alexametrics
20.3C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Segarnya Langsung dari Sumber

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski dikenal akan keganasan ombaknya, pantai selatan Jember memang selalu menawarkan pesona eksotis dan memanjakan para pengunjungnya. Wisata Kucur ini contohnya.
Wisata yang berlokasi di Dusun Watangan Satu, Puger Wetan, Kecamatan Puger itu, menawarkan konsep wisata natural alias alami. Karena, berlokasi tepat di kaki gunung yang langsung berhadapan dengan samudra Hindia.
Di lokasi yang menjadi titik pertemuan Sungai Bedadung dan Sungai Besini ke Pantai Puger itu, pengunjung akan dimanjakan dengan sebuah kolam berukuran sekitar 7×7 meter yang airnya langsung dari sumber.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung perlu menyebrrangi muara dengan menaiki perahu nelayan setempat. Ongkosnya tergantung banyaknya penumpang, biasanya Rp10 ribu per penumpang untuk berangkat dan pulang. Hanya butuh tiga menit, pengunjung sudah bisa menyeberang dan menikmati wisata Kucur. “Biasanya yang paling ramai itu Minggu, atau saat liburan,” terang Khasiati atau Bu Diran, penjaga lokasi itu.
Menurut dia, tempat wisata itu sudah lama dibuka. Ia sendiri mengaku sejak 1964 sudah di berada di sana. Bahkan kawasan itu sudah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya oleh Kementrian Kehutanan yang terpampang di tulisan, tepat di lokasi Pemandian Kucur. “Kesini bareng keluarga dan teman-teman. Mau ziarah sekaligus berwisata,” ungkap Fauziyah, salah satu pengunjung yang datang bersama rombongan.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski dikenal akan keganasan ombaknya, pantai selatan Jember memang selalu menawarkan pesona eksotis dan memanjakan para pengunjungnya. Wisata Kucur ini contohnya.
Wisata yang berlokasi di Dusun Watangan Satu, Puger Wetan, Kecamatan Puger itu, menawarkan konsep wisata natural alias alami. Karena, berlokasi tepat di kaki gunung yang langsung berhadapan dengan samudra Hindia.
Di lokasi yang menjadi titik pertemuan Sungai Bedadung dan Sungai Besini ke Pantai Puger itu, pengunjung akan dimanjakan dengan sebuah kolam berukuran sekitar 7×7 meter yang airnya langsung dari sumber.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung perlu menyebrrangi muara dengan menaiki perahu nelayan setempat. Ongkosnya tergantung banyaknya penumpang, biasanya Rp10 ribu per penumpang untuk berangkat dan pulang. Hanya butuh tiga menit, pengunjung sudah bisa menyeberang dan menikmati wisata Kucur. “Biasanya yang paling ramai itu Minggu, atau saat liburan,” terang Khasiati atau Bu Diran, penjaga lokasi itu.
Menurut dia, tempat wisata itu sudah lama dibuka. Ia sendiri mengaku sejak 1964 sudah di berada di sana. Bahkan kawasan itu sudah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya oleh Kementrian Kehutanan yang terpampang di tulisan, tepat di lokasi Pemandian Kucur. “Kesini bareng keluarga dan teman-teman. Mau ziarah sekaligus berwisata,” ungkap Fauziyah, salah satu pengunjung yang datang bersama rombongan.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski dikenal akan keganasan ombaknya, pantai selatan Jember memang selalu menawarkan pesona eksotis dan memanjakan para pengunjungnya. Wisata Kucur ini contohnya.
Wisata yang berlokasi di Dusun Watangan Satu, Puger Wetan, Kecamatan Puger itu, menawarkan konsep wisata natural alias alami. Karena, berlokasi tepat di kaki gunung yang langsung berhadapan dengan samudra Hindia.
Di lokasi yang menjadi titik pertemuan Sungai Bedadung dan Sungai Besini ke Pantai Puger itu, pengunjung akan dimanjakan dengan sebuah kolam berukuran sekitar 7×7 meter yang airnya langsung dari sumber.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung perlu menyebrrangi muara dengan menaiki perahu nelayan setempat. Ongkosnya tergantung banyaknya penumpang, biasanya Rp10 ribu per penumpang untuk berangkat dan pulang. Hanya butuh tiga menit, pengunjung sudah bisa menyeberang dan menikmati wisata Kucur. “Biasanya yang paling ramai itu Minggu, atau saat liburan,” terang Khasiati atau Bu Diran, penjaga lokasi itu.
Menurut dia, tempat wisata itu sudah lama dibuka. Ia sendiri mengaku sejak 1964 sudah di berada di sana. Bahkan kawasan itu sudah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya oleh Kementrian Kehutanan yang terpampang di tulisan, tepat di lokasi Pemandian Kucur. “Kesini bareng keluarga dan teman-teman. Mau ziarah sekaligus berwisata,” ungkap Fauziyah, salah satu pengunjung yang datang bersama rombongan.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Bisa Langsung Laporkan Gangguan

Malah Dibebankan ke Daerah

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran