alexametrics
26.8 C
Jember
Thursday, 2 December 2021

Belajar Kendang Harus Paham Teknik Jari dan Tangan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi Danu, menabuh kendang tak ada yang sulit. Namun, literasi bahasa mengenai kendang kadang berbeda-beda meski intinya sama. Mulai dari belajar bunyi keplak, dor, maupun suara yang lain. “Buat saya tidak ada yang sulit. Mungkin karena belajarnya sejak sebelum masuk TK,” tuturnya.

Danu menjelaskan, kendang yang biasa dipakai di rumahnya saat ini ada dua jenis. Yaitu kendang Jawa dan kendang reog. Ada pula beberapa kendang Banyuwangi, tetapi rusak. Nah, masing-masing kendang memiliki teknik yang berbeda dan suara yang berbeda pula. “Jenisnya banyak, suara yang dihasilkan juga berbeda-beda,” imbuhnya.

Pelajar SMP yang sudah sejak kecil bermain kendang itu mengaku dirinya belajar secara autodidak. Menonton orang latihan dan menonton video-video kesenian tradisional. Dari situ, dia rajin mempraktikkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Secara teori, kendang memang sulit dijelaskan. Letak nada-nadanya kadang berubah. Di mana suara keplak yang renyah, terkadang juga pindah. Hal itu memerlukan kepekaan telinga agar bisa menabuh kendang dengan hasil suara yang baik.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi Danu, menabuh kendang tak ada yang sulit. Namun, literasi bahasa mengenai kendang kadang berbeda-beda meski intinya sama. Mulai dari belajar bunyi keplak, dor, maupun suara yang lain. “Buat saya tidak ada yang sulit. Mungkin karena belajarnya sejak sebelum masuk TK,” tuturnya.

Danu menjelaskan, kendang yang biasa dipakai di rumahnya saat ini ada dua jenis. Yaitu kendang Jawa dan kendang reog. Ada pula beberapa kendang Banyuwangi, tetapi rusak. Nah, masing-masing kendang memiliki teknik yang berbeda dan suara yang berbeda pula. “Jenisnya banyak, suara yang dihasilkan juga berbeda-beda,” imbuhnya.

Pelajar SMP yang sudah sejak kecil bermain kendang itu mengaku dirinya belajar secara autodidak. Menonton orang latihan dan menonton video-video kesenian tradisional. Dari situ, dia rajin mempraktikkan.

Secara teori, kendang memang sulit dijelaskan. Letak nada-nadanya kadang berubah. Di mana suara keplak yang renyah, terkadang juga pindah. Hal itu memerlukan kepekaan telinga agar bisa menabuh kendang dengan hasil suara yang baik.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi Danu, menabuh kendang tak ada yang sulit. Namun, literasi bahasa mengenai kendang kadang berbeda-beda meski intinya sama. Mulai dari belajar bunyi keplak, dor, maupun suara yang lain. “Buat saya tidak ada yang sulit. Mungkin karena belajarnya sejak sebelum masuk TK,” tuturnya.

Danu menjelaskan, kendang yang biasa dipakai di rumahnya saat ini ada dua jenis. Yaitu kendang Jawa dan kendang reog. Ada pula beberapa kendang Banyuwangi, tetapi rusak. Nah, masing-masing kendang memiliki teknik yang berbeda dan suara yang berbeda pula. “Jenisnya banyak, suara yang dihasilkan juga berbeda-beda,” imbuhnya.

Pelajar SMP yang sudah sejak kecil bermain kendang itu mengaku dirinya belajar secara autodidak. Menonton orang latihan dan menonton video-video kesenian tradisional. Dari situ, dia rajin mempraktikkan.

Secara teori, kendang memang sulit dijelaskan. Letak nada-nadanya kadang berubah. Di mana suara keplak yang renyah, terkadang juga pindah. Hal itu memerlukan kepekaan telinga agar bisa menabuh kendang dengan hasil suara yang baik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca