alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Pengadaan Migor Tidak Terimbas Pencabutan Subsidi

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER,ID- Subsidi minyak goreng (migor) curah kepada pelaku usaha mulai akhir Mei 2022 dihentikan. Meski demikian, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan bahwa penyediaan migor curah tetap berlanjut.Hal tersebut sengaja dilakukan, agar tidak terjadi kelangkaan migor curah.

Putu Juli Ardika, Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, mengatakan, subsidi migor curah distop lantaran harga bahan pangan sudah mulai turun. Kebijakan itu mengacu Pasal 3 Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 26 Tahun 2022. Pembiayaan subsidi tersebut hanya sampai 31 Mei 2022.

Menurut Putu, skema pengadaan migor curah akan menggunakan mekanisme domestik market obligation (DMO) serta domestic price obligation (DPO). Dia membeberkan, realisasi pemenuhan kebutuhan minyak goreng sawit (MGS) dan dilaksanakan sejak Maret hingga Mei telah mengalami peningkatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Dari Maret hingga 29 Mei sudah mencapai 441.157,59 ton, kemudian April, realisasi mencapai 210.835,14 ton atau lebih banyak dari total kebutuhan, yaitu 194.634 ton. Pengiriman rata-rata per hari kerja juga mengalami peningkatan cukup drastis, di bulan Maret lalu rata-rata pengiriman MGS hanya mencapai 4.613 ton per hari,” ungkap Ardika.

Ardika memaparkan pula, di bulan April meningkat menjadi 9.166 ton per hari kerja dan Mei 9.159 ton per hari kerja. Sedangkan bulan Mei sedikit lebih turun karena banyaknya hari libur, sehingga produsen maupun distributor tidak bekerja. Namun, ini masih melebihi target pengiriman per hari.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER,ID- Subsidi minyak goreng (migor) curah kepada pelaku usaha mulai akhir Mei 2022 dihentikan. Meski demikian, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan bahwa penyediaan migor curah tetap berlanjut.Hal tersebut sengaja dilakukan, agar tidak terjadi kelangkaan migor curah.

Putu Juli Ardika, Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, mengatakan, subsidi migor curah distop lantaran harga bahan pangan sudah mulai turun. Kebijakan itu mengacu Pasal 3 Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 26 Tahun 2022. Pembiayaan subsidi tersebut hanya sampai 31 Mei 2022.

Menurut Putu, skema pengadaan migor curah akan menggunakan mekanisme domestik market obligation (DMO) serta domestic price obligation (DPO). Dia membeberkan, realisasi pemenuhan kebutuhan minyak goreng sawit (MGS) dan dilaksanakan sejak Maret hingga Mei telah mengalami peningkatan.

“Dari Maret hingga 29 Mei sudah mencapai 441.157,59 ton, kemudian April, realisasi mencapai 210.835,14 ton atau lebih banyak dari total kebutuhan, yaitu 194.634 ton. Pengiriman rata-rata per hari kerja juga mengalami peningkatan cukup drastis, di bulan Maret lalu rata-rata pengiriman MGS hanya mencapai 4.613 ton per hari,” ungkap Ardika.

Ardika memaparkan pula, di bulan April meningkat menjadi 9.166 ton per hari kerja dan Mei 9.159 ton per hari kerja. Sedangkan bulan Mei sedikit lebih turun karena banyaknya hari libur, sehingga produsen maupun distributor tidak bekerja. Namun, ini masih melebihi target pengiriman per hari.

JAKARTA, RADARJEMBER,ID- Subsidi minyak goreng (migor) curah kepada pelaku usaha mulai akhir Mei 2022 dihentikan. Meski demikian, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan bahwa penyediaan migor curah tetap berlanjut.Hal tersebut sengaja dilakukan, agar tidak terjadi kelangkaan migor curah.

Putu Juli Ardika, Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, mengatakan, subsidi migor curah distop lantaran harga bahan pangan sudah mulai turun. Kebijakan itu mengacu Pasal 3 Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 26 Tahun 2022. Pembiayaan subsidi tersebut hanya sampai 31 Mei 2022.

Menurut Putu, skema pengadaan migor curah akan menggunakan mekanisme domestik market obligation (DMO) serta domestic price obligation (DPO). Dia membeberkan, realisasi pemenuhan kebutuhan minyak goreng sawit (MGS) dan dilaksanakan sejak Maret hingga Mei telah mengalami peningkatan.

“Dari Maret hingga 29 Mei sudah mencapai 441.157,59 ton, kemudian April, realisasi mencapai 210.835,14 ton atau lebih banyak dari total kebutuhan, yaitu 194.634 ton. Pengiriman rata-rata per hari kerja juga mengalami peningkatan cukup drastis, di bulan Maret lalu rata-rata pengiriman MGS hanya mencapai 4.613 ton per hari,” ungkap Ardika.

Ardika memaparkan pula, di bulan April meningkat menjadi 9.166 ton per hari kerja dan Mei 9.159 ton per hari kerja. Sedangkan bulan Mei sedikit lebih turun karena banyaknya hari libur, sehingga produsen maupun distributor tidak bekerja. Namun, ini masih melebihi target pengiriman per hari.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/