alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Kutut Purwanto Jadi Saksi Mahkota Kasus Gratifikasi

Mobile_AP_Rectangle 1

KEDIRI,RADARJEMBER.ID – Triyono Kutut Purwanto, 60, terdakwa kasus korupsi penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) Dinas Sosial Kota Kediri 2020/2021, diperiksa sebagai saksi mahkota. Dia bersaksi terhadap terdakwa Sri Roro Dewi Sawitri, 29, pendamping program bantuan sosial tersebut.

BACA JUGA : Sandiaga Uno : Produk Kecantikan Lokal Bisa Bersaing di Pasar Global

Dalam persidangan di ruang Cakra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Surabaya itu, Kutut menjelaskan, menjabat kepala dinas sosial (kadinsos) sejak Januari 2017 hingga 7 Januari 2022. “Saudara tahu kenapa beliau (Roro) ini sampai dipersidangkan?” tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Aslah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menjawab pertanyaan tersebut, Kutut mengungkapkan bahwa Roro disidangkan di meja hijau itu karena kasus dugaan gratifikasi. Gratifikasi tersebut ditengarai dari supplier pemasok komoditas bahan pangan untuk program BPNT.Jumlah supplier tersebut terdapat tiga orang. Yakni, Subagyo dari UD Barokah.

Kemudian, Netty dari UD Lingga Jaya dan Cahyana dari UD Guna Karya.Dalam persidangan berlangsung sekitar pukul 12.00, Kutut memaparkan terkait mekanisme penyaluran BPNT.Dimulai dari daftar penerima bantuan yang sesuai dengan data base di Kementerian Sosial (Kemensos).

- Advertisement -

KEDIRI,RADARJEMBER.ID – Triyono Kutut Purwanto, 60, terdakwa kasus korupsi penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) Dinas Sosial Kota Kediri 2020/2021, diperiksa sebagai saksi mahkota. Dia bersaksi terhadap terdakwa Sri Roro Dewi Sawitri, 29, pendamping program bantuan sosial tersebut.

BACA JUGA : Sandiaga Uno : Produk Kecantikan Lokal Bisa Bersaing di Pasar Global

Dalam persidangan di ruang Cakra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Surabaya itu, Kutut menjelaskan, menjabat kepala dinas sosial (kadinsos) sejak Januari 2017 hingga 7 Januari 2022. “Saudara tahu kenapa beliau (Roro) ini sampai dipersidangkan?” tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Aslah.

Menjawab pertanyaan tersebut, Kutut mengungkapkan bahwa Roro disidangkan di meja hijau itu karena kasus dugaan gratifikasi. Gratifikasi tersebut ditengarai dari supplier pemasok komoditas bahan pangan untuk program BPNT.Jumlah supplier tersebut terdapat tiga orang. Yakni, Subagyo dari UD Barokah.

Kemudian, Netty dari UD Lingga Jaya dan Cahyana dari UD Guna Karya.Dalam persidangan berlangsung sekitar pukul 12.00, Kutut memaparkan terkait mekanisme penyaluran BPNT.Dimulai dari daftar penerima bantuan yang sesuai dengan data base di Kementerian Sosial (Kemensos).

KEDIRI,RADARJEMBER.ID – Triyono Kutut Purwanto, 60, terdakwa kasus korupsi penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) Dinas Sosial Kota Kediri 2020/2021, diperiksa sebagai saksi mahkota. Dia bersaksi terhadap terdakwa Sri Roro Dewi Sawitri, 29, pendamping program bantuan sosial tersebut.

BACA JUGA : Sandiaga Uno : Produk Kecantikan Lokal Bisa Bersaing di Pasar Global

Dalam persidangan di ruang Cakra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Surabaya itu, Kutut menjelaskan, menjabat kepala dinas sosial (kadinsos) sejak Januari 2017 hingga 7 Januari 2022. “Saudara tahu kenapa beliau (Roro) ini sampai dipersidangkan?” tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Aslah.

Menjawab pertanyaan tersebut, Kutut mengungkapkan bahwa Roro disidangkan di meja hijau itu karena kasus dugaan gratifikasi. Gratifikasi tersebut ditengarai dari supplier pemasok komoditas bahan pangan untuk program BPNT.Jumlah supplier tersebut terdapat tiga orang. Yakni, Subagyo dari UD Barokah.

Kemudian, Netty dari UD Lingga Jaya dan Cahyana dari UD Guna Karya.Dalam persidangan berlangsung sekitar pukul 12.00, Kutut memaparkan terkait mekanisme penyaluran BPNT.Dimulai dari daftar penerima bantuan yang sesuai dengan data base di Kementerian Sosial (Kemensos).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/