https://radarjember.jawapos.com/main_yuk/22/01/2023/lebih-gagah-dengan-sepeda-motor-custom-chopper/
Tubuh yang tak terlalu besar anak Jember, tentu memerlukan sepeda motor yang ringan. Belum lagi lalu lintas di Jember yang saat ini sudah cukup padat, setidaknya perlu motor yang bisa set set wet. “Model chopper seperti ini itu biasanya disebut chopper culture,” jelas Rider Chopper Jember, Yanuar Kurnia Nur Fajar.
Tapi pengendara chopper Jember, bisanya memakai jaket berbahan army yang dominan warna gelap. Sedangkan demi kenyamanan, pengendara cukup mengenakan kaos yang dipadukan dengan celana jeans panjang.
Para penunggang chopper jaman sekarang suka menggulung celana hingga lebih tiga sentimeter. Agar sepatu boots buatan lokal yang dikenakan juga terlihat. Bagian bawah celana jeans digulung disesuaikan dengan batas tinggi sepatu boots, sehinga tampak cingkrang.
Dalam urusan jaket pengendara Chopper di Jember itu lebih beragam. "Indonesia kan panas ya, kalau pakai jaket tebal gitu tambah panas, nah biasanya pakai kaos kalau tidak kemeja flannel. Jadi kemeja sekaligus dijadikan jaket," imbuhnya.
Ternyata dengan gaya berpakaian seperti itu membuat fashion pengendara chopper di Indonesia, khusunya di Jember berbeda dan unik. Karena bertolak belakang dengan gaya pengendara orang barat yang menjadi pencetus motor model chopper. Yakni melengkapi diri dengan jaket kulit, sepatu boots, kaca mata hitam, hingga ikat kepala. (qal/dwi) Editor : Maulana Ijal