30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Padukan Melodi, Hamony, dan Percussion

Gitar menjadi alat musik yang familiar bagi masyarakat. Walau begitu bermain gitar tidak sekedar genjreng. Ada beberapa teknik gitar yang lebih asyik lagi dalam melantunkan dari nada ke nada. Teknik fingerstyle atau memetik dapat menghasilkan melodi, harmoni, dan percussion.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Gitar akustik elektrik berwarna coklat itu mulai dimainkan Martinus Ardi Krismanto. Saat jarinya memainkan gitar, ada yang berbeda dari permainan gitar pada umumnya. Gerakannya tangan kanannya tidak naik turun, tapi setiap jemari tangannya memetik senar gitar.

Ikut Larut Dalam Nada

Ibu jarinya fokus ke pada senar ke enam hingga ke tiga. Sedangkan empat jari lainya bekerjasama sedemikian untuk memetik senar melodi. “Kalau jempol atau ibu jari ini untuk memetik senar bas. Sedangkan telunjuk sampai kelingking ke senar melodi,” ucap Krismanto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria yang dikenal fingerstyle Bondowoso dan kerap tampil di Jazz de Ijen itu mengatakan, terdapat beberapa langkah yang harus dikuasai oleh pemain fingerstyle. “Pertama dan paling pertama, tentunya niat yang besar menjadi modal awal untuk tetap konsisten hingga bisa,” ucapnya.

Menurut Martinus Ardi Krismanto, untuk menikmati berlajar memainkan teknik gitar fingerstyle melatih hati untuk senang dan peka terhadap nada. “Kalau teknik bisa dipelajari. Tapi kalau kepekaan terhadap nada itu sulit untuk dikuasai,” jelasnya.

Ciss sapaan akrab Krismanto menuturkan, tiga unsur penting dalam kepekaan nada adalah melodi, harmoni, dan percussion atau ketukan. “Itu harus dilatih setelah kepekaan hati pada nada dimiliki,” terangnya.

Menurutnya, melodi itu berfungsi untuk menggantikan lirik lagu, harmoni berfungsi untuk perpaduan dua nada atau lebih yang dilakukan secara bersamaan, sementara percussion berfungsi untuk mengatur bunyi musik pada setiap ketukan. “Ketiganya itu berfungsi dan saling melengkapi,” terangnya.

Selajutnya, belajar fingerstyle lebih ringan dimulai dengan musik bergenre Pop. Sebab, genre musik tersebut rata-rata kuncinya atau chord dasar. Sedangkan genre musik lainya, ada yang memakai chord miring. “Chord miring itu seperti C#7, Cm11, Bm7, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Sehingga bagi pemain gitar yang ingin menguasai fingerstyle, lebih mudah dengan lagu pop. Ia menambahkan, latihan fingerstyle harus konsisten melakukan senam jari. Yakni, seperti latihan fingering solmesasi. Selain juga memperkuat pada penguasaan nada petikan, itu juga mengadaptasikan kesesuaian tangan kanan dan tangan kiri. “Latihan fingering ini harus dilakukan berkali-kali untuk terbiasa,” urainya.

Gitaris fingerstyle ini juga menyarankan, agar pemula fingerstyle lebih memperkaya referensi. Menurutnya, saat ini sudah banyak media pembelajaran untuk menjadi gambarannya. Seperti YouTube atau platform sosial media lainnya. Sehingga, gaya bermainnya bisa lebih bervariasi. “Selain menambah wawasan, referensi itu juga memperkaya dan mempermudah melakukan inovasi saat bermain,” tuturnya.

Sementara alat belajar fingerstyle ini harus memakai gitar akustik. Minimal kualitas standar. Sebab, kalau di bawah standar itu, hambatannya akan kesulitan mencapai nada asli yang diinginkan. Bahkan bunyinya bisa fals.

Dia juga berharap agar yang ingin belajar fingerstyle juga melatih memiliki kepribadian rendah diri. Pasalnya, tidak jarang pelajar fingerstyle gagal menguasai karena sudah merasa pintar. Menurutnya, mempelajari jenis main gitar seperti itu, diperlukan rasa ingin tahu secara terus menerus. Sehingga selalu belajar untuk menghasilkan karya musik yang terus membaik. “Kalau sudah sedikit tahu lalu diumbar-umbar, berarti sudah merasa pintar. Biasanya berhenti di situ belajarnya,” pungkasnya.

Jurnalis: Zaini Dahlan
Fotografer: Zaini Dahlan
Editor: Dwi Siswanto

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Gitar akustik elektrik berwarna coklat itu mulai dimainkan Martinus Ardi Krismanto. Saat jarinya memainkan gitar, ada yang berbeda dari permainan gitar pada umumnya. Gerakannya tangan kanannya tidak naik turun, tapi setiap jemari tangannya memetik senar gitar.

Ikut Larut Dalam Nada

Ibu jarinya fokus ke pada senar ke enam hingga ke tiga. Sedangkan empat jari lainya bekerjasama sedemikian untuk memetik senar melodi. “Kalau jempol atau ibu jari ini untuk memetik senar bas. Sedangkan telunjuk sampai kelingking ke senar melodi,” ucap Krismanto.

Pria yang dikenal fingerstyle Bondowoso dan kerap tampil di Jazz de Ijen itu mengatakan, terdapat beberapa langkah yang harus dikuasai oleh pemain fingerstyle. “Pertama dan paling pertama, tentunya niat yang besar menjadi modal awal untuk tetap konsisten hingga bisa,” ucapnya.

Menurut Martinus Ardi Krismanto, untuk menikmati berlajar memainkan teknik gitar fingerstyle melatih hati untuk senang dan peka terhadap nada. “Kalau teknik bisa dipelajari. Tapi kalau kepekaan terhadap nada itu sulit untuk dikuasai,” jelasnya.

Ciss sapaan akrab Krismanto menuturkan, tiga unsur penting dalam kepekaan nada adalah melodi, harmoni, dan percussion atau ketukan. “Itu harus dilatih setelah kepekaan hati pada nada dimiliki,” terangnya.

Menurutnya, melodi itu berfungsi untuk menggantikan lirik lagu, harmoni berfungsi untuk perpaduan dua nada atau lebih yang dilakukan secara bersamaan, sementara percussion berfungsi untuk mengatur bunyi musik pada setiap ketukan. “Ketiganya itu berfungsi dan saling melengkapi,” terangnya.

Selajutnya, belajar fingerstyle lebih ringan dimulai dengan musik bergenre Pop. Sebab, genre musik tersebut rata-rata kuncinya atau chord dasar. Sedangkan genre musik lainya, ada yang memakai chord miring. “Chord miring itu seperti C#7, Cm11, Bm7, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Sehingga bagi pemain gitar yang ingin menguasai fingerstyle, lebih mudah dengan lagu pop. Ia menambahkan, latihan fingerstyle harus konsisten melakukan senam jari. Yakni, seperti latihan fingering solmesasi. Selain juga memperkuat pada penguasaan nada petikan, itu juga mengadaptasikan kesesuaian tangan kanan dan tangan kiri. “Latihan fingering ini harus dilakukan berkali-kali untuk terbiasa,” urainya.

Gitaris fingerstyle ini juga menyarankan, agar pemula fingerstyle lebih memperkaya referensi. Menurutnya, saat ini sudah banyak media pembelajaran untuk menjadi gambarannya. Seperti YouTube atau platform sosial media lainnya. Sehingga, gaya bermainnya bisa lebih bervariasi. “Selain menambah wawasan, referensi itu juga memperkaya dan mempermudah melakukan inovasi saat bermain,” tuturnya.

Sementara alat belajar fingerstyle ini harus memakai gitar akustik. Minimal kualitas standar. Sebab, kalau di bawah standar itu, hambatannya akan kesulitan mencapai nada asli yang diinginkan. Bahkan bunyinya bisa fals.

Dia juga berharap agar yang ingin belajar fingerstyle juga melatih memiliki kepribadian rendah diri. Pasalnya, tidak jarang pelajar fingerstyle gagal menguasai karena sudah merasa pintar. Menurutnya, mempelajari jenis main gitar seperti itu, diperlukan rasa ingin tahu secara terus menerus. Sehingga selalu belajar untuk menghasilkan karya musik yang terus membaik. “Kalau sudah sedikit tahu lalu diumbar-umbar, berarti sudah merasa pintar. Biasanya berhenti di situ belajarnya,” pungkasnya.

Jurnalis: Zaini Dahlan
Fotografer: Zaini Dahlan
Editor: Dwi Siswanto

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Gitar akustik elektrik berwarna coklat itu mulai dimainkan Martinus Ardi Krismanto. Saat jarinya memainkan gitar, ada yang berbeda dari permainan gitar pada umumnya. Gerakannya tangan kanannya tidak naik turun, tapi setiap jemari tangannya memetik senar gitar.

Ikut Larut Dalam Nada

Ibu jarinya fokus ke pada senar ke enam hingga ke tiga. Sedangkan empat jari lainya bekerjasama sedemikian untuk memetik senar melodi. “Kalau jempol atau ibu jari ini untuk memetik senar bas. Sedangkan telunjuk sampai kelingking ke senar melodi,” ucap Krismanto.

Pria yang dikenal fingerstyle Bondowoso dan kerap tampil di Jazz de Ijen itu mengatakan, terdapat beberapa langkah yang harus dikuasai oleh pemain fingerstyle. “Pertama dan paling pertama, tentunya niat yang besar menjadi modal awal untuk tetap konsisten hingga bisa,” ucapnya.

Menurut Martinus Ardi Krismanto, untuk menikmati berlajar memainkan teknik gitar fingerstyle melatih hati untuk senang dan peka terhadap nada. “Kalau teknik bisa dipelajari. Tapi kalau kepekaan terhadap nada itu sulit untuk dikuasai,” jelasnya.

Ciss sapaan akrab Krismanto menuturkan, tiga unsur penting dalam kepekaan nada adalah melodi, harmoni, dan percussion atau ketukan. “Itu harus dilatih setelah kepekaan hati pada nada dimiliki,” terangnya.

Menurutnya, melodi itu berfungsi untuk menggantikan lirik lagu, harmoni berfungsi untuk perpaduan dua nada atau lebih yang dilakukan secara bersamaan, sementara percussion berfungsi untuk mengatur bunyi musik pada setiap ketukan. “Ketiganya itu berfungsi dan saling melengkapi,” terangnya.

Selajutnya, belajar fingerstyle lebih ringan dimulai dengan musik bergenre Pop. Sebab, genre musik tersebut rata-rata kuncinya atau chord dasar. Sedangkan genre musik lainya, ada yang memakai chord miring. “Chord miring itu seperti C#7, Cm11, Bm7, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Sehingga bagi pemain gitar yang ingin menguasai fingerstyle, lebih mudah dengan lagu pop. Ia menambahkan, latihan fingerstyle harus konsisten melakukan senam jari. Yakni, seperti latihan fingering solmesasi. Selain juga memperkuat pada penguasaan nada petikan, itu juga mengadaptasikan kesesuaian tangan kanan dan tangan kiri. “Latihan fingering ini harus dilakukan berkali-kali untuk terbiasa,” urainya.

Gitaris fingerstyle ini juga menyarankan, agar pemula fingerstyle lebih memperkaya referensi. Menurutnya, saat ini sudah banyak media pembelajaran untuk menjadi gambarannya. Seperti YouTube atau platform sosial media lainnya. Sehingga, gaya bermainnya bisa lebih bervariasi. “Selain menambah wawasan, referensi itu juga memperkaya dan mempermudah melakukan inovasi saat bermain,” tuturnya.

Sementara alat belajar fingerstyle ini harus memakai gitar akustik. Minimal kualitas standar. Sebab, kalau di bawah standar itu, hambatannya akan kesulitan mencapai nada asli yang diinginkan. Bahkan bunyinya bisa fals.

Dia juga berharap agar yang ingin belajar fingerstyle juga melatih memiliki kepribadian rendah diri. Pasalnya, tidak jarang pelajar fingerstyle gagal menguasai karena sudah merasa pintar. Menurutnya, mempelajari jenis main gitar seperti itu, diperlukan rasa ingin tahu secara terus menerus. Sehingga selalu belajar untuk menghasilkan karya musik yang terus membaik. “Kalau sudah sedikit tahu lalu diumbar-umbar, berarti sudah merasa pintar. Biasanya berhenti di situ belajarnya,” pungkasnya.

Jurnalis: Zaini Dahlan
Fotografer: Zaini Dahlan
Editor: Dwi Siswanto

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/