alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Tjahjo Kumolo, Satu Putra Terbaik Bangsa Kembali ke Pangkuan Sang Khalik

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Salah satu putra terbaik bangsa Indonesia kembali rebah di pangkuan Sang Mahakuasa. Jumat 1 Juli 2022, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sekretaris Kemenpan RB Rini Widyantini mengonfirmasi berita duka itu pada Jumat ini.

BACA JUGA : Bupati Akui Porprov Punya Dampak Ekonomi

“Bapak Menteri telah dipanggil Allah SWT pada hari ini pukul 11.10 WIB. Kami mohon doa dari Bapak/Ibu dan rekan-rekan sekalian, semoga beliau diterima di sisi-Nya,” kata Rini dalam pesan singkatnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelum menjabat sebagai Menpan RB sejak 23 Oktober 2019 pada Kabinet Indonesia Maju, jejak karir politik Tjahjo yang gemilang telah menyentuh beberapa posisi penting.

Pertama, kader PDI Perjuangan sejak tahun 1998 itu terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009 — 2014. Di sela-sela menjabat sebagai wakil rakyat, Tjahjo pun mengemban amanah di partai banteng moncong putih itu sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP periode 2010—2015.

Amanah lain yang diemban Tjahjo demi kebaikan dan kemajuan Bumi Pertiwi adalah sebagai Menteri Dalam Negeri, mulai 27 Oktober 2014 sampai dengan 20 Oktober 2019 pada Kabinet Kerja. Kemudian, dia beralih menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) pada 1 Oktober 2019 hingga 20 Oktober 2019.

Dalam rekam jejak karirnya berpolitik, Tjahjo mendapatkan beragam penilaian yang baik, khususnya dari Presiden Joko Widodo. Saat mengenalkan Tjahjo sebagai Mendagri kepada masyarakat di tahun 2014, Jokowi memuji Tjahjo sebagai politikus profesional, demokratis, dan tegas.

Tak hanya di situ, penilaian yang sama baiknya datang pula dari Lembaga Klimatologi Politik (LKP). Sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenpan RB, Tjahjo, dalam riset dan kajian akademik LKP 1 April 2015 sampai Agustus 2015, dinilai sebagai salah satu menteri yang paling konsisten mengimplementasikan gagasan besar Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tjahjo dinilai paling mengerti hal-hal yang tersirat dan tersurat dalam Nawa Cita dan Trisakti Bung Karno.

Menurut hasil riset dan kajian LKP itu, dengan gaya yang tenang, Tjahjo selalu konsisten dan memiliki kemauan besar dalam menjalankan ide-ide besar Presiden Jokowi. Tjahjo Kumolo pun dijuluki sebagai “La Ode Lakina Kaogesana Lipu”. Julukan itu diberikan saat dia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, pada 10 Oktober 2015.

“La Ode” berarti pemberian pujian atau penghargaan kepada seseorang oleh adat Kesultanan Buton sebagai negarawan atau bangsawan yang selalu berjuang membangun bangsa, agama, dan mempertahankan adat yang menjadikan budaya.

Lalu, “Kaogesana” berarti pembesar atau atasan dengan tingkat kedudukan sosial yang tinggi dalam Kesultanan Buton, sedangkan “Lipu” berarti wilayah yang meliputi negara, daerah, kecamatan, kelurahan, dan desa.

Gemilang karir seorang Tjahjo Kumolo pun tak dapat dilepaskan dari jejak pendidikan yang telah ia tempuh. Usai mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Semarang, Jawa Tengah, Tjahjo diketahui melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Semasa berkuliah, Tjahjo aktif terlibat dalam organisasi kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Bahkan, dia pernah menjadi Ketua Umum DPP KNPI periode 1990-1993.

 

Sosok yang tenang, sederhana, dan murah senyum
Banyak hal baik yang melekat tentang pria kelahiran 1 Desember 1957 di Surakarta, Jawa Tengah, itu. Di hati dan pikiran orang-orang di sekitarnya, Tjahjo dinilai sebagai sosok yang tenang, sederhana, dan murah senyum.

Melalui wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta, anggota DPR RI Junimart Girsang mengenang Tjahjo sebagai sosok humanis dan senantiasa berempati, terutama menyangkut calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Sebagaimana jabatan yang diembannya, Tjahjo begitu menguasai persoalan kepegawaian.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Salah satu putra terbaik bangsa Indonesia kembali rebah di pangkuan Sang Mahakuasa. Jumat 1 Juli 2022, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sekretaris Kemenpan RB Rini Widyantini mengonfirmasi berita duka itu pada Jumat ini.

BACA JUGA : Bupati Akui Porprov Punya Dampak Ekonomi

“Bapak Menteri telah dipanggil Allah SWT pada hari ini pukul 11.10 WIB. Kami mohon doa dari Bapak/Ibu dan rekan-rekan sekalian, semoga beliau diterima di sisi-Nya,” kata Rini dalam pesan singkatnya.

Sebelum menjabat sebagai Menpan RB sejak 23 Oktober 2019 pada Kabinet Indonesia Maju, jejak karir politik Tjahjo yang gemilang telah menyentuh beberapa posisi penting.

Pertama, kader PDI Perjuangan sejak tahun 1998 itu terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009 — 2014. Di sela-sela menjabat sebagai wakil rakyat, Tjahjo pun mengemban amanah di partai banteng moncong putih itu sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP periode 2010—2015.

Amanah lain yang diemban Tjahjo demi kebaikan dan kemajuan Bumi Pertiwi adalah sebagai Menteri Dalam Negeri, mulai 27 Oktober 2014 sampai dengan 20 Oktober 2019 pada Kabinet Kerja. Kemudian, dia beralih menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) pada 1 Oktober 2019 hingga 20 Oktober 2019.

Dalam rekam jejak karirnya berpolitik, Tjahjo mendapatkan beragam penilaian yang baik, khususnya dari Presiden Joko Widodo. Saat mengenalkan Tjahjo sebagai Mendagri kepada masyarakat di tahun 2014, Jokowi memuji Tjahjo sebagai politikus profesional, demokratis, dan tegas.

Tak hanya di situ, penilaian yang sama baiknya datang pula dari Lembaga Klimatologi Politik (LKP). Sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenpan RB, Tjahjo, dalam riset dan kajian akademik LKP 1 April 2015 sampai Agustus 2015, dinilai sebagai salah satu menteri yang paling konsisten mengimplementasikan gagasan besar Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tjahjo dinilai paling mengerti hal-hal yang tersirat dan tersurat dalam Nawa Cita dan Trisakti Bung Karno.

Menurut hasil riset dan kajian LKP itu, dengan gaya yang tenang, Tjahjo selalu konsisten dan memiliki kemauan besar dalam menjalankan ide-ide besar Presiden Jokowi. Tjahjo Kumolo pun dijuluki sebagai “La Ode Lakina Kaogesana Lipu”. Julukan itu diberikan saat dia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, pada 10 Oktober 2015.

“La Ode” berarti pemberian pujian atau penghargaan kepada seseorang oleh adat Kesultanan Buton sebagai negarawan atau bangsawan yang selalu berjuang membangun bangsa, agama, dan mempertahankan adat yang menjadikan budaya.

Lalu, “Kaogesana” berarti pembesar atau atasan dengan tingkat kedudukan sosial yang tinggi dalam Kesultanan Buton, sedangkan “Lipu” berarti wilayah yang meliputi negara, daerah, kecamatan, kelurahan, dan desa.

Gemilang karir seorang Tjahjo Kumolo pun tak dapat dilepaskan dari jejak pendidikan yang telah ia tempuh. Usai mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Semarang, Jawa Tengah, Tjahjo diketahui melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Semasa berkuliah, Tjahjo aktif terlibat dalam organisasi kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Bahkan, dia pernah menjadi Ketua Umum DPP KNPI periode 1990-1993.

 

Sosok yang tenang, sederhana, dan murah senyum
Banyak hal baik yang melekat tentang pria kelahiran 1 Desember 1957 di Surakarta, Jawa Tengah, itu. Di hati dan pikiran orang-orang di sekitarnya, Tjahjo dinilai sebagai sosok yang tenang, sederhana, dan murah senyum.

Melalui wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta, anggota DPR RI Junimart Girsang mengenang Tjahjo sebagai sosok humanis dan senantiasa berempati, terutama menyangkut calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Sebagaimana jabatan yang diembannya, Tjahjo begitu menguasai persoalan kepegawaian.

RADARJEMBER.ID – Salah satu putra terbaik bangsa Indonesia kembali rebah di pangkuan Sang Mahakuasa. Jumat 1 Juli 2022, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sekretaris Kemenpan RB Rini Widyantini mengonfirmasi berita duka itu pada Jumat ini.

BACA JUGA : Bupati Akui Porprov Punya Dampak Ekonomi

“Bapak Menteri telah dipanggil Allah SWT pada hari ini pukul 11.10 WIB. Kami mohon doa dari Bapak/Ibu dan rekan-rekan sekalian, semoga beliau diterima di sisi-Nya,” kata Rini dalam pesan singkatnya.

Sebelum menjabat sebagai Menpan RB sejak 23 Oktober 2019 pada Kabinet Indonesia Maju, jejak karir politik Tjahjo yang gemilang telah menyentuh beberapa posisi penting.

Pertama, kader PDI Perjuangan sejak tahun 1998 itu terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009 — 2014. Di sela-sela menjabat sebagai wakil rakyat, Tjahjo pun mengemban amanah di partai banteng moncong putih itu sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP periode 2010—2015.

Amanah lain yang diemban Tjahjo demi kebaikan dan kemajuan Bumi Pertiwi adalah sebagai Menteri Dalam Negeri, mulai 27 Oktober 2014 sampai dengan 20 Oktober 2019 pada Kabinet Kerja. Kemudian, dia beralih menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) pada 1 Oktober 2019 hingga 20 Oktober 2019.

Dalam rekam jejak karirnya berpolitik, Tjahjo mendapatkan beragam penilaian yang baik, khususnya dari Presiden Joko Widodo. Saat mengenalkan Tjahjo sebagai Mendagri kepada masyarakat di tahun 2014, Jokowi memuji Tjahjo sebagai politikus profesional, demokratis, dan tegas.

Tak hanya di situ, penilaian yang sama baiknya datang pula dari Lembaga Klimatologi Politik (LKP). Sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenpan RB, Tjahjo, dalam riset dan kajian akademik LKP 1 April 2015 sampai Agustus 2015, dinilai sebagai salah satu menteri yang paling konsisten mengimplementasikan gagasan besar Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tjahjo dinilai paling mengerti hal-hal yang tersirat dan tersurat dalam Nawa Cita dan Trisakti Bung Karno.

Menurut hasil riset dan kajian LKP itu, dengan gaya yang tenang, Tjahjo selalu konsisten dan memiliki kemauan besar dalam menjalankan ide-ide besar Presiden Jokowi. Tjahjo Kumolo pun dijuluki sebagai “La Ode Lakina Kaogesana Lipu”. Julukan itu diberikan saat dia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, pada 10 Oktober 2015.

“La Ode” berarti pemberian pujian atau penghargaan kepada seseorang oleh adat Kesultanan Buton sebagai negarawan atau bangsawan yang selalu berjuang membangun bangsa, agama, dan mempertahankan adat yang menjadikan budaya.

Lalu, “Kaogesana” berarti pembesar atau atasan dengan tingkat kedudukan sosial yang tinggi dalam Kesultanan Buton, sedangkan “Lipu” berarti wilayah yang meliputi negara, daerah, kecamatan, kelurahan, dan desa.

Gemilang karir seorang Tjahjo Kumolo pun tak dapat dilepaskan dari jejak pendidikan yang telah ia tempuh. Usai mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Semarang, Jawa Tengah, Tjahjo diketahui melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Semasa berkuliah, Tjahjo aktif terlibat dalam organisasi kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Bahkan, dia pernah menjadi Ketua Umum DPP KNPI periode 1990-1993.

 

Sosok yang tenang, sederhana, dan murah senyum
Banyak hal baik yang melekat tentang pria kelahiran 1 Desember 1957 di Surakarta, Jawa Tengah, itu. Di hati dan pikiran orang-orang di sekitarnya, Tjahjo dinilai sebagai sosok yang tenang, sederhana, dan murah senyum.

Melalui wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta, anggota DPR RI Junimart Girsang mengenang Tjahjo sebagai sosok humanis dan senantiasa berempati, terutama menyangkut calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Sebagaimana jabatan yang diembannya, Tjahjo begitu menguasai persoalan kepegawaian.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/