alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Surganya Pencinta Kokot

Satu Menu, Sejuta Penggemar Warung ini hanya menyuguhkan satu menu. Rawon kikil. Meski hanya satu macam pilihan, tapi jumlah pengunjung yang datang tidak pernah lengang.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap hari banyak penyuka olahan kaki sapi tersebut yang menyantap masakan berkuah itu. Bahkan dalam sehari, bisa menghabiskan lima hingga 15 kaki sapi. “Apalagi kalau sebelumnya ada yang memesan. Jumlahnya bisa lebih dari itu,” ungkap Taher, pengelola warung milik ibunya, Asmad.

Warung yang terletak di Kecamatan Sukowono ini sangat sederhana. Tidak menyerupai warung pada umumnya, namun lebih seperti rumah kuno di perdesaan. Di bagian depan hanya ada satu meja panjang dan enam kursi. Tidak ada pernak-pernik yang menyerupai warung pada umumnya. Tempat makan pengunjung berada di sudut warung yang menyerupai rumah itu.

Pemilik menyediakan amben sebagai tempat duduk para pengunjung. Jika pelanggan membeludak, biasanya mereka akan duduk di semua sudut rumah. Mulai dari ruang tamu, pekarangan samping, hingga dapur tempat mengelola kikil atau kokot.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika santap hidangan sudah rampung, maka pengunjung langsung menumpuk piring kotor jadi satu di sudut ruangan. Suasana ini mirip seperti ketika kondangan hajatan. “Kayak nongkrong, bebas itu wes. Terserah di mana pun. Kadang kalau kurang, langsung nambah ke dapur,” tambah Taher.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap hari banyak penyuka olahan kaki sapi tersebut yang menyantap masakan berkuah itu. Bahkan dalam sehari, bisa menghabiskan lima hingga 15 kaki sapi. “Apalagi kalau sebelumnya ada yang memesan. Jumlahnya bisa lebih dari itu,” ungkap Taher, pengelola warung milik ibunya, Asmad.

Warung yang terletak di Kecamatan Sukowono ini sangat sederhana. Tidak menyerupai warung pada umumnya, namun lebih seperti rumah kuno di perdesaan. Di bagian depan hanya ada satu meja panjang dan enam kursi. Tidak ada pernak-pernik yang menyerupai warung pada umumnya. Tempat makan pengunjung berada di sudut warung yang menyerupai rumah itu.

Pemilik menyediakan amben sebagai tempat duduk para pengunjung. Jika pelanggan membeludak, biasanya mereka akan duduk di semua sudut rumah. Mulai dari ruang tamu, pekarangan samping, hingga dapur tempat mengelola kikil atau kokot.

Jika santap hidangan sudah rampung, maka pengunjung langsung menumpuk piring kotor jadi satu di sudut ruangan. Suasana ini mirip seperti ketika kondangan hajatan. “Kayak nongkrong, bebas itu wes. Terserah di mana pun. Kadang kalau kurang, langsung nambah ke dapur,” tambah Taher.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap hari banyak penyuka olahan kaki sapi tersebut yang menyantap masakan berkuah itu. Bahkan dalam sehari, bisa menghabiskan lima hingga 15 kaki sapi. “Apalagi kalau sebelumnya ada yang memesan. Jumlahnya bisa lebih dari itu,” ungkap Taher, pengelola warung milik ibunya, Asmad.

Warung yang terletak di Kecamatan Sukowono ini sangat sederhana. Tidak menyerupai warung pada umumnya, namun lebih seperti rumah kuno di perdesaan. Di bagian depan hanya ada satu meja panjang dan enam kursi. Tidak ada pernak-pernik yang menyerupai warung pada umumnya. Tempat makan pengunjung berada di sudut warung yang menyerupai rumah itu.

Pemilik menyediakan amben sebagai tempat duduk para pengunjung. Jika pelanggan membeludak, biasanya mereka akan duduk di semua sudut rumah. Mulai dari ruang tamu, pekarangan samping, hingga dapur tempat mengelola kikil atau kokot.

Jika santap hidangan sudah rampung, maka pengunjung langsung menumpuk piring kotor jadi satu di sudut ruangan. Suasana ini mirip seperti ketika kondangan hajatan. “Kayak nongkrong, bebas itu wes. Terserah di mana pun. Kadang kalau kurang, langsung nambah ke dapur,” tambah Taher.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/