Hal utama yang perlu diperhatikan saat merawat Reticulatus python atau sanca kembang adalah mengkondisikan kandang agar nyaman ditempati. Kebersihan kandang harus dijaga apabila ingin reptil tersebut tetap sehat. Kemudian memastikan ventilasi di sekitar kandang cukup sebagai pasokan oksigen. Kandang tidak perlu besar dan lebar karena ular termasuk hewan yang tidak terlalu aktif bergerak. Sehingga tidak membutuhkan banyak ruang.
https://radarjember.jawapos.com/main_yuk/11/06/2023/ular-sanca-kembang-tampilannya-cantik-penyeimbang-ekosistem/
Ketua Komunitas Reptile Warrior Jember, Fengky Septiyan Adi Putra menuturkan, kebutuhan air bersih di dalam kandang juga harus dicukupi. “Wajib diberi air untuk kebutuhan minum (ular) dan juga berendam,” terangnya.
Selama air tidak kotor tidak harus diganti. Seperti terkena kencing dan feses ular. Asalkan selalu memastikan kebersihannya. Ketika dirasa tubuh ular kotor, bisa dimandikan. Dia mengatakan, saat memandikan tidak boleh menggunakan sabun. Sebab, berpotensi besar air sabun masuk ke dalam mulut hewan melata tersebut. Yang bisa menjadi penyebab penyakit atau keracunan. “Ular punya sensor panas, hindari pakai sabun yang penting memakai air dingin,” terang Fengky.
Dia mengungkapkan, ular adalah hewan yang jarang sakit. Jika sakit pun, tambahnya, hanya seperti pilek. Namun, efeknya bisa membuatnya menolak makan hingga dua bulan. “Kalau sudah begitu lama-lama bisa mati,” tuturnya.
Porsi makan sanca kembang relatif sedikit. Karena normalnya diberikan satu minggu sekali saja. Biasanya, Fengky memberikan pakan satu ekor mencit hidup ukuran jumper (bayi) untuk sanca kembang yang baru menetas sampai umur dua bulan. Di atas usia itu, pakan yang diberikan bisa kelinci, burung merpati, atau kepala ayam. (sil/nur) Editor : Maulana Ijal