alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Warga Wonogiri Inginkan Pemutihan Sewa Lahan KAI

Mobile_AP_Rectangle 1

WONOGIRI, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit lahan aset Kereta Api Indonesia (KAI) digunakan masyarakat untuk membangun tempat tinggal dan sebagainya. Termasuk di Wonogiri. Hal tersebut dibedah dalam sosialisasi bersama Bupati Wonogiri Joko Sutopo, (29/7).

BACA JUGA : Perahu Nelayan Puger Jember Terbalik di Plawangan, Satu Orang Meninggal
Wahyudi, warga Kecamatan Baturetno telah menempati lahan KAI menuturkan, banyak warga di kecamatan setempat memanfaatkan lahan aset KAI sejak 1978.Saat itu, ada warga membeli maupun menyewa lahan melalui petugas KAI atau oknum.

Ditambahkan oleh pria tersebut, pasca pembangunan Waduk Gajah Mungkur (WGM), ada petugas KAI mengkapling aset dan kemudian disewakan atau dijual kepada warga. Harganya bervariasi dan tanpa dasar yang jelas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada 2006, kata Wahyudi, KAI menerima tagihan sewa yang menurutnya tak sesuai ketentuan. Nilainya bervariasi. Mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Warga menganggap penagih itu adalah oknum, sehingga mereka enggan membayar.

“Kami bukannya menyerobot aset milik KAI. Kami mempertanyakan legalitas kepemilikan aset karena sudah puluhan tahun telantar,” jelas dia. Aset KAI yang disebutnya telantar bisa berstatus tanah hak barat sehingga kepemilikannya kembali ke negara, kepada masyarakat.

Ketua RW 07 Kelurahan Giripurwo Kecamatan Wonogiri Kota Andreas Warto mengatakan, ada sejumlah warganya yang memanfaatkan lahan KAI namun belum membayar sewa hingga belasan tahun.

Terkait penyebab tunggakan sewa, Andreas tidak mengetahui secara pasti. “Harapannya, kalau sudah membayar sewa, KAI bisa melakukan pencatatan sebagai tagihan piutang. Bisa dimulai 2022 sehingga uang sewa tidak terlalu berat,” ucap Andreas.

- Advertisement -

WONOGIRI, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit lahan aset Kereta Api Indonesia (KAI) digunakan masyarakat untuk membangun tempat tinggal dan sebagainya. Termasuk di Wonogiri. Hal tersebut dibedah dalam sosialisasi bersama Bupati Wonogiri Joko Sutopo, (29/7).

BACA JUGA : Perahu Nelayan Puger Jember Terbalik di Plawangan, Satu Orang Meninggal
Wahyudi, warga Kecamatan Baturetno telah menempati lahan KAI menuturkan, banyak warga di kecamatan setempat memanfaatkan lahan aset KAI sejak 1978.Saat itu, ada warga membeli maupun menyewa lahan melalui petugas KAI atau oknum.

Ditambahkan oleh pria tersebut, pasca pembangunan Waduk Gajah Mungkur (WGM), ada petugas KAI mengkapling aset dan kemudian disewakan atau dijual kepada warga. Harganya bervariasi dan tanpa dasar yang jelas.

Pada 2006, kata Wahyudi, KAI menerima tagihan sewa yang menurutnya tak sesuai ketentuan. Nilainya bervariasi. Mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Warga menganggap penagih itu adalah oknum, sehingga mereka enggan membayar.

“Kami bukannya menyerobot aset milik KAI. Kami mempertanyakan legalitas kepemilikan aset karena sudah puluhan tahun telantar,” jelas dia. Aset KAI yang disebutnya telantar bisa berstatus tanah hak barat sehingga kepemilikannya kembali ke negara, kepada masyarakat.

Ketua RW 07 Kelurahan Giripurwo Kecamatan Wonogiri Kota Andreas Warto mengatakan, ada sejumlah warganya yang memanfaatkan lahan KAI namun belum membayar sewa hingga belasan tahun.

Terkait penyebab tunggakan sewa, Andreas tidak mengetahui secara pasti. “Harapannya, kalau sudah membayar sewa, KAI bisa melakukan pencatatan sebagai tagihan piutang. Bisa dimulai 2022 sehingga uang sewa tidak terlalu berat,” ucap Andreas.

WONOGIRI, RADARJEMBER.ID – Tidak sedikit lahan aset Kereta Api Indonesia (KAI) digunakan masyarakat untuk membangun tempat tinggal dan sebagainya. Termasuk di Wonogiri. Hal tersebut dibedah dalam sosialisasi bersama Bupati Wonogiri Joko Sutopo, (29/7).

BACA JUGA : Perahu Nelayan Puger Jember Terbalik di Plawangan, Satu Orang Meninggal
Wahyudi, warga Kecamatan Baturetno telah menempati lahan KAI menuturkan, banyak warga di kecamatan setempat memanfaatkan lahan aset KAI sejak 1978.Saat itu, ada warga membeli maupun menyewa lahan melalui petugas KAI atau oknum.

Ditambahkan oleh pria tersebut, pasca pembangunan Waduk Gajah Mungkur (WGM), ada petugas KAI mengkapling aset dan kemudian disewakan atau dijual kepada warga. Harganya bervariasi dan tanpa dasar yang jelas.

Pada 2006, kata Wahyudi, KAI menerima tagihan sewa yang menurutnya tak sesuai ketentuan. Nilainya bervariasi. Mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Warga menganggap penagih itu adalah oknum, sehingga mereka enggan membayar.

“Kami bukannya menyerobot aset milik KAI. Kami mempertanyakan legalitas kepemilikan aset karena sudah puluhan tahun telantar,” jelas dia. Aset KAI yang disebutnya telantar bisa berstatus tanah hak barat sehingga kepemilikannya kembali ke negara, kepada masyarakat.

Ketua RW 07 Kelurahan Giripurwo Kecamatan Wonogiri Kota Andreas Warto mengatakan, ada sejumlah warganya yang memanfaatkan lahan KAI namun belum membayar sewa hingga belasan tahun.

Terkait penyebab tunggakan sewa, Andreas tidak mengetahui secara pasti. “Harapannya, kalau sudah membayar sewa, KAI bisa melakukan pencatatan sebagai tagihan piutang. Bisa dimulai 2022 sehingga uang sewa tidak terlalu berat,” ucap Andreas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/