22.9 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

PHK Karyawan Sebelum UMK  Bogor 2023 Diterapkan

Mobile_AP_Rectangle 1

BOGOR, RADARJEMBER.ID – Menjelang penetapan UMP 2023, pabrik-pabrik di Kabupaten malah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran alias massal. PHK itu terdapat di sejumlah pabrik berlokasi di Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri.

BACA JUGA : Satu Orang Warga Sukoharjo Diamankan Densus 88

Dian Hermawan, Kepala Desa Cicadas mengatakan, ada beberapa perusahaan akan melakukan PHK. “Iya, PHK masal secara bertahap. Itu rata-rata perusahan pengekspor produk ke luar negeri,” kata Dian Hermawan saat dihubungi Radar Bogor, Kamis (1/12).

Mobile_AP_Rectangle 2

Para pekerja di Kabupaten Bogor berharap saat ini tidak ada PHK. Jika terjadi kenaikan gaji sangat bersyukur. Kalau sebaliknya, tidak masalah. Asalkan tidak terjadi PHK. Nanda, buruh pabrik di kawasan Gunungputri mengaku cuma bisa menunggu kepastian penetapan UMK.

Naik atau tidak. Terpenting tidak terjadi PHK. “Kalau naik alhamdulilah. Tapi kalau gak ya disyukuri saja. Yang penting saya masih kerja dan tidak di PHK. Itu kalau pendapat saya pribadi,” ujar Nanda.

Sebagaimana diketahui, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan merekomendasikan kenaikan UMK sebesar 10 persen. Yakni, dari Rp 4.217.206 menjadi Rp 4.638.926. Rekomendasi itu ternyata mendapat penolakan dari pengusaha, karena dianggap memberatkan pelaku usaha.

- Advertisement -

BOGOR, RADARJEMBER.ID – Menjelang penetapan UMP 2023, pabrik-pabrik di Kabupaten malah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran alias massal. PHK itu terdapat di sejumlah pabrik berlokasi di Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri.

BACA JUGA : Satu Orang Warga Sukoharjo Diamankan Densus 88

Dian Hermawan, Kepala Desa Cicadas mengatakan, ada beberapa perusahaan akan melakukan PHK. “Iya, PHK masal secara bertahap. Itu rata-rata perusahan pengekspor produk ke luar negeri,” kata Dian Hermawan saat dihubungi Radar Bogor, Kamis (1/12).

Para pekerja di Kabupaten Bogor berharap saat ini tidak ada PHK. Jika terjadi kenaikan gaji sangat bersyukur. Kalau sebaliknya, tidak masalah. Asalkan tidak terjadi PHK. Nanda, buruh pabrik di kawasan Gunungputri mengaku cuma bisa menunggu kepastian penetapan UMK.

Naik atau tidak. Terpenting tidak terjadi PHK. “Kalau naik alhamdulilah. Tapi kalau gak ya disyukuri saja. Yang penting saya masih kerja dan tidak di PHK. Itu kalau pendapat saya pribadi,” ujar Nanda.

Sebagaimana diketahui, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan merekomendasikan kenaikan UMK sebesar 10 persen. Yakni, dari Rp 4.217.206 menjadi Rp 4.638.926. Rekomendasi itu ternyata mendapat penolakan dari pengusaha, karena dianggap memberatkan pelaku usaha.

BOGOR, RADARJEMBER.ID – Menjelang penetapan UMP 2023, pabrik-pabrik di Kabupaten malah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran alias massal. PHK itu terdapat di sejumlah pabrik berlokasi di Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri.

BACA JUGA : Satu Orang Warga Sukoharjo Diamankan Densus 88

Dian Hermawan, Kepala Desa Cicadas mengatakan, ada beberapa perusahaan akan melakukan PHK. “Iya, PHK masal secara bertahap. Itu rata-rata perusahan pengekspor produk ke luar negeri,” kata Dian Hermawan saat dihubungi Radar Bogor, Kamis (1/12).

Para pekerja di Kabupaten Bogor berharap saat ini tidak ada PHK. Jika terjadi kenaikan gaji sangat bersyukur. Kalau sebaliknya, tidak masalah. Asalkan tidak terjadi PHK. Nanda, buruh pabrik di kawasan Gunungputri mengaku cuma bisa menunggu kepastian penetapan UMK.

Naik atau tidak. Terpenting tidak terjadi PHK. “Kalau naik alhamdulilah. Tapi kalau gak ya disyukuri saja. Yang penting saya masih kerja dan tidak di PHK. Itu kalau pendapat saya pribadi,” ujar Nanda.

Sebagaimana diketahui, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan merekomendasikan kenaikan UMK sebesar 10 persen. Yakni, dari Rp 4.217.206 menjadi Rp 4.638.926. Rekomendasi itu ternyata mendapat penolakan dari pengusaha, karena dianggap memberatkan pelaku usaha.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca