Ya, lewat tangan kreatif Agus Supriyadi, kayu-kayu dan akar bekas tersebut dijadikan patung pohon dan mirip dengan Groot. Patung susunan kayu bekas tersebut menjadi ikon selamat datang, sebelum menuju rumah akar pohon. Bahkan, ikon serupa juga ada di halaman samping yang lengkap dengan tangan dan kaki.
Menurut Agus, proses pembuatannya sebenarnya mudah. Yang sulit adalah mencari inspirasi, mau dibuat seperti apa. Inspirasi membuat sketsa inilah yang datangnya tak tentu. “Kadang hari ini, sore ini, ataupun dua minggu yang akan datang,” imbuhnya.
Bahkan, menurut Agus, susunan kayu yang dijadikan manusia pohon pernah dipertontonkan pada saat agustusan di desanya.
Sementara itu, Kamiludin mengatakan, untuk menikmati wisata Desa Sidomulyo, ada moda transportasi yang disediakan. Jawa Pos Radar Jember sempat mencoba transportasi wisata tersebut. Mobil itu warnanya biru, bergambar Doraemon. Pintunya juga terbuka dan siap memanjakan mata menikmati pemandangan desa.
Kamiludin, yang pernah menyabet juara pertama pemuda pelopor desa dalam bidang sumber daya alam (SDA), lingkungan, dan pariwisata tingkat Jember itu, mengaku, pariwisata desa ini mampu menjawab persoalan ekonomi, tenaga kerja, hingga lingkungan di desa. “Adanya wisata menjadi salah satu alasan mengapa pemuda desa tidak melakukan urbanisasi dan bangga terhadap desanya. Lewat pariwisata, warga juga menjaga lingkungan dan pelestariannya,” pungkasnya.
Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Radar Digital