alexametrics
20.9C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Berwisata sambil Ziarah

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama ini, kawasan Pemandian Kucur lebih dikenal sebagai tempat wisata, namun di lokasi yang sama ternyata ada sebuah petilasan yang dikeramatkan sebagai sesepuh Watangan Puger. Dan petilasan itulah yang juga kerap dikunjungi.
Warga sekitar menyebutnya Kucur, atau tempat wisata Kucur. Konon, dinamai Kucur karena ada sebuah sumber air di gunung tersebut. “Disebut kucur, itu bahasa Jawa, ada air yang terus-menerus mancur, kemlucur. Lalu disederhanakan namanya jadi Kucur,” terang Catur, warga yang tinggal di sekitar pelawangan Pantai Pancer.Menurut dia, tempat itu menjadi keramat karena ada petilasan Mbah Tanjung dan Mbah Srampon, yang persis di sebelah utara kolam Kucur. “Beliau-beliau itu sesepuhnya Watangan Puger sini. Ada juga Mbah Sindu Bromo, tapi petilasannya di Pulau Nusa Barong,” imbuh Catur.
Namun ada pula warga lainnya yang menyebutkan mengenai asal nama Kucur itu. “Dulu sesepuh sini dikenal suka tirakat, salah satunya Mbah Kucur itu yang petilasannya persis di belakang saya,” terang Khasiati, penjaga Wisata Kucur, saat menunjukkan petilasan yang dimaksudkannya kepada Jawa Pos Radar Jember, beberapa waktu lalu.
Tak heran, pengunjung yang datang biasanya punya dua tujuan, kalau tidak ziarah, ya wisata pemandian. “Kadang ada pula pengunjung setelah ziarah mandi di Kolam Kucur itu, karena airnya langsung dari sumber,” tambah Khasiati.
Kolam Kucur memang juga ada yang menyebutkan untuk tempat minum hewan dari kawasan hutan di gunung. Biasanya lutung, atau sebangsa primata lainnya. Pengunjung yang mandi, punya keyakinan masing-masing. Mulai yang niatnya ingin mengangkat segala penyakit, pelunasan janji (nazar) atau sekadar mandi saja. Apapun niat awal, yang jelas pengunjung pasti merasakan kesegaran ari yang mengucur langsung dari sumber.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama ini, kawasan Pemandian Kucur lebih dikenal sebagai tempat wisata, namun di lokasi yang sama ternyata ada sebuah petilasan yang dikeramatkan sebagai sesepuh Watangan Puger. Dan petilasan itulah yang juga kerap dikunjungi.
Warga sekitar menyebutnya Kucur, atau tempat wisata Kucur. Konon, dinamai Kucur karena ada sebuah sumber air di gunung tersebut. “Disebut kucur, itu bahasa Jawa, ada air yang terus-menerus mancur, kemlucur. Lalu disederhanakan namanya jadi Kucur,” terang Catur, warga yang tinggal di sekitar pelawangan Pantai Pancer.Menurut dia, tempat itu menjadi keramat karena ada petilasan Mbah Tanjung dan Mbah Srampon, yang persis di sebelah utara kolam Kucur. “Beliau-beliau itu sesepuhnya Watangan Puger sini. Ada juga Mbah Sindu Bromo, tapi petilasannya di Pulau Nusa Barong,” imbuh Catur.
Namun ada pula warga lainnya yang menyebutkan mengenai asal nama Kucur itu. “Dulu sesepuh sini dikenal suka tirakat, salah satunya Mbah Kucur itu yang petilasannya persis di belakang saya,” terang Khasiati, penjaga Wisata Kucur, saat menunjukkan petilasan yang dimaksudkannya kepada Jawa Pos Radar Jember, beberapa waktu lalu.
Tak heran, pengunjung yang datang biasanya punya dua tujuan, kalau tidak ziarah, ya wisata pemandian. “Kadang ada pula pengunjung setelah ziarah mandi di Kolam Kucur itu, karena airnya langsung dari sumber,” tambah Khasiati.
Kolam Kucur memang juga ada yang menyebutkan untuk tempat minum hewan dari kawasan hutan di gunung. Biasanya lutung, atau sebangsa primata lainnya. Pengunjung yang mandi, punya keyakinan masing-masing. Mulai yang niatnya ingin mengangkat segala penyakit, pelunasan janji (nazar) atau sekadar mandi saja. Apapun niat awal, yang jelas pengunjung pasti merasakan kesegaran ari yang mengucur langsung dari sumber.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama ini, kawasan Pemandian Kucur lebih dikenal sebagai tempat wisata, namun di lokasi yang sama ternyata ada sebuah petilasan yang dikeramatkan sebagai sesepuh Watangan Puger. Dan petilasan itulah yang juga kerap dikunjungi.
Warga sekitar menyebutnya Kucur, atau tempat wisata Kucur. Konon, dinamai Kucur karena ada sebuah sumber air di gunung tersebut. “Disebut kucur, itu bahasa Jawa, ada air yang terus-menerus mancur, kemlucur. Lalu disederhanakan namanya jadi Kucur,” terang Catur, warga yang tinggal di sekitar pelawangan Pantai Pancer.Menurut dia, tempat itu menjadi keramat karena ada petilasan Mbah Tanjung dan Mbah Srampon, yang persis di sebelah utara kolam Kucur. “Beliau-beliau itu sesepuhnya Watangan Puger sini. Ada juga Mbah Sindu Bromo, tapi petilasannya di Pulau Nusa Barong,” imbuh Catur.
Namun ada pula warga lainnya yang menyebutkan mengenai asal nama Kucur itu. “Dulu sesepuh sini dikenal suka tirakat, salah satunya Mbah Kucur itu yang petilasannya persis di belakang saya,” terang Khasiati, penjaga Wisata Kucur, saat menunjukkan petilasan yang dimaksudkannya kepada Jawa Pos Radar Jember, beberapa waktu lalu.
Tak heran, pengunjung yang datang biasanya punya dua tujuan, kalau tidak ziarah, ya wisata pemandian. “Kadang ada pula pengunjung setelah ziarah mandi di Kolam Kucur itu, karena airnya langsung dari sumber,” tambah Khasiati.
Kolam Kucur memang juga ada yang menyebutkan untuk tempat minum hewan dari kawasan hutan di gunung. Biasanya lutung, atau sebangsa primata lainnya. Pengunjung yang mandi, punya keyakinan masing-masing. Mulai yang niatnya ingin mengangkat segala penyakit, pelunasan janji (nazar) atau sekadar mandi saja. Apapun niat awal, yang jelas pengunjung pasti merasakan kesegaran ari yang mengucur langsung dari sumber.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran