alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Harga Pakan Melonjak Pilih Pembenihan Ikan

Mobile_AP_Rectangle 1

WONOGIRI, RADARJEMBER.ID-Belakangan ini sejumlah petani ikan di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri lebih memilih melakukan pembenihan bibit, hal ini dikarenakan harga pakan ikan dari ke hari terus bergerak naik.

Mereka semula melakukan pembesaran ikan kini beralih menjadi petani khusus pembenihan ikan. Hal itu sengaja dilakukan setelah harga pakan ikan melambung tinggi, sehingga keuntungan didapatkan menipis.

Hal itu dibenarkan oleh Suryanto, Petani ikan WGM, para petani ikan sedikit demi sedikit mulai beralih dari usaha pembesaran ke pembenihan sejak pandemi Covid-19. Harga pakan ikan telampau mahal, tentu hal itu sangatlah memberatkan petani ikan di kabupaten tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski seperti itu, Suryanto tidak serta-merta beralih total dari usaha pembesaran ikan menjadi usaha pembenihan ikan. Dari total 30 kolam milik Suryanto, separoh dari jumlah tersebut digunakan untuk usaha pembenihan ikan.

“Kalau dihitung, lebih menguntungkan usaha pembenihan ikan. Secara tenaga lebih ringan, secara ekonomi lebih menguntungkan. Sekarang harga pakan Rp 355.000 per sak atau 30 kg. Kalau usaha pembesaran ikan, bisa menghabiskan tiga sak per hari,” terang pria tersebut.

- Advertisement -

WONOGIRI, RADARJEMBER.ID-Belakangan ini sejumlah petani ikan di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri lebih memilih melakukan pembenihan bibit, hal ini dikarenakan harga pakan ikan dari ke hari terus bergerak naik.

Mereka semula melakukan pembesaran ikan kini beralih menjadi petani khusus pembenihan ikan. Hal itu sengaja dilakukan setelah harga pakan ikan melambung tinggi, sehingga keuntungan didapatkan menipis.

Hal itu dibenarkan oleh Suryanto, Petani ikan WGM, para petani ikan sedikit demi sedikit mulai beralih dari usaha pembesaran ke pembenihan sejak pandemi Covid-19. Harga pakan ikan telampau mahal, tentu hal itu sangatlah memberatkan petani ikan di kabupaten tersebut.

Meski seperti itu, Suryanto tidak serta-merta beralih total dari usaha pembesaran ikan menjadi usaha pembenihan ikan. Dari total 30 kolam milik Suryanto, separoh dari jumlah tersebut digunakan untuk usaha pembenihan ikan.

“Kalau dihitung, lebih menguntungkan usaha pembenihan ikan. Secara tenaga lebih ringan, secara ekonomi lebih menguntungkan. Sekarang harga pakan Rp 355.000 per sak atau 30 kg. Kalau usaha pembesaran ikan, bisa menghabiskan tiga sak per hari,” terang pria tersebut.

WONOGIRI, RADARJEMBER.ID-Belakangan ini sejumlah petani ikan di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri lebih memilih melakukan pembenihan bibit, hal ini dikarenakan harga pakan ikan dari ke hari terus bergerak naik.

Mereka semula melakukan pembesaran ikan kini beralih menjadi petani khusus pembenihan ikan. Hal itu sengaja dilakukan setelah harga pakan ikan melambung tinggi, sehingga keuntungan didapatkan menipis.

Hal itu dibenarkan oleh Suryanto, Petani ikan WGM, para petani ikan sedikit demi sedikit mulai beralih dari usaha pembesaran ke pembenihan sejak pandemi Covid-19. Harga pakan ikan telampau mahal, tentu hal itu sangatlah memberatkan petani ikan di kabupaten tersebut.

Meski seperti itu, Suryanto tidak serta-merta beralih total dari usaha pembesaran ikan menjadi usaha pembenihan ikan. Dari total 30 kolam milik Suryanto, separoh dari jumlah tersebut digunakan untuk usaha pembenihan ikan.

“Kalau dihitung, lebih menguntungkan usaha pembenihan ikan. Secara tenaga lebih ringan, secara ekonomi lebih menguntungkan. Sekarang harga pakan Rp 355.000 per sak atau 30 kg. Kalau usaha pembesaran ikan, bisa menghabiskan tiga sak per hari,” terang pria tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/