alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Antisipasi Radikalisme sejak Tingkat Terbawah

Peringatan Hari Lahir Pancasila Digelar Daring

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kursi-kursi itu ditata sedemikian rupa di aula Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (1/6). Beberapa saat kemudian, Bupati Jember Hendy Siswanto datang bersama Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman, dengan mengenakan baju adat Jawa. Sementara itu, pejabat lain tampak menggunakan pakaian adat Madura.

Bersama dengan kepala daerah lain, pihaknya mendengarkan peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Dalam pidatonya, pria yang akrab disapa Jokowi itu menerangkan bahwa yang harus diwaspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi. Termasuk rivalitas antarpandangan, antar-nilai-nilai, dan antarideologi.

Sementara itu, dia menambahkan bahwa ideologi transnasional cenderung semakin meningkat dan memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga memengaruhi kontestasi ideologi tersebut. Ditambah, Revolusi Industri 4.0 telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, berinteraksi, dan berorganisasi dalam skala besar lintas negara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketika konektivitas 5.0 melanda dunia, interaksi antardunia juga akan semakin mudah dan cepat. Kemudahan itu diakui Jokowi bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia dari berbagai kalangan usia serta tak mengenal lokasi dan waktu.

Oleh karena itu, perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tak bisa dilakukan dengan cara biasa. Diperlukan cara baru yang luar biasa, termasuk memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terutama Revolusi Industri 4.0. “Pancasila juga harus menjadi fondasi yang berkeindonesiaan,” pungkasnya.

Menindaklanjuti pesan dari Presiden, Bupati Hendy menerangkan bahwa Hari Lahir Pancasila harus dihayati dengan sungguh-sungguh. “Seperti halnya hari lahir kita,” ulasnya. Mengingat, lahirnya Pancasila menjadi salah satu alasan negeri ini menjadi makmur dan damai.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kursi-kursi itu ditata sedemikian rupa di aula Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (1/6). Beberapa saat kemudian, Bupati Jember Hendy Siswanto datang bersama Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman, dengan mengenakan baju adat Jawa. Sementara itu, pejabat lain tampak menggunakan pakaian adat Madura.

Bersama dengan kepala daerah lain, pihaknya mendengarkan peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Dalam pidatonya, pria yang akrab disapa Jokowi itu menerangkan bahwa yang harus diwaspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi. Termasuk rivalitas antarpandangan, antar-nilai-nilai, dan antarideologi.

Sementara itu, dia menambahkan bahwa ideologi transnasional cenderung semakin meningkat dan memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga memengaruhi kontestasi ideologi tersebut. Ditambah, Revolusi Industri 4.0 telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, berinteraksi, dan berorganisasi dalam skala besar lintas negara.

Ketika konektivitas 5.0 melanda dunia, interaksi antardunia juga akan semakin mudah dan cepat. Kemudahan itu diakui Jokowi bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia dari berbagai kalangan usia serta tak mengenal lokasi dan waktu.

Oleh karena itu, perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tak bisa dilakukan dengan cara biasa. Diperlukan cara baru yang luar biasa, termasuk memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terutama Revolusi Industri 4.0. “Pancasila juga harus menjadi fondasi yang berkeindonesiaan,” pungkasnya.

Menindaklanjuti pesan dari Presiden, Bupati Hendy menerangkan bahwa Hari Lahir Pancasila harus dihayati dengan sungguh-sungguh. “Seperti halnya hari lahir kita,” ulasnya. Mengingat, lahirnya Pancasila menjadi salah satu alasan negeri ini menjadi makmur dan damai.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kursi-kursi itu ditata sedemikian rupa di aula Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (1/6). Beberapa saat kemudian, Bupati Jember Hendy Siswanto datang bersama Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman, dengan mengenakan baju adat Jawa. Sementara itu, pejabat lain tampak menggunakan pakaian adat Madura.

Bersama dengan kepala daerah lain, pihaknya mendengarkan peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Dalam pidatonya, pria yang akrab disapa Jokowi itu menerangkan bahwa yang harus diwaspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi. Termasuk rivalitas antarpandangan, antar-nilai-nilai, dan antarideologi.

Sementara itu, dia menambahkan bahwa ideologi transnasional cenderung semakin meningkat dan memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga memengaruhi kontestasi ideologi tersebut. Ditambah, Revolusi Industri 4.0 telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, berinteraksi, dan berorganisasi dalam skala besar lintas negara.

Ketika konektivitas 5.0 melanda dunia, interaksi antardunia juga akan semakin mudah dan cepat. Kemudahan itu diakui Jokowi bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia dari berbagai kalangan usia serta tak mengenal lokasi dan waktu.

Oleh karena itu, perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tak bisa dilakukan dengan cara biasa. Diperlukan cara baru yang luar biasa, termasuk memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terutama Revolusi Industri 4.0. “Pancasila juga harus menjadi fondasi yang berkeindonesiaan,” pungkasnya.

Menindaklanjuti pesan dari Presiden, Bupati Hendy menerangkan bahwa Hari Lahir Pancasila harus dihayati dengan sungguh-sungguh. “Seperti halnya hari lahir kita,” ulasnya. Mengingat, lahirnya Pancasila menjadi salah satu alasan negeri ini menjadi makmur dan damai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/