alexametrics
30.8 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Mantan Teroris Usul Zona Khusus Maba Radikal

Mobile_AP_Rectangle 1

MALANG, RADARJEMBER.ID- Pengelola perguruan tinggi mendapatkan masukan berharga dari mantan teroris, kampus diharapkan untuk terus menangkal kemungkinan mahasiswa terpapar radikalisme, usulan mantan teroris Jack Harun ini patut diperhatikan.

BACA JUGA: Jalan Rusak Depan Rumah Anggota Dewan

kampus sedini mungkin mendeteksi radikalisme melalui cara pengelompokan mahasiswa baru (maba) terindikasi ada bibit paham ekstremisme dan radikalisme. Menurut dia, selama di kampus, mereka dibuatkan zona khusus maba radikal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lantas bagaimana teknisnya? Dalam diskusi bertajuk Dialog Kebangsaan: Gerakan Filantropi Kedamaian di Sengkaling Convention Hall, mantan teroris kasus bom Bali itu memaparkan, momentum pemetaan sejak awal mahasiswa masuk kampus.

Biasanya, saat masa orientasi mahasiswa baru (dulu Ospek), itu waktu saat tepat dan kebetulan, Agustus mendatan mahasiswa baru sudah masuk secara tatap muka. Jadi, salah satu materi dalam orientasi adalah menguji pemikiran masing-masing mahasiswa.”Jelas Harun.

Dari situ akan , apakah maba memiliki bibit paham radikalisme atau tidak. Menurut Harun, maba perlu dikasih wadah untuk menuangkan pemikiran mereka dalam bentuk tulisan. Sepengalaman Harun, karena tulisan itu umumnya mewakili sebuah pikiran.

- Advertisement -

MALANG, RADARJEMBER.ID- Pengelola perguruan tinggi mendapatkan masukan berharga dari mantan teroris, kampus diharapkan untuk terus menangkal kemungkinan mahasiswa terpapar radikalisme, usulan mantan teroris Jack Harun ini patut diperhatikan.

BACA JUGA: Jalan Rusak Depan Rumah Anggota Dewan

kampus sedini mungkin mendeteksi radikalisme melalui cara pengelompokan mahasiswa baru (maba) terindikasi ada bibit paham ekstremisme dan radikalisme. Menurut dia, selama di kampus, mereka dibuatkan zona khusus maba radikal.

Lantas bagaimana teknisnya? Dalam diskusi bertajuk Dialog Kebangsaan: Gerakan Filantropi Kedamaian di Sengkaling Convention Hall, mantan teroris kasus bom Bali itu memaparkan, momentum pemetaan sejak awal mahasiswa masuk kampus.

Biasanya, saat masa orientasi mahasiswa baru (dulu Ospek), itu waktu saat tepat dan kebetulan, Agustus mendatan mahasiswa baru sudah masuk secara tatap muka. Jadi, salah satu materi dalam orientasi adalah menguji pemikiran masing-masing mahasiswa.”Jelas Harun.

Dari situ akan , apakah maba memiliki bibit paham radikalisme atau tidak. Menurut Harun, maba perlu dikasih wadah untuk menuangkan pemikiran mereka dalam bentuk tulisan. Sepengalaman Harun, karena tulisan itu umumnya mewakili sebuah pikiran.

MALANG, RADARJEMBER.ID- Pengelola perguruan tinggi mendapatkan masukan berharga dari mantan teroris, kampus diharapkan untuk terus menangkal kemungkinan mahasiswa terpapar radikalisme, usulan mantan teroris Jack Harun ini patut diperhatikan.

BACA JUGA: Jalan Rusak Depan Rumah Anggota Dewan

kampus sedini mungkin mendeteksi radikalisme melalui cara pengelompokan mahasiswa baru (maba) terindikasi ada bibit paham ekstremisme dan radikalisme. Menurut dia, selama di kampus, mereka dibuatkan zona khusus maba radikal.

Lantas bagaimana teknisnya? Dalam diskusi bertajuk Dialog Kebangsaan: Gerakan Filantropi Kedamaian di Sengkaling Convention Hall, mantan teroris kasus bom Bali itu memaparkan, momentum pemetaan sejak awal mahasiswa masuk kampus.

Biasanya, saat masa orientasi mahasiswa baru (dulu Ospek), itu waktu saat tepat dan kebetulan, Agustus mendatan mahasiswa baru sudah masuk secara tatap muka. Jadi, salah satu materi dalam orientasi adalah menguji pemikiran masing-masing mahasiswa.”Jelas Harun.

Dari situ akan , apakah maba memiliki bibit paham radikalisme atau tidak. Menurut Harun, maba perlu dikasih wadah untuk menuangkan pemikiran mereka dalam bentuk tulisan. Sepengalaman Harun, karena tulisan itu umumnya mewakili sebuah pikiran.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/