alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Pembuat Sertifikat Tanah Palsu Libatkan Mantan Kades

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMATERA SELATAN, RADARJEMBER.ID – Timsus Mafia Tanah Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap dua pelaku  diduga terlibat kasus pembuatan dokumen sertifikat hak milik (SHM) kepemilikan atas tanah palsu di Kabupaten Banyuasin.

BACA JUGA : Permintaan Domestik dan Sektor Riil Penopang Pemulihan Ekonomi Nasional

Kepala Subdit III Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kompol Agus Prihadinika mengatakan, kedua pelaku yakni EK, 53, warga Rimba Jaya, Air Kumbang, Banyuasin, dan YS, 34, warga Siring Agung, Ilir Barat I, Palembang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Para pelaku yang diduga membuat SHM kepemilikan tanah palsu di Kabupaten Banyuasin itu ditangkap Timsus Mafia Tanah di rumah dan tempat persembunyian masing-masing.“Malam itu EK ditangkap di rumahnya dan YS di sebuah hotel di Palembang,” kata Agus Prihadinika.

Dia mengatakan, YS berperan sebagai editor dokumen SHM program PTSL (program sertifikasi tanah gratis dari pemerintah). Dia mengaku sebagai pegawai kantor pertanahan (BPN)Banyuasin. “Pelaku Efendi merupakan mantan kepala desa daerah setempat,” terang Agus Prihadinika.

Dia menjelaskan, kasus tersebut masih dalam pengembangan bersama personel Subdit Harta dan Benda (Harda) Polda Sumsel yang juga anggota dalam Timsus Mafia Tanah. “Pelaku dan beberapa saksi masih diperiksa, segera kami umumkan hasilnya,” ujar Agus. (*)

- Advertisement -

SUMATERA SELATAN, RADARJEMBER.ID – Timsus Mafia Tanah Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap dua pelaku  diduga terlibat kasus pembuatan dokumen sertifikat hak milik (SHM) kepemilikan atas tanah palsu di Kabupaten Banyuasin.

BACA JUGA : Permintaan Domestik dan Sektor Riil Penopang Pemulihan Ekonomi Nasional

Kepala Subdit III Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kompol Agus Prihadinika mengatakan, kedua pelaku yakni EK, 53, warga Rimba Jaya, Air Kumbang, Banyuasin, dan YS, 34, warga Siring Agung, Ilir Barat I, Palembang.

Para pelaku yang diduga membuat SHM kepemilikan tanah palsu di Kabupaten Banyuasin itu ditangkap Timsus Mafia Tanah di rumah dan tempat persembunyian masing-masing.“Malam itu EK ditangkap di rumahnya dan YS di sebuah hotel di Palembang,” kata Agus Prihadinika.

Dia mengatakan, YS berperan sebagai editor dokumen SHM program PTSL (program sertifikasi tanah gratis dari pemerintah). Dia mengaku sebagai pegawai kantor pertanahan (BPN)Banyuasin. “Pelaku Efendi merupakan mantan kepala desa daerah setempat,” terang Agus Prihadinika.

Dia menjelaskan, kasus tersebut masih dalam pengembangan bersama personel Subdit Harta dan Benda (Harda) Polda Sumsel yang juga anggota dalam Timsus Mafia Tanah. “Pelaku dan beberapa saksi masih diperiksa, segera kami umumkan hasilnya,” ujar Agus. (*)

SUMATERA SELATAN, RADARJEMBER.ID – Timsus Mafia Tanah Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap dua pelaku  diduga terlibat kasus pembuatan dokumen sertifikat hak milik (SHM) kepemilikan atas tanah palsu di Kabupaten Banyuasin.

BACA JUGA : Permintaan Domestik dan Sektor Riil Penopang Pemulihan Ekonomi Nasional

Kepala Subdit III Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kompol Agus Prihadinika mengatakan, kedua pelaku yakni EK, 53, warga Rimba Jaya, Air Kumbang, Banyuasin, dan YS, 34, warga Siring Agung, Ilir Barat I, Palembang.

Para pelaku yang diduga membuat SHM kepemilikan tanah palsu di Kabupaten Banyuasin itu ditangkap Timsus Mafia Tanah di rumah dan tempat persembunyian masing-masing.“Malam itu EK ditangkap di rumahnya dan YS di sebuah hotel di Palembang,” kata Agus Prihadinika.

Dia mengatakan, YS berperan sebagai editor dokumen SHM program PTSL (program sertifikasi tanah gratis dari pemerintah). Dia mengaku sebagai pegawai kantor pertanahan (BPN)Banyuasin. “Pelaku Efendi merupakan mantan kepala desa daerah setempat,” terang Agus Prihadinika.

Dia menjelaskan, kasus tersebut masih dalam pengembangan bersama personel Subdit Harta dan Benda (Harda) Polda Sumsel yang juga anggota dalam Timsus Mafia Tanah. “Pelaku dan beberapa saksi masih diperiksa, segera kami umumkan hasilnya,” ujar Agus. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/