DKI pun dapat dilakukan secara luring.

“Zoom itu jadi dimanfaatkan untuk tidak menghadiri paripurna,” ujarnya.Lebih lanjut, politikus PDIP itu menyoroti kegiatan-kegiatan keramaian yang sudah berlangsung di banyak tempat, termasuk salah satunya adalah ketika pesta pernikahan anak dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Jumat lalu.

“Itu ramenya bukan main. Anggota DPRD DKI Jakarta kalau rapat kita duduk berdua nggak usah dijadikan satu,” pungkasnya. Pantauan JawaPos.com di Gedung Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta terlihat jumlah kursi yang terisi untuk anggota DPRD hanya 18 orang. Sementara itu, anggota DPRD DKI yang hadir dalam aplikasi Zoom mencapai 30 orang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/