Ifyan Surya mengatakan, perawatan sulcata terbilang cukup mudah dengan memperhatikan beberapa hal untuk hidup dan pertumbuhan reptil asal gurun itu. Dia menyarankan agar memilih sulcata dengan ukuran diatas 10 cm yang sudah aman dan tahan dengan kondisi hujan dan panas.
Sulcata harus di treatment rendam dan di jemur pagi hari antara pukul 07.00 sampai 10.00. Sulcata memerlukan vitamin D sehingga perlu terpapar sinar matahari. Agar lebih maksimal, bisa menyediakan tempat mirip dengan asalnya di outdoor dan berpasir. Merawat di outdoor dengan media pasir perlu adanya kolam kecil untuk sulcata minum dan berendam. "Treatment berjemur air yang harus diberikan secara rutin bagi sulcata harus diperhatikan secara rutin jika ingin memeliharanya," katanya.
Untuk kura-kura sulcata di bawah 10 cm membutuhkan ruangan hidup dengan suhu yang sama dengan habitat aslinya. Dibutuhkan lampu ultraviolet (Uv) secara terus menerus hingga sulcata cukup kuat untuk dilepas di luar ruangan. Iklim di Jember menurutnya dirasa cukup panas dan cocok untuk sulcata diatas 10 cm. "Kebanyakan penghobi yang memelihara sulcata menempatkannya di indoor dengan bantuan lampu Uv," tambahnya.
Surya menyebut, penggunaan pakan lebih baik alami. Sebab, pakan jenis pelet yang dapat mempercepat pertumbuhan sulcata, dikhawatirkan dapat membuat sulcata kelebihan protein dan rentan terserang penyakit. Seperti serangan penyakit Bladder Stone, penyakit kelebihan protein yang dapat menyumbat kandung kemih bagi sulcata. "Jadi lebih baik menggunakan pakan alami," ucapnya.
Sulcata ini termasuk reptil herbivora yang menyukai sayur dan buah buahan, hindari memberi sayur seperti bayam dan kubis. Jika tempat dan makanan tidak tepat, sulcata rentan terkena penyakit jenis Bladder stone. Ini bisa disebabkan dari kurangnya minum dan kurang kandungan serat pada makanan nya. Sulcata lebih baik direndam dan dijemur setiap hari. Saat direndam sekaligus dijemur sulcata akan minum dan membuang kotoran dan sisa kalsium lewat fesesnya. (mg1/nur) Editor : Maulana Ijal