alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Sepi Pengunjung Kawasan Wisata Hutan Madiun

Mobile_AP_Rectangle 1

MADIUN,RADARJEMBER.ID– Keasrian objek wisata alam di kawasan hutan tidak lagi memikat hati wisatawan. Hutan Pinus Nongko Ijo, Kare, misalnya. Kini rata-rata hanya dikunjungi 150-200 pelancong setiap weekend.

BACA JUGA : Puluhan Korban Loker Bodong Kamboja Berhasil Diselamatkan

Padahal, dulu bisa mencapai 1.000 pengunjung. Minim fasilitas memadai dan sajian kuliner yang monoton jadi penyebab utamanya. ‘’Toilet kurang terawat, gazebo juga banyak yang sudah reyot,’’ keluh Feronica, pengunjung asal Pacitan, Minggu (31/7).

Mobile_AP_Rectangle 2

Hendrianto, salah seorang anggota pengelola objek wisata alam di bawah naungan Perhutani, tidak dapat mengelak. Dia dan kawan-kawannya sudah menyadari kekurangan itu. Menurut dia, ketiadaan musala dan lahan parkir mobil menjadi pekerjaan rumah (PR).
‘’Kami masih terkendala dana,’’kata Hendrianto.Pihaknya sudah berusaha optimal merawat dan mempercantik spot foto yang ada. Namun, menurunnya jumlah pengunjung berdampak signifikan terhadap pemasukan. Bahkan, untuk operasional sehari-hari saja kurang.

Belum lagi hasil penjualan tiket harus dibagi dengan Perhutani. ‘’Tidak ada bantuan sama sekali. Dari bagi hasil dikumpulkan dan disisihkan kalau ada. Tapi, seringnya minus,’’ ungkap Hendrianto.

- Advertisement -

MADIUN,RADARJEMBER.ID– Keasrian objek wisata alam di kawasan hutan tidak lagi memikat hati wisatawan. Hutan Pinus Nongko Ijo, Kare, misalnya. Kini rata-rata hanya dikunjungi 150-200 pelancong setiap weekend.

BACA JUGA : Puluhan Korban Loker Bodong Kamboja Berhasil Diselamatkan

Padahal, dulu bisa mencapai 1.000 pengunjung. Minim fasilitas memadai dan sajian kuliner yang monoton jadi penyebab utamanya. ‘’Toilet kurang terawat, gazebo juga banyak yang sudah reyot,’’ keluh Feronica, pengunjung asal Pacitan, Minggu (31/7).

Hendrianto, salah seorang anggota pengelola objek wisata alam di bawah naungan Perhutani, tidak dapat mengelak. Dia dan kawan-kawannya sudah menyadari kekurangan itu. Menurut dia, ketiadaan musala dan lahan parkir mobil menjadi pekerjaan rumah (PR).
‘’Kami masih terkendala dana,’’kata Hendrianto.Pihaknya sudah berusaha optimal merawat dan mempercantik spot foto yang ada. Namun, menurunnya jumlah pengunjung berdampak signifikan terhadap pemasukan. Bahkan, untuk operasional sehari-hari saja kurang.

Belum lagi hasil penjualan tiket harus dibagi dengan Perhutani. ‘’Tidak ada bantuan sama sekali. Dari bagi hasil dikumpulkan dan disisihkan kalau ada. Tapi, seringnya minus,’’ ungkap Hendrianto.

MADIUN,RADARJEMBER.ID– Keasrian objek wisata alam di kawasan hutan tidak lagi memikat hati wisatawan. Hutan Pinus Nongko Ijo, Kare, misalnya. Kini rata-rata hanya dikunjungi 150-200 pelancong setiap weekend.

BACA JUGA : Puluhan Korban Loker Bodong Kamboja Berhasil Diselamatkan

Padahal, dulu bisa mencapai 1.000 pengunjung. Minim fasilitas memadai dan sajian kuliner yang monoton jadi penyebab utamanya. ‘’Toilet kurang terawat, gazebo juga banyak yang sudah reyot,’’ keluh Feronica, pengunjung asal Pacitan, Minggu (31/7).

Hendrianto, salah seorang anggota pengelola objek wisata alam di bawah naungan Perhutani, tidak dapat mengelak. Dia dan kawan-kawannya sudah menyadari kekurangan itu. Menurut dia, ketiadaan musala dan lahan parkir mobil menjadi pekerjaan rumah (PR).
‘’Kami masih terkendala dana,’’kata Hendrianto.Pihaknya sudah berusaha optimal merawat dan mempercantik spot foto yang ada. Namun, menurunnya jumlah pengunjung berdampak signifikan terhadap pemasukan. Bahkan, untuk operasional sehari-hari saja kurang.

Belum lagi hasil penjualan tiket harus dibagi dengan Perhutani. ‘’Tidak ada bantuan sama sekali. Dari bagi hasil dikumpulkan dan disisihkan kalau ada. Tapi, seringnya minus,’’ ungkap Hendrianto.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/