alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Temuan Beras Diduga Bansos Presiden, Dikubur di Tanah Lapang

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Kasus temuan beras yang diduga bantuan sosial yang membusuk terkubur di tanah lapang di wilayah Depok, Jawa Barat, menjadi perhatian serius Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily. Dia meminta Kementerian Sosial (Kemensos) menginvestigasi internal kementerian terkait temuan tersebut.

BACA JUGA : Dolar Melemah terhadap Sejumlah Mata Uang Utama Akhir Perdagangan Senin

“Kemensos sebaiknya melakukan investigasi internal untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Sepengetahuan saya, bantuan sosial Presiden pun juga tetap di bawah koordinasi Kementerian Sosial RI,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Karena itu, menurut Ace, agar tidak menimbulkan spekulasi yang bermacam-macam, sebaiknya segera diungkap kepada publik. Dia mengatakan, secara kebijakan, Kemensos harus segera menjelaskan persoalan tersebut dan pihak penegak hukum juga segera menyelidiki fakta-fakta dari timbunan beras tersebut.

“Kami minta Kementerian Sosial, jika timbunan itu merupakan bansos untuk mengklarifikasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan dan syak wasangka dari masyarakat,” ujarnya.

Ace juga meminta kasus tersebut harus dibuka dan melakukan investigasi forensik atas barang-barang yang ditimbun. Dia mengatakan, investigasi forensik tersebut untuk mengetahui secara pasti beras bansos tersebut milik instansi mana dan siapa yang bertanggung jawab mendistribusikannya.

Temuan beras bansos yang diduga merupakan bantuan Presiden RI itu, menurut dia, harus diungkap secara transparan dan seterang-terangnya kepada masyarakat.

“Saya kira sangat mencurigakan dengan adanya timbunan bantuan sosial tersebut dalam jumlah yang sangat besar. Apalagi timbunan bantuan sosial itu berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya yang sangat dibutuhkan warga yang terdampak COVID-19,” tuturnya.

Menurut dia, kalau ada pihak yang menyatakan bahwa bantuan sosial itu telah kedaluwarsa, itu juga perlu dipertanyakan, berarti bantuan tersebut tidak dapat didistribusikan kepada warga yang berhak untuk menerimanya.

- Advertisement -

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Kasus temuan beras yang diduga bantuan sosial yang membusuk terkubur di tanah lapang di wilayah Depok, Jawa Barat, menjadi perhatian serius Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily. Dia meminta Kementerian Sosial (Kemensos) menginvestigasi internal kementerian terkait temuan tersebut.

BACA JUGA : Dolar Melemah terhadap Sejumlah Mata Uang Utama Akhir Perdagangan Senin

“Kemensos sebaiknya melakukan investigasi internal untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Sepengetahuan saya, bantuan sosial Presiden pun juga tetap di bawah koordinasi Kementerian Sosial RI,” katanya.

Karena itu, menurut Ace, agar tidak menimbulkan spekulasi yang bermacam-macam, sebaiknya segera diungkap kepada publik. Dia mengatakan, secara kebijakan, Kemensos harus segera menjelaskan persoalan tersebut dan pihak penegak hukum juga segera menyelidiki fakta-fakta dari timbunan beras tersebut.

“Kami minta Kementerian Sosial, jika timbunan itu merupakan bansos untuk mengklarifikasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan dan syak wasangka dari masyarakat,” ujarnya.

Ace juga meminta kasus tersebut harus dibuka dan melakukan investigasi forensik atas barang-barang yang ditimbun. Dia mengatakan, investigasi forensik tersebut untuk mengetahui secara pasti beras bansos tersebut milik instansi mana dan siapa yang bertanggung jawab mendistribusikannya.

Temuan beras bansos yang diduga merupakan bantuan Presiden RI itu, menurut dia, harus diungkap secara transparan dan seterang-terangnya kepada masyarakat.

“Saya kira sangat mencurigakan dengan adanya timbunan bantuan sosial tersebut dalam jumlah yang sangat besar. Apalagi timbunan bantuan sosial itu berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya yang sangat dibutuhkan warga yang terdampak COVID-19,” tuturnya.

Menurut dia, kalau ada pihak yang menyatakan bahwa bantuan sosial itu telah kedaluwarsa, itu juga perlu dipertanyakan, berarti bantuan tersebut tidak dapat didistribusikan kepada warga yang berhak untuk menerimanya.

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Kasus temuan beras yang diduga bantuan sosial yang membusuk terkubur di tanah lapang di wilayah Depok, Jawa Barat, menjadi perhatian serius Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily. Dia meminta Kementerian Sosial (Kemensos) menginvestigasi internal kementerian terkait temuan tersebut.

BACA JUGA : Dolar Melemah terhadap Sejumlah Mata Uang Utama Akhir Perdagangan Senin

“Kemensos sebaiknya melakukan investigasi internal untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Sepengetahuan saya, bantuan sosial Presiden pun juga tetap di bawah koordinasi Kementerian Sosial RI,” katanya.

Karena itu, menurut Ace, agar tidak menimbulkan spekulasi yang bermacam-macam, sebaiknya segera diungkap kepada publik. Dia mengatakan, secara kebijakan, Kemensos harus segera menjelaskan persoalan tersebut dan pihak penegak hukum juga segera menyelidiki fakta-fakta dari timbunan beras tersebut.

“Kami minta Kementerian Sosial, jika timbunan itu merupakan bansos untuk mengklarifikasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan dan syak wasangka dari masyarakat,” ujarnya.

Ace juga meminta kasus tersebut harus dibuka dan melakukan investigasi forensik atas barang-barang yang ditimbun. Dia mengatakan, investigasi forensik tersebut untuk mengetahui secara pasti beras bansos tersebut milik instansi mana dan siapa yang bertanggung jawab mendistribusikannya.

Temuan beras bansos yang diduga merupakan bantuan Presiden RI itu, menurut dia, harus diungkap secara transparan dan seterang-terangnya kepada masyarakat.

“Saya kira sangat mencurigakan dengan adanya timbunan bantuan sosial tersebut dalam jumlah yang sangat besar. Apalagi timbunan bantuan sosial itu berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya yang sangat dibutuhkan warga yang terdampak COVID-19,” tuturnya.

Menurut dia, kalau ada pihak yang menyatakan bahwa bantuan sosial itu telah kedaluwarsa, itu juga perlu dipertanyakan, berarti bantuan tersebut tidak dapat didistribusikan kepada warga yang berhak untuk menerimanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/