alexametrics
22.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Empuk, Lewati Empat Proses Memasak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rawon kikil atau kokot bukan menu asing di lidah masyarakat Jember. Bagi yang fanatik dengan masakan ini, wajib berkunjung ke warung Bu Asmad di Jl Ahmad Yani 38, Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sukowono. Warung sederhana ini sudah berdiri lebih dari 30 tahun lalu.

Para penikmat rawon kokot di warung ini seperti ketagihan. Mereka yang pernah berkunjung, pasti akan kembali lagi untuk menikmati hidangan berkuah itu.

Rawon kikil Bu Asmad disajikan dengan cara berbeda. Proses masaknya pun terhitung lama. Tak hanya itu, pemilihan kikil untuk dimasak juga menjadi faktor utama nikmatnya hidangan Bu Asmad. Pemilik warung memilih bahan yang masih baru. Biasanya mereka akan berbelanja kaki sapi pada dini hari, sekitar pukul 03.00, di Pasar Maesan, Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelum dimasak, kikil dibersihkan dulu. Selanjutnya, digodok hingga empat kali. Proses pendidihan pertama dicampuri kapur agar kotoran yang masih menempel hilang. Selanjutnya, tanpa menggunakan kapur agar aroma kapur yang tersisa hilang. Proses ketiga adalah memasak dengan air tanpa campuran apa pun agar kikil empuk dan lembut ketika digigit. Dan terakhir, memasak dengan campuran bumbu rawon.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rawon kikil atau kokot bukan menu asing di lidah masyarakat Jember. Bagi yang fanatik dengan masakan ini, wajib berkunjung ke warung Bu Asmad di Jl Ahmad Yani 38, Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sukowono. Warung sederhana ini sudah berdiri lebih dari 30 tahun lalu.

Para penikmat rawon kokot di warung ini seperti ketagihan. Mereka yang pernah berkunjung, pasti akan kembali lagi untuk menikmati hidangan berkuah itu.

Rawon kikil Bu Asmad disajikan dengan cara berbeda. Proses masaknya pun terhitung lama. Tak hanya itu, pemilihan kikil untuk dimasak juga menjadi faktor utama nikmatnya hidangan Bu Asmad. Pemilik warung memilih bahan yang masih baru. Biasanya mereka akan berbelanja kaki sapi pada dini hari, sekitar pukul 03.00, di Pasar Maesan, Bondowoso.

Sebelum dimasak, kikil dibersihkan dulu. Selanjutnya, digodok hingga empat kali. Proses pendidihan pertama dicampuri kapur agar kotoran yang masih menempel hilang. Selanjutnya, tanpa menggunakan kapur agar aroma kapur yang tersisa hilang. Proses ketiga adalah memasak dengan air tanpa campuran apa pun agar kikil empuk dan lembut ketika digigit. Dan terakhir, memasak dengan campuran bumbu rawon.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rawon kikil atau kokot bukan menu asing di lidah masyarakat Jember. Bagi yang fanatik dengan masakan ini, wajib berkunjung ke warung Bu Asmad di Jl Ahmad Yani 38, Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sukowono. Warung sederhana ini sudah berdiri lebih dari 30 tahun lalu.

Para penikmat rawon kokot di warung ini seperti ketagihan. Mereka yang pernah berkunjung, pasti akan kembali lagi untuk menikmati hidangan berkuah itu.

Rawon kikil Bu Asmad disajikan dengan cara berbeda. Proses masaknya pun terhitung lama. Tak hanya itu, pemilihan kikil untuk dimasak juga menjadi faktor utama nikmatnya hidangan Bu Asmad. Pemilik warung memilih bahan yang masih baru. Biasanya mereka akan berbelanja kaki sapi pada dini hari, sekitar pukul 03.00, di Pasar Maesan, Bondowoso.

Sebelum dimasak, kikil dibersihkan dulu. Selanjutnya, digodok hingga empat kali. Proses pendidihan pertama dicampuri kapur agar kotoran yang masih menempel hilang. Selanjutnya, tanpa menggunakan kapur agar aroma kapur yang tersisa hilang. Proses ketiga adalah memasak dengan air tanpa campuran apa pun agar kikil empuk dan lembut ketika digigit. Dan terakhir, memasak dengan campuran bumbu rawon.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/