alexametrics
32.5 C
Jember
Friday, 22 October 2021

Beda Jenis, Beda Perlakuan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebun bunga Polije Nursery berawal dari inisiatif Politeknik Negeri Jember yang bermimpi menyediakan kawasan untuk mendukung keterampilan hortikultura mahasiswa. Lantas, ide itu dituangkan dalam sebuah kebun bunga yang diresmikan sejak 2004 silam.

Meski tak banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan kebun ini, namun kebun bunga krisan Polije Nursery ini merupakan pemasok bunga terbesar di Jember. Apalagi sejak merebaknya virus korona. Hampir delapan puluh persen penjual bunga di Jember, memilih untuk membeli bunga di tempat ini.

Selain hasil bunganya dikomersialkan untuk dekorasi, keindahan pesona kebun bunga ini juga terbuka untuk umum. Pengunjung diperbolehkan memasuki area kebun untuk sekadar berswafoto. Atau, bisa merasakan sensasi memetik sendiri bunga yang diinginkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika hanya untuk berswafoto, pengunjung tak perlu membayar alias gratis. Sedangkan jika ingin membeli bunga, pengunjung hanya cukup membayar Rp 2 ribu setiap tangkainya. “Siapa pun boleh berkunjung, kalau cuma mau foto-foto atau melihat-lihat keindahan bunga. Dan kami akan sangat senang jika fotonya di-posting di media sosial, karena masyarakat yang lain atau yang ingin membeli bunga bisa ke sini juga,” ungkap Fan Sonny.

Dinginnya udara pegunungan, dilengkapi dengan warna-warni bunga krisan yang bermekaran, seakan menambah kenikmatan berwisata di wilayah utara ujung kota ini.

Meski membutuhkan suhu udara yang agak dingin, namun bunga krisan tetap membutuhkan sinar matahari penuh setiap harinya. “Kami membandingkan bunga krisan dengan sinar matahari penuh dengan bunga yang terkena sinar matahari selama beberapa jam saja hasilnya berbeda. Ternyata lebih cepat mekar yang sinar matahari penuh,” ujar Sonny.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebun bunga Polije Nursery berawal dari inisiatif Politeknik Negeri Jember yang bermimpi menyediakan kawasan untuk mendukung keterampilan hortikultura mahasiswa. Lantas, ide itu dituangkan dalam sebuah kebun bunga yang diresmikan sejak 2004 silam.

Meski tak banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan kebun ini, namun kebun bunga krisan Polije Nursery ini merupakan pemasok bunga terbesar di Jember. Apalagi sejak merebaknya virus korona. Hampir delapan puluh persen penjual bunga di Jember, memilih untuk membeli bunga di tempat ini.

Selain hasil bunganya dikomersialkan untuk dekorasi, keindahan pesona kebun bunga ini juga terbuka untuk umum. Pengunjung diperbolehkan memasuki area kebun untuk sekadar berswafoto. Atau, bisa merasakan sensasi memetik sendiri bunga yang diinginkan.

Jika hanya untuk berswafoto, pengunjung tak perlu membayar alias gratis. Sedangkan jika ingin membeli bunga, pengunjung hanya cukup membayar Rp 2 ribu setiap tangkainya. “Siapa pun boleh berkunjung, kalau cuma mau foto-foto atau melihat-lihat keindahan bunga. Dan kami akan sangat senang jika fotonya di-posting di media sosial, karena masyarakat yang lain atau yang ingin membeli bunga bisa ke sini juga,” ungkap Fan Sonny.

Dinginnya udara pegunungan, dilengkapi dengan warna-warni bunga krisan yang bermekaran, seakan menambah kenikmatan berwisata di wilayah utara ujung kota ini.

Meski membutuhkan suhu udara yang agak dingin, namun bunga krisan tetap membutuhkan sinar matahari penuh setiap harinya. “Kami membandingkan bunga krisan dengan sinar matahari penuh dengan bunga yang terkena sinar matahari selama beberapa jam saja hasilnya berbeda. Ternyata lebih cepat mekar yang sinar matahari penuh,” ujar Sonny.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kebun bunga Polije Nursery berawal dari inisiatif Politeknik Negeri Jember yang bermimpi menyediakan kawasan untuk mendukung keterampilan hortikultura mahasiswa. Lantas, ide itu dituangkan dalam sebuah kebun bunga yang diresmikan sejak 2004 silam.

Meski tak banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan kebun ini, namun kebun bunga krisan Polije Nursery ini merupakan pemasok bunga terbesar di Jember. Apalagi sejak merebaknya virus korona. Hampir delapan puluh persen penjual bunga di Jember, memilih untuk membeli bunga di tempat ini.

Selain hasil bunganya dikomersialkan untuk dekorasi, keindahan pesona kebun bunga ini juga terbuka untuk umum. Pengunjung diperbolehkan memasuki area kebun untuk sekadar berswafoto. Atau, bisa merasakan sensasi memetik sendiri bunga yang diinginkan.

Jika hanya untuk berswafoto, pengunjung tak perlu membayar alias gratis. Sedangkan jika ingin membeli bunga, pengunjung hanya cukup membayar Rp 2 ribu setiap tangkainya. “Siapa pun boleh berkunjung, kalau cuma mau foto-foto atau melihat-lihat keindahan bunga. Dan kami akan sangat senang jika fotonya di-posting di media sosial, karena masyarakat yang lain atau yang ingin membeli bunga bisa ke sini juga,” ungkap Fan Sonny.

Dinginnya udara pegunungan, dilengkapi dengan warna-warni bunga krisan yang bermekaran, seakan menambah kenikmatan berwisata di wilayah utara ujung kota ini.

Meski membutuhkan suhu udara yang agak dingin, namun bunga krisan tetap membutuhkan sinar matahari penuh setiap harinya. “Kami membandingkan bunga krisan dengan sinar matahari penuh dengan bunga yang terkena sinar matahari selama beberapa jam saja hasilnya berbeda. Ternyata lebih cepat mekar yang sinar matahari penuh,” ujar Sonny.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca