alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Buru Merek dan Orisinalitas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan sepeda tua yang sering dipakai oleh anggota Kosti Jember memiliki banyak perbedaan. Mulai dari bentuk, besar kecilnya ukuran, hingga merek sepeda dan harganya. Para pencinta sepeda tua itu pun banyak memburu jenis sepeda termasuk onderdilnya.

Bagi warga yang tidak hobi dan tidak pernah punya koleksi, keberadaan sepeda tua mungkin biasa saja. Tetapi, di balik sepeda lawas itu ada hal yang membedakan dengan sepeda zaman sekarang. Contoh saja, sepeda tua cukup tangguh dan tahan banting. Berbeda dengan sepeda zaman sekarang yang terkadang mudah bengkok karena saking tipisnya bahan-bahan di sepeda.

Di kalangan pecinta sepeda ini, mereka tetap berburu merek dan keunikan sepeda. Ali Al-Hasyimi menyebut, merek sepeda tua paling diburu adalah BSA Militer lipat. “Itu harganya saat ini sekitar Rp 150 juta. Bisa juga lebih,” katanya. Yek Ali yang kemudian menyeruput kopi melanjutkan, sepeda ini adalah sepeda yang pernah dipakai pada zaman perang. Sepeda tersebut banyak yang dilempar dari atas helikopter atau pesawat terbang untuk kendaraan perang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria itu pun menunjukkan beberapa jenis sepeda miliknya. Ia juga meminta Jawa Pos Radar Jember mencobanya untuk keliling sekitar rumah Yek Ali yang berada di depan Kantor Kelurahan Jember Kidul itu. Selanjutnya, Yek Ali kembali menjelaskan beberapa merek sepeda tua yang tetap diburu banyak orang. “Merek sepeda yang banyak di Jember yaitu Gazelle seri 5 dan 11. Harganya antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta. Kalau sepeda merek BSA Militer lipat, sejauh ini saya belum tahu itu ada atau tidak di Jember,” ucapnya.

Sepeda tua yang juga diburu yakni merek Fongers dengan kisaran harga Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Keberadaan sepeda ini menurutnya cukup banyak di Jember. “Ini mungkin belum bisa dijangkau semua kalangan. Tetapi ada juga sepeda tua yang harganya lebih rendah,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan sepeda tua yang sering dipakai oleh anggota Kosti Jember memiliki banyak perbedaan. Mulai dari bentuk, besar kecilnya ukuran, hingga merek sepeda dan harganya. Para pencinta sepeda tua itu pun banyak memburu jenis sepeda termasuk onderdilnya.

Bagi warga yang tidak hobi dan tidak pernah punya koleksi, keberadaan sepeda tua mungkin biasa saja. Tetapi, di balik sepeda lawas itu ada hal yang membedakan dengan sepeda zaman sekarang. Contoh saja, sepeda tua cukup tangguh dan tahan banting. Berbeda dengan sepeda zaman sekarang yang terkadang mudah bengkok karena saking tipisnya bahan-bahan di sepeda.

Di kalangan pecinta sepeda ini, mereka tetap berburu merek dan keunikan sepeda. Ali Al-Hasyimi menyebut, merek sepeda tua paling diburu adalah BSA Militer lipat. “Itu harganya saat ini sekitar Rp 150 juta. Bisa juga lebih,” katanya. Yek Ali yang kemudian menyeruput kopi melanjutkan, sepeda ini adalah sepeda yang pernah dipakai pada zaman perang. Sepeda tersebut banyak yang dilempar dari atas helikopter atau pesawat terbang untuk kendaraan perang.

Pria itu pun menunjukkan beberapa jenis sepeda miliknya. Ia juga meminta Jawa Pos Radar Jember mencobanya untuk keliling sekitar rumah Yek Ali yang berada di depan Kantor Kelurahan Jember Kidul itu. Selanjutnya, Yek Ali kembali menjelaskan beberapa merek sepeda tua yang tetap diburu banyak orang. “Merek sepeda yang banyak di Jember yaitu Gazelle seri 5 dan 11. Harganya antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta. Kalau sepeda merek BSA Militer lipat, sejauh ini saya belum tahu itu ada atau tidak di Jember,” ucapnya.

Sepeda tua yang juga diburu yakni merek Fongers dengan kisaran harga Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Keberadaan sepeda ini menurutnya cukup banyak di Jember. “Ini mungkin belum bisa dijangkau semua kalangan. Tetapi ada juga sepeda tua yang harganya lebih rendah,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan sepeda tua yang sering dipakai oleh anggota Kosti Jember memiliki banyak perbedaan. Mulai dari bentuk, besar kecilnya ukuran, hingga merek sepeda dan harganya. Para pencinta sepeda tua itu pun banyak memburu jenis sepeda termasuk onderdilnya.

Bagi warga yang tidak hobi dan tidak pernah punya koleksi, keberadaan sepeda tua mungkin biasa saja. Tetapi, di balik sepeda lawas itu ada hal yang membedakan dengan sepeda zaman sekarang. Contoh saja, sepeda tua cukup tangguh dan tahan banting. Berbeda dengan sepeda zaman sekarang yang terkadang mudah bengkok karena saking tipisnya bahan-bahan di sepeda.

Di kalangan pecinta sepeda ini, mereka tetap berburu merek dan keunikan sepeda. Ali Al-Hasyimi menyebut, merek sepeda tua paling diburu adalah BSA Militer lipat. “Itu harganya saat ini sekitar Rp 150 juta. Bisa juga lebih,” katanya. Yek Ali yang kemudian menyeruput kopi melanjutkan, sepeda ini adalah sepeda yang pernah dipakai pada zaman perang. Sepeda tersebut banyak yang dilempar dari atas helikopter atau pesawat terbang untuk kendaraan perang.

Pria itu pun menunjukkan beberapa jenis sepeda miliknya. Ia juga meminta Jawa Pos Radar Jember mencobanya untuk keliling sekitar rumah Yek Ali yang berada di depan Kantor Kelurahan Jember Kidul itu. Selanjutnya, Yek Ali kembali menjelaskan beberapa merek sepeda tua yang tetap diburu banyak orang. “Merek sepeda yang banyak di Jember yaitu Gazelle seri 5 dan 11. Harganya antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta. Kalau sepeda merek BSA Militer lipat, sejauh ini saya belum tahu itu ada atau tidak di Jember,” ucapnya.

Sepeda tua yang juga diburu yakni merek Fongers dengan kisaran harga Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Keberadaan sepeda ini menurutnya cukup banyak di Jember. “Ini mungkin belum bisa dijangkau semua kalangan. Tetapi ada juga sepeda tua yang harganya lebih rendah,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/