alexametrics
20.3C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Resep Autodidak Puluhan Tahun Perjalanan

PAWON WARUNG PEPES KEDAWUNG Pepes memang sudah biasa terdengar di telinga kita. Tetapi, banyak warung yang biasanya hanya menyajikan menu cukup terbatas. Nah, di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, ada sebuah warung yang spesial menjual pepes. Meski tergolong baru, namun rasanya sudah diakui oleh banyak orang.

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pepes Kedawung yang berlokasi di Jalan Merak, Kelurahan Gebang, ini dibuka sejak tiga tahun yang lalu oleh Febby Dwi Dasarini. Bersama suaminya, Yuliantono, dan mempekerjakan beberapa warga sekitar, awalnya warung ini menyajikan 13 macam pepes. Seiring waktu, tersisa enam macam pepes dan tiga macam botok yang menjadi daftar menu dengan peminat terbanyak.

Salah satu yang menjadi andalan adalah pepes nila woku. Bisa jadi, pepes khas Manado ini sangat sulit ditemukan di Jember. “Ada juga pepes tuna dan tenggiri. Selain itu, ada pepes ayam bumbu rujak serta pepes jeroan ayam kampung,” beber perempuan yang akrab dipanggil Febby tersebut.

Febby kemudian menyebut, ada dua macam pepes lagi yang banyak diburu. Yaitu pepes jamur udang yang juga langka di Jember. Kemudian, ada pepes cumi-cumi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di warung yang jaraknya hanya sekitar lima kilometer dari jantung kota Jember ini, selain sajian pepes, juga banyak menu lain. Seperti bubur Manado, ayam kampung bakar lodho, ikan bakar Sulawesi, ikan bakar bumbu pepes, kuah woku belanga, nasi uduk, rica-rica nasi tumpeng, dan beberapa masakan lain. “Semua masakan saya masak sendiri dibantu oleh beberapa pekerja,” ucap Febby.

Meski lokasinya tidak berada di pinggir jalan nasional dan provinsi, namun tak sedikit penikmat kuliner yang memburunya. Bukan dari Jember saja, tetapi pengunjung dari luar kota juga sudah banyak yang mampir ke lokasi tersebut. “Dulu, kami hanya ingin berkebun di sini. Tetapi istri minta dibuatkan warung. Akhirnya, orang bisa makan dengan suasana di sekitar kebun,” timpal Yuliantono.

Menurutnya, semua masakan yang disajikan di warung tersebut dimasak secara autodidak. “Dulu kami pernah tinggal di Makasar, Manado, dan di luar Jember hampir sekitar 20 tahun. Dari pengalaman itu, istri menguasai sejumlah bumbu masak pepes dan yang lain,” ucapnya.

Jurnalis: Nur Hariri, Jumai

Fotografer: Jumai

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pepes Kedawung yang berlokasi di Jalan Merak, Kelurahan Gebang, ini dibuka sejak tiga tahun yang lalu oleh Febby Dwi Dasarini. Bersama suaminya, Yuliantono, dan mempekerjakan beberapa warga sekitar, awalnya warung ini menyajikan 13 macam pepes. Seiring waktu, tersisa enam macam pepes dan tiga macam botok yang menjadi daftar menu dengan peminat terbanyak.

Salah satu yang menjadi andalan adalah pepes nila woku. Bisa jadi, pepes khas Manado ini sangat sulit ditemukan di Jember. “Ada juga pepes tuna dan tenggiri. Selain itu, ada pepes ayam bumbu rujak serta pepes jeroan ayam kampung,” beber perempuan yang akrab dipanggil Febby tersebut.

Febby kemudian menyebut, ada dua macam pepes lagi yang banyak diburu. Yaitu pepes jamur udang yang juga langka di Jember. Kemudian, ada pepes cumi-cumi.

Mobile_AP_Half Page

Di warung yang jaraknya hanya sekitar lima kilometer dari jantung kota Jember ini, selain sajian pepes, juga banyak menu lain. Seperti bubur Manado, ayam kampung bakar lodho, ikan bakar Sulawesi, ikan bakar bumbu pepes, kuah woku belanga, nasi uduk, rica-rica nasi tumpeng, dan beberapa masakan lain. “Semua masakan saya masak sendiri dibantu oleh beberapa pekerja,” ucap Febby.

Meski lokasinya tidak berada di pinggir jalan nasional dan provinsi, namun tak sedikit penikmat kuliner yang memburunya. Bukan dari Jember saja, tetapi pengunjung dari luar kota juga sudah banyak yang mampir ke lokasi tersebut. “Dulu, kami hanya ingin berkebun di sini. Tetapi istri minta dibuatkan warung. Akhirnya, orang bisa makan dengan suasana di sekitar kebun,” timpal Yuliantono.

Menurutnya, semua masakan yang disajikan di warung tersebut dimasak secara autodidak. “Dulu kami pernah tinggal di Makasar, Manado, dan di luar Jember hampir sekitar 20 tahun. Dari pengalaman itu, istri menguasai sejumlah bumbu masak pepes dan yang lain,” ucapnya.

Jurnalis: Nur Hariri, Jumai

Fotografer: Jumai

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pepes Kedawung yang berlokasi di Jalan Merak, Kelurahan Gebang, ini dibuka sejak tiga tahun yang lalu oleh Febby Dwi Dasarini. Bersama suaminya, Yuliantono, dan mempekerjakan beberapa warga sekitar, awalnya warung ini menyajikan 13 macam pepes. Seiring waktu, tersisa enam macam pepes dan tiga macam botok yang menjadi daftar menu dengan peminat terbanyak.

Salah satu yang menjadi andalan adalah pepes nila woku. Bisa jadi, pepes khas Manado ini sangat sulit ditemukan di Jember. “Ada juga pepes tuna dan tenggiri. Selain itu, ada pepes ayam bumbu rujak serta pepes jeroan ayam kampung,” beber perempuan yang akrab dipanggil Febby tersebut.

Febby kemudian menyebut, ada dua macam pepes lagi yang banyak diburu. Yaitu pepes jamur udang yang juga langka di Jember. Kemudian, ada pepes cumi-cumi.

Di warung yang jaraknya hanya sekitar lima kilometer dari jantung kota Jember ini, selain sajian pepes, juga banyak menu lain. Seperti bubur Manado, ayam kampung bakar lodho, ikan bakar Sulawesi, ikan bakar bumbu pepes, kuah woku belanga, nasi uduk, rica-rica nasi tumpeng, dan beberapa masakan lain. “Semua masakan saya masak sendiri dibantu oleh beberapa pekerja,” ucap Febby.

Meski lokasinya tidak berada di pinggir jalan nasional dan provinsi, namun tak sedikit penikmat kuliner yang memburunya. Bukan dari Jember saja, tetapi pengunjung dari luar kota juga sudah banyak yang mampir ke lokasi tersebut. “Dulu, kami hanya ingin berkebun di sini. Tetapi istri minta dibuatkan warung. Akhirnya, orang bisa makan dengan suasana di sekitar kebun,” timpal Yuliantono.

Menurutnya, semua masakan yang disajikan di warung tersebut dimasak secara autodidak. “Dulu kami pernah tinggal di Makasar, Manado, dan di luar Jember hampir sekitar 20 tahun. Dari pengalaman itu, istri menguasai sejumlah bumbu masak pepes dan yang lain,” ucapnya.

Jurnalis: Nur Hariri, Jumai

Fotografer: Jumai

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran