alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Bukan Sapi Puluhan Juta Biasa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perawatan terhadap sapi khusus kontes sangat berbeda dengan sapi potong maupun sapi pekerja. Bukan saja dari segi perlakuan, tapi sampai pada pakan yang lebih diperhatikan.

Para pehobi itu pun, menurut Wiji Purnomo, banyak berkorban demi hewan ternak yang dipeliharanya. Sapi limosin dengan badan besar sejak kecil atau pedet sudah bisa dilihat bakal bisa gemuk dan besar. Pria ini pun membeber beberapa ciri sapi bisa menjadi gemuk dan besar. “Itu dilihat dari postur tubuhnya. Bisa juga dari kakinya. Tinggi dan panjangnya badan,” jelas Wiji. Namun demikian, orang yang tidak biasa akan tetap sulit membedakan mana pedet yang bakal bisa besar dan tidak.

Setelah mengetahui ciri-cirinya, pedet tersebut selanjutnya dirawat dengan baik. Sapi miliknya yang dirawat Kadir dan Aziz itu pun menjalani perawatan yang lebih dibanding sapi potong atau sapi pekerja pada umumnya. “Sehari bisa menghabiskan Rp 25 sampai Rp 30 ribu. Selain itu, diinjeksi atau disuntik untuk kesehatan,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sapi miliknya maupun sapi yang disiapkan untuk kontes milik orang lain juga mendapat perawatan yang tidak jauh berbeda. Termasuk menjaga pakan agar tetap sehat dan bersih. Pakannya tetap bisa rumput, katul, serta ampas. “Kalau kelebihan protein, sapi juga bisa sakit,” jelas Widi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perawatan terhadap sapi khusus kontes sangat berbeda dengan sapi potong maupun sapi pekerja. Bukan saja dari segi perlakuan, tapi sampai pada pakan yang lebih diperhatikan.

Para pehobi itu pun, menurut Wiji Purnomo, banyak berkorban demi hewan ternak yang dipeliharanya. Sapi limosin dengan badan besar sejak kecil atau pedet sudah bisa dilihat bakal bisa gemuk dan besar. Pria ini pun membeber beberapa ciri sapi bisa menjadi gemuk dan besar. “Itu dilihat dari postur tubuhnya. Bisa juga dari kakinya. Tinggi dan panjangnya badan,” jelas Wiji. Namun demikian, orang yang tidak biasa akan tetap sulit membedakan mana pedet yang bakal bisa besar dan tidak.

Setelah mengetahui ciri-cirinya, pedet tersebut selanjutnya dirawat dengan baik. Sapi miliknya yang dirawat Kadir dan Aziz itu pun menjalani perawatan yang lebih dibanding sapi potong atau sapi pekerja pada umumnya. “Sehari bisa menghabiskan Rp 25 sampai Rp 30 ribu. Selain itu, diinjeksi atau disuntik untuk kesehatan,” ungkapnya.

Sapi miliknya maupun sapi yang disiapkan untuk kontes milik orang lain juga mendapat perawatan yang tidak jauh berbeda. Termasuk menjaga pakan agar tetap sehat dan bersih. Pakannya tetap bisa rumput, katul, serta ampas. “Kalau kelebihan protein, sapi juga bisa sakit,” jelas Widi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perawatan terhadap sapi khusus kontes sangat berbeda dengan sapi potong maupun sapi pekerja. Bukan saja dari segi perlakuan, tapi sampai pada pakan yang lebih diperhatikan.

Para pehobi itu pun, menurut Wiji Purnomo, banyak berkorban demi hewan ternak yang dipeliharanya. Sapi limosin dengan badan besar sejak kecil atau pedet sudah bisa dilihat bakal bisa gemuk dan besar. Pria ini pun membeber beberapa ciri sapi bisa menjadi gemuk dan besar. “Itu dilihat dari postur tubuhnya. Bisa juga dari kakinya. Tinggi dan panjangnya badan,” jelas Wiji. Namun demikian, orang yang tidak biasa akan tetap sulit membedakan mana pedet yang bakal bisa besar dan tidak.

Setelah mengetahui ciri-cirinya, pedet tersebut selanjutnya dirawat dengan baik. Sapi miliknya yang dirawat Kadir dan Aziz itu pun menjalani perawatan yang lebih dibanding sapi potong atau sapi pekerja pada umumnya. “Sehari bisa menghabiskan Rp 25 sampai Rp 30 ribu. Selain itu, diinjeksi atau disuntik untuk kesehatan,” ungkapnya.

Sapi miliknya maupun sapi yang disiapkan untuk kontes milik orang lain juga mendapat perawatan yang tidak jauh berbeda. Termasuk menjaga pakan agar tetap sehat dan bersih. Pakannya tetap bisa rumput, katul, serta ampas. “Kalau kelebihan protein, sapi juga bisa sakit,” jelas Widi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/