alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Selain Minyak dan Pertamax, Kini Harga Pulsa Ikut Naik

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Pemerintah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi 11% mulai tanggal 1 April 2022. Kemudian, operator telekomunikasi juga menerapkan tarif PPN pada sejumlah produk dan layanan perusahaan termasuk pulsa. Beberapa operator telekomunikasi juga sudah mengumumkan rencana kenaikan tarif PPN kepada para pelanggannya.

Harga pulsa yang naik per 1 April 2022 ini, menjadi perbincangan publik di masyarakat karena beberapa kebutuhan pokok belakangan ini juga ikut melonjak naik. Misalnya minyak goreng dan pertamax yang dikabarkan akan naik serta saat ini disusul dengan harga pulsa yang naik. 

Meski kenaikan harga PPN hanya 1% dari sebelumnya, tetapi hal ini diyakini akan berdampak pada masyarakat, terutama nilai jual juga ikut semakin tinggi harganya. Apalagi, kenaikan harga PPN ini juga terjadi saat mendekati bulan Ramadhan, maka dari itu maka terjadi penyesuaian harga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kenaikan tarif PPN dikarenakan Indonesia yang masih memiliki nilai rendah dibandingkan negara lain. Diberitakan negara yang ikut dalam Presidensi G20 mereka rata memberlakukan tarif PPN sebesar 15%, sedangkan di negara Indonesia baru naik menjadi 11%. Dengan begitu, Sri Mulyani menyampaikan bahwa kenaikan harga PPN ini bukan untuk menyusahkan masyarakat Indonesia, tetapi untuk membangun masa depan yang akan dinikmati oleh masyarakat Indonesia juga nantinya.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Pemerintah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi 11% mulai tanggal 1 April 2022. Kemudian, operator telekomunikasi juga menerapkan tarif PPN pada sejumlah produk dan layanan perusahaan termasuk pulsa. Beberapa operator telekomunikasi juga sudah mengumumkan rencana kenaikan tarif PPN kepada para pelanggannya.

Harga pulsa yang naik per 1 April 2022 ini, menjadi perbincangan publik di masyarakat karena beberapa kebutuhan pokok belakangan ini juga ikut melonjak naik. Misalnya minyak goreng dan pertamax yang dikabarkan akan naik serta saat ini disusul dengan harga pulsa yang naik. 

Meski kenaikan harga PPN hanya 1% dari sebelumnya, tetapi hal ini diyakini akan berdampak pada masyarakat, terutama nilai jual juga ikut semakin tinggi harganya. Apalagi, kenaikan harga PPN ini juga terjadi saat mendekati bulan Ramadhan, maka dari itu maka terjadi penyesuaian harga.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kenaikan tarif PPN dikarenakan Indonesia yang masih memiliki nilai rendah dibandingkan negara lain. Diberitakan negara yang ikut dalam Presidensi G20 mereka rata memberlakukan tarif PPN sebesar 15%, sedangkan di negara Indonesia baru naik menjadi 11%. Dengan begitu, Sri Mulyani menyampaikan bahwa kenaikan harga PPN ini bukan untuk menyusahkan masyarakat Indonesia, tetapi untuk membangun masa depan yang akan dinikmati oleh masyarakat Indonesia juga nantinya.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Pemerintah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi 11% mulai tanggal 1 April 2022. Kemudian, operator telekomunikasi juga menerapkan tarif PPN pada sejumlah produk dan layanan perusahaan termasuk pulsa. Beberapa operator telekomunikasi juga sudah mengumumkan rencana kenaikan tarif PPN kepada para pelanggannya.

Harga pulsa yang naik per 1 April 2022 ini, menjadi perbincangan publik di masyarakat karena beberapa kebutuhan pokok belakangan ini juga ikut melonjak naik. Misalnya minyak goreng dan pertamax yang dikabarkan akan naik serta saat ini disusul dengan harga pulsa yang naik. 

Meski kenaikan harga PPN hanya 1% dari sebelumnya, tetapi hal ini diyakini akan berdampak pada masyarakat, terutama nilai jual juga ikut semakin tinggi harganya. Apalagi, kenaikan harga PPN ini juga terjadi saat mendekati bulan Ramadhan, maka dari itu maka terjadi penyesuaian harga.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kenaikan tarif PPN dikarenakan Indonesia yang masih memiliki nilai rendah dibandingkan negara lain. Diberitakan negara yang ikut dalam Presidensi G20 mereka rata memberlakukan tarif PPN sebesar 15%, sedangkan di negara Indonesia baru naik menjadi 11%. Dengan begitu, Sri Mulyani menyampaikan bahwa kenaikan harga PPN ini bukan untuk menyusahkan masyarakat Indonesia, tetapi untuk membangun masa depan yang akan dinikmati oleh masyarakat Indonesia juga nantinya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/