alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Kenalkan Pancasila Sejak Usia Dini

Mobile_AP_Rectangle 1

SERPONG, RADARJEMBER.ID-Mengenalkan nilai-nilai Pancasila dilakukan di lembaga pendidikan Santa Ursula dari mulai TB- TK, SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi. Setelah menimba ilmu di sana, diharapkan kelak para peserta didik bisa menjadikan Pancasila sebagai bagian dari bekal penting dalam mengarungi hidup berbangsa, dan bernegara.

Santa Ursula Bumi Serpong Damai (BSD) sendiri memperkenalkan pembelajaran selama ini kepada peserta didik tentang Pancasila ke publik luas, melalui cara menarik lewat gelaran konser virtual. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan lagu Tanah Airku oleh kelompok paduan suara dari kampus Santa Ursula BSD..
Ignatius Bayu Sudibyo, pengajar ilmu sosial SMA Santa Ursula BSD memberikan penjelasan tentang gagasan Pancasila secara singkat, namun memberikan penggambaran cukup baik. Dia mengatakan gagasan tentang Pancasila sejatinya sudah mulai dipikirkan Soekarno jauh sebelum Indonesia Merdeka.

Hal itu terekam dalam sebuah buku Di Bawah Bendera Revolusi dimana rintisan pemikiran Pancasila sudah dimulai sejak tahun 1926 ketika Sang Proklamator menuliskan tiga hal terkait Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Nasionalisme bermakna persatuan, Islamisme bermakna ketuhanan dan Marxiame yang disederhanakan sebagai keadilan sosial,” kata Ignatius Bayu Sudibyo dalam konser virtual bertajuk Menuai Benih Pancasilais Santa Ursula BSD yang diposting di YouTube channel-nya dan mendapat sambutan positif dari warganet.

- Advertisement -

SERPONG, RADARJEMBER.ID-Mengenalkan nilai-nilai Pancasila dilakukan di lembaga pendidikan Santa Ursula dari mulai TB- TK, SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi. Setelah menimba ilmu di sana, diharapkan kelak para peserta didik bisa menjadikan Pancasila sebagai bagian dari bekal penting dalam mengarungi hidup berbangsa, dan bernegara.

Santa Ursula Bumi Serpong Damai (BSD) sendiri memperkenalkan pembelajaran selama ini kepada peserta didik tentang Pancasila ke publik luas, melalui cara menarik lewat gelaran konser virtual. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan lagu Tanah Airku oleh kelompok paduan suara dari kampus Santa Ursula BSD..
Ignatius Bayu Sudibyo, pengajar ilmu sosial SMA Santa Ursula BSD memberikan penjelasan tentang gagasan Pancasila secara singkat, namun memberikan penggambaran cukup baik. Dia mengatakan gagasan tentang Pancasila sejatinya sudah mulai dipikirkan Soekarno jauh sebelum Indonesia Merdeka.

Hal itu terekam dalam sebuah buku Di Bawah Bendera Revolusi dimana rintisan pemikiran Pancasila sudah dimulai sejak tahun 1926 ketika Sang Proklamator menuliskan tiga hal terkait Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme.

“Nasionalisme bermakna persatuan, Islamisme bermakna ketuhanan dan Marxiame yang disederhanakan sebagai keadilan sosial,” kata Ignatius Bayu Sudibyo dalam konser virtual bertajuk Menuai Benih Pancasilais Santa Ursula BSD yang diposting di YouTube channel-nya dan mendapat sambutan positif dari warganet.

SERPONG, RADARJEMBER.ID-Mengenalkan nilai-nilai Pancasila dilakukan di lembaga pendidikan Santa Ursula dari mulai TB- TK, SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi. Setelah menimba ilmu di sana, diharapkan kelak para peserta didik bisa menjadikan Pancasila sebagai bagian dari bekal penting dalam mengarungi hidup berbangsa, dan bernegara.

Santa Ursula Bumi Serpong Damai (BSD) sendiri memperkenalkan pembelajaran selama ini kepada peserta didik tentang Pancasila ke publik luas, melalui cara menarik lewat gelaran konser virtual. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan lagu Tanah Airku oleh kelompok paduan suara dari kampus Santa Ursula BSD..
Ignatius Bayu Sudibyo, pengajar ilmu sosial SMA Santa Ursula BSD memberikan penjelasan tentang gagasan Pancasila secara singkat, namun memberikan penggambaran cukup baik. Dia mengatakan gagasan tentang Pancasila sejatinya sudah mulai dipikirkan Soekarno jauh sebelum Indonesia Merdeka.

Hal itu terekam dalam sebuah buku Di Bawah Bendera Revolusi dimana rintisan pemikiran Pancasila sudah dimulai sejak tahun 1926 ketika Sang Proklamator menuliskan tiga hal terkait Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme.

“Nasionalisme bermakna persatuan, Islamisme bermakna ketuhanan dan Marxiame yang disederhanakan sebagai keadilan sosial,” kata Ignatius Bayu Sudibyo dalam konser virtual bertajuk Menuai Benih Pancasilais Santa Ursula BSD yang diposting di YouTube channel-nya dan mendapat sambutan positif dari warganet.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/