Viona Alvioniza, misalnya. Dia menyatakan bahwa pernah beberapa kali bermain monopoli dulu. Ingatannya samar-samar paham tentang bagaimana cara bermain monopoli. Karena itu, dia kerap menjadi sasaran.
“Jangan beli tanah itu dulu, kan tanah sebelahnya sudah tak beli. Percuma,” kata Pradini mulai meyakinkan Ona. Dengan itu, Ona melewati tanah yang seharusnya dibeli. Padahal, tanah itu bisa digunakan untuk berjaga-jaga. Saat melintas nanti, dia tak perlu membayar sewa tanah.
Sebenarnya dia bisa bebas dari penjara dengan beberapa syarat. Di antaranya, Membeli dan menggunakan kartu bebas penjara dan membayar denda kepada bank sebelum gilirannya tiba untuk dapat melanjutkan perjalanan.
Namun, dia kerap terjebak dengan rayuan lawan mainnya sehingga tidak menggunakan fasilitas yang meringankan untuk keluar penjara. Namun, menunggu tiga kali putaran untuk terbebas tanpa syarat. Alhasil, banyak tanah yang dimiliki lawan mainnya.
Karena harus membayar banyak sewa sehingga mengakibatkan menumpuknya hutang, Ona pun bangkrut dan harus mundur dari permainan.
Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: Dwi Siswanto Editor : Safitri